Pengakuan Mencenangkan Militer AS Tak Kuat Lawan Iran, Bahkan Singgung Alat Mematikan Milik Iran
- Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Tingginya intensitas penggunaan senjata ini memakan biaya yang sangat mahal. Pada hari-hari pertama konflik, AS menghabiskan sekitar US$2 miliar atau hampi Rp34 triliun per hari, meskipun angka tersebut kini turun menjadi sekitar US$1 miliar dan diperkirakan akan terus menurun seiring berlanjutnya konflik.
Pihak Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai hal ini.
Sementara itu, juru bicara Kepala Staf Gabungan menolak berkomentar dengan alasan keamanan operasional yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Donald Trump melalui media sosial pada Senin malam menulis bahwa AS dapat mempertahankan tingkat penggunaan senjata tersebut tanpa batas waktu.
Ia menyebut bahwa stok amunisi kelas menengah dan menengah atas militer AS secara praktis tidak terbatas, meski ia mengakui senjata di level tertinggi tidak berada di posisi yang diinginkan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan dalam pengarahan pers hari Rabu bahwa AS memiliki lebih dari cukup senjata untuk melakukan perang berkepanjangan dengan Iran.
Ia juga mengklaim bahwa unggahan Trump tersebut sebenarnya adalah kritik terhadap keputusan pemerintahan Biden sebelumnya yang mengirimkan senjata ke Ukraina.
"Kami memiliki cadangan senjata di tempat-tempat yang bahkan tidak diketahui oleh banyak orang di dunia ini. Presiden ingin menunjukkan bahwa, sayangnya, kita memiliki pemimpin yang sangat bodoh dan tidak kompeten di Gedung Putih ini selama empat tahun yang memberikan banyak senjata terbaik kita secara cuma-cuma," beber Leavitt. (aag)
Load more