PPIH Siapkan 61 Markaz dan 700 Petugas Satgas Mina untuk Layani Jemaah Saat Puncak Haji
- Istimewa
Mina, tvOnenews.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan kesiapan layanan bagi jemaah Indonesia menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Salah satu fokus utama dilakukan di kawasan Mina dengan menyiapkan 61 markaz serta ratusan petugas Satgas Mina.
Wakil Kepala Satgas Operasional Mina, Zaenal Muttaqin, mengatakan sebanyak 61 markaz disiapkan untuk menampung sekitar 203 ribu jemaah haji reguler Indonesia selama mabit di Mina.
“Seluruh jemaah Indonesia akan ditempatkan di 61 markaz dari dua syarikah, yakni Syarikah Raqeen dan Syarikah Dhuyuf Al-Bait. Setiap markaz rata-rata memiliki sekitar 60 tenda dengan kapasitas sekitar 3.000 hingga 4.000 jemaah,” ujar Zaenal saat melakukan survei kesiapan tenda di Mina.
Menurut Zaenal, kegiatan survei dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas yang disediakan syarikah benar-benar siap digunakan jemaah saat puncak haji berlangsung.
Petugas Satgas Mina melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari kesiapan tenda, kasur, bantal, selimut, pendingin ruangan (AC), hingga fasilitas sanitasi dan MCK.
“Kami ingin memastikan setiap kloter jemaah mendapatkan tempat tinggal yang layak selama di Mina. Kalau di Makkah dan Madinah jemaah tinggal di hotel, maka di Mina mereka tinggal di tenda sehingga seluruh fasilitas dasar harus dipastikan siap,” katanya.
Zaenal menjelaskan, jemaah Indonesia nantinya akan mulai bergerak dari Arafah menuju Mina sejak malam 9 Zulhijah usai wukuf. Sebagian jemaah dengan skema murur akan langsung melintas dari Muzdalifah menuju Mina tanpa turun dari bus.
Selama berada di Mina, jemaah akan menjalani mabit dan rangkaian lontar jumrah hingga 13 Zulhijah bagi jemaah nafar tsani.
Untuk mendukung kelancaran layanan dan perlindungan jemaah, PPIH menyiapkan sekitar 700 petugas Satgas Mina yang dibagi ke dalam sejumlah tim dan pos layanan.
Zaenal merinci, petugas dibagi dalam tim ad-hoc wilayah, pos jaga, serta tim Mobile Crisis Rescue (MCR) yang bergerak mobile membantu jemaah di lapangan.
“Tim ad-hoc bertugas menangani wilayah tenda jemaah. Ada juga pos jaga yang standby membantu jemaah yang terpisah dari rombongan maupun membutuhkan informasi lokasi tenda. Selain itu, tim MCR akan bergerak memantau dan membantu penanganan jemaah yang membutuhkan bantuan kesehatan atau perlindungan,” jelasnya.
Load more