News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Jason Chang, Pengungsi yang Jadi Miliarder Industri Chip dengan Harta Rp347 Triliun

Berikut profil lengkap Jason Chang, pendiri ASE, perusahaan OSAT, yang dulunya pengungsi kini menjadi taipan semikonduktor dengan harta kekayaan Rp347 triliun.
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:08 WIB
Jason Chang, pendiri ASE, perusahaan OSAT yang menjadi taipan semikonduktor dengan harta kekayaannya ditaksir Rp347 triliun
Sumber :
  • Kolase ASE Global & Kreatif tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Perkembangan industri semikonduktor atau chip dunia tidak hanya ditopang oleh perusahaan yang merancang dan memproduksi prosesor. Di balik komponen penting digunakan dalam ponsel, komputer, hingga kendaraan modern, terdapat sosok Jason Chang yang sukses membangun bisnis besar di bidang pengemasan dan pengujian chip.

Jason Chang merupakan pendiri Advanced Semiconductor Engineering (ASE)Technology Holding, perusahaan penyedia layanan outsourced semiconductor assembly and test (OSAT) yang berbasis di Kaohsiung, Taiwan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan tersebut berperan penting dalam memastikan chip dapat berfungsi dengan baik sebelum digunakan dalam berbagai perangkat elektronik.

Dalam rantai pasok semikonduktor, OSAT menangani tahapan pengemasan dan pengujian chip setelah proses pembuatannya. Pengujian diperlukan untuk memastikan komponen tersebut memenuhi standar kualitas dan keandalan.

Tanpa proses ini, chip berisiko mengalami kegagalan ketika digunakan pada perangkat elektronik.

ASE kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan OSAT terbesar di dunia dengan pangsa pasar yang signifikan. Sejumlah perusahaan teknologi ternama, seperti Qualcomm, NVIDIA, AMD, dan MediaTek, termasuk dalam jajaran pelanggan yang berkaitan dengan ekosistem bisnis tersebut.

Selain industri teknologi, Chang bersaudara juga memiliki investasi di sektor properti melalui Sino Horizon, pengembang real estat komersial di China. Diversifikasi usaha ini memperluas sumber kekayaan keluarga Chang di luar bisnis semikonduktor.

Kombinasi bisnis teknologi dan properti turut menempatkan Jason Chang dalam jajaran pengusaha hingga miliarder terkaya.

Dilansir tvOnenews.com dari data Forbes Real Time Billionaires pada Sabtu (24/10/2026), jumlah hartanya membuat Jason Chang menjadi orang terkaya di Singapura. Miliarder itu tercatat mempunyai kekayaan setara US$21,4 miliar (Rp347,69 triliun).

Namun, perjalanan menuju kesuksesan tersebut tidak berlangsung secara instan. Sebelum menjadi miliarder, Chang harus melewati masa perpindahan keluarga, keterbatasan modal, serta berbagai tantangan ketika merintis perusahaan.

Mengenal Masa Kecil Jason Chang dan Perjalanan Pendidikan

Jason Chang lahir di Shanghai, China, pada 18 Mei 1944. Situasi politik di daratan China mendorong keluarganya menjadi pengungsi ke Taiwan untuk mencari kehidupan yang lebih stabil.

Pengalaman tersebut menjadi bagian awal perjalanan hidup Chang sebelum akhirnya dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam industri semikonduktor.

Latar belakang keluarganya juga memberikan pengaruh terhadap perjalanan bisnisnya. Ayah Chang menjalankan usaha berskala kecil, sedangkan ibunya, Chang Yao Hung-Ying, memiliki pengalaman bisnis di bidang properti sehingga dikenal sebagai pendiri Hung Ching Development & Construction.

Di Taiwan, Chang melanjutkan pendidikan tinggi di National Taiwan University dengan mengambil bidang teknik elektronik. Ia kemudian memperdalam pengetahuannya melalui program magister di Illinois Institute of Technology, Amerika Serikat (AS).

Setelah menyelesaikan pendidikan, Chang memperoleh pengalaman melalui berbagai proyek teknik sekaligus mengikuti perkembangan teknologi internasional.

Bekal pendidikan dan pengalamannya inilah membantu Jason Chang memahami peluang bisnis yang belum banyak digarap perusahaan lain pada masa itu.

Ketika Taiwan mulai berkembang sebagai pusat teknologi pada dekade 1980-an, Chang melihat kesempatan pada segmen pengemasan dan pengujian chip. Kedua proses itu kerap berada di belakang layar, tetapi memiliki peranan besar dalam memastikan produk semikonduktor siap digunakan.

Mendirikan ASE dengan Bantuan Modal Sang Ibu

Pada 1984, Jason Chang bersama adiknya, Richard Chang mendirikan Advanced Semiconductor Engineering (ASE) di Kaohsiung, Taiwan. Perusahaan itu bermula dari fasilitas produksi sederhana yang berfokus pada layanan pengemasan chip.

Modal awal menjadi salah satu tantangan terbesar dalam membangun usaha tersebut. Ibunya memberikan dukungan finansial yang menentukan, bahkan bersedia menjual sejumlah aset properti untuk membantu membiayai operasional perusahaan pada masa awal.

Meski memperoleh dukungan keluarga, perjalanan ASE tetap dipenuhi hambatan. Pada tiga tahun pertama, perusahaan menghadapi tekanan keuangan, keterbatasan teknologi, serta keraguan pasar terhadap kemampuan pemain baru dalam industri semikonduktor.

Chang berusaha mengatasi situasi tersebut dengan menyesuaikan strategi bisnis terhadap kebutuhan pelanggan. Ia menempatkan kualitas sebagai prioritas utama, mengingat kesalahan dalam proses pengemasan maupun pengujian dapat berdampak pada kinerja chip yang digunakan dalam berbagai perangkat.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan ASE. Perusahaan tidak hanya berupaya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mengembangkan proses kerja agar mampu memenuhi tuntutan industri yang terus berubah.

Ekspansi Global dan Perkembangan Bisnis Semikonduktor

Langkah penting ASE terjadi pada 1989 ketika perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Taiwan. Pencatatan tersebut membuka peluang untuk memperkuat permodalan dan mendukung pengembangan bisnis.

Memasuki dekade 1990-an, ASE mulai memperluas cakupan layanan dari pengemasan chip menuju pengujian semikonduktor. Perubahan ini menjadi keputusan strategis karena pengujian membantu memastikan kualitas komponen, sementara penggunaan jasa perusahaan eksternal memungkinkan produsen chip menekan biaya operasional.

ASE juga memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar internasional, termasuk Malaysia. Perusahaan tersebut turut mengambil langkah ekspansi melalui pembelian fasilitas yang sebelumnya dimiliki Motorola di Taiwan dan Korea Selatan.

Perkembangan berikutnya ditandai dengan pencatatan saham ASE di bursa NASDAQ, Amerika Serikat. Langkah ini memperluas akses perusahaan terhadap investor internasional sekaligus meningkatkan pengenalannya di antara pelaku industri teknologi global.

Dari perusahaan yang awalnya mengoperasikan fasilitas sederhana, ASE berkembang menjadi pemain utama dalam layanan manufaktur semikonduktor independen. Pengembangan teknologi pengemasan, termasuk copper wire bonding, turut mendukung kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Di bawah kepemimpinan Chang bersaudara, ASE memperluas operasinya ke berbagai kawasan di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Perusahaan tersebut menjadi bagian penting dari rantai pasok semikonduktor yang mendukung pertumbuhan industri elektronik dunia.

Kekayaan, Kehidupan Pribadi, dan Tanggung Jawab Perusahaan

Di luar pencapaiannya dalam bisnis chip, Chang juga menghadapi persoalan yang berkaitan dengan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.

Pada 2013, pemerintah kota Kaohsiung menjatuhkan denda kepada ASE setelah fasilitasnya diketahui membuang air limbah tanpa pengolahan yang memadai sehingga mencemari lingkungan sekitar.

Chang merespons persoalan tersebut dengan tampil di hadapan publik dan menyampaikan permintaan maaf. Peristiwa itu menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam menghadapi konsekuensi operasional industri manufaktur.

Meskipun ASE berpusat di Taiwan, Chang memilih Singapura sebagai tempat tinggal. Negara tersebut juga menjadi salah satu basis strategis bagi pengelolaan kekayaan dan pengembangan jaringan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kehidupan pribadi, Chang menikah dengan Ching Ping Chang, seorang desainer interior. Keduanya dikaruniai tiga anak, yaitu Danielle, Rutherford, dan Madeline.

Rutherford diketahui terlibat dalam manajemen ASE dengan menjabat sebagai General Manager China Region, sedangkan Madeline memilih jalur kreatif yang selaras dengan ketertarikan artistik ibunya.

Perjalanan Jason Chang memperlihatkan bagaimana pengalaman hidup sebagai pengungsi, pendidikan teknik, dan keberanian membaca peluang dapat menjadi modal untuk membangun bisnis berskala internasional.

Keberhasilan tersebut menjadikan Chang dikenal sebagai pengusaha yang berkontribusi terhadap perkembangan ekosistem semikonduktor global.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bocah 3,5 Tahun Menderita Gonore, Setelah Dicabuli Ayah Kandung yang Berprofesi sebagai Dokter

Bocah 3,5 Tahun Menderita Gonore, Setelah Dicabuli Ayah Kandung yang Berprofesi sebagai Dokter

Setelah mengatahui perbuatan suaminya terhadap anaknya, ibu korban memeriksakan kondisi anaknya pada Januari 2026 ke laboratorium di Kota Bandung, ternyata..
Pihak Sarwendah Luruskan Isu Vila Sukabumi, Tegaskan Bukan Alat Pembayaran Utang Ruben Onsu

Pihak Sarwendah Luruskan Isu Vila Sukabumi, Tegaskan Bukan Alat Pembayaran Utang Ruben Onsu

Pihak Sarwendah meluruskan isu Vila Sukabumi yang dikaitkan dengan utang Ruben Onsu di bank senilai Rp12,46 miliar dalam gugatan wanprestasi.
Profil dan Rekam Jejak Markus Pall Ellertsson, Striker 15 Gol yang Disebut Masuk Radar Timnas Indonesia

Profil dan Rekam Jejak Markus Pall Ellertsson, Striker 15 Gol yang Disebut Masuk Radar Timnas Indonesia

Markús Páll Ellertsson, adik pemain Genoa berdarah Indonesia, disebut masuk radar Timnas Indonesia. Ini profil, rekam jejak, dan catatan 15 golnya di Islandia.
Hasil Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia Menggila, Gasak Fiji 7-1

Hasil Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia Menggila, Gasak Fiji 7-1

Timnas Indonesia U-15 mengamuk dengan membantai Fiji 7-1 di FIFA U-15 World Cup Festival 2026. Dicky dan Hariri mencetak dua gol, Garuda Muda puncaki Grup G.
11 Daftar Rute Transjakarta yang Dialihkan saat Jakarta Running Festival 25 Oktober 2026

11 Daftar Rute Transjakarta yang Dialihkan saat Jakarta Running Festival 25 Oktober 2026

Berikut 11 rute Transjakarta yang dialihkan saat event Jakarta Running Festival (JRF) hari ke-2, Minggu (25/10/2026).
Modus Dokter Cabuli Anak Kandung Berumur 3,5 Tahun di Bandung, Ternyata Dibawa ke Rumah...

Modus Dokter Cabuli Anak Kandung Berumur 3,5 Tahun di Bandung, Ternyata Dibawa ke Rumah...

Rumi mengatakan peristiwa kekerasan seksual ini terungkap berawal pada November 2025, korban anak, tiba-tiba memperagakan adegan dewasa di depan ibunya....

Trending

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan laporan tegas terkait penegakan hukum kasus kebakaran hutan -
Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tim para atletik Indonesia mendapatkan torehan impresif berupa 22 medali dari tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Hasil ini bahkan membawa Tim Indonesia ke peringkat ke delapan klasemen Asian Para Games 2026 per Jumat (23/10/2026). 
Proyek Strategis Nasional Pulau Wetar Dapat Dukungan Menteri Perindustrian

Proyek Strategis Nasional Pulau Wetar Dapat Dukungan Menteri Perindustrian

Proyek hilirisasi tembaga dan mangan di Pulau Wetar didorong menjadi PSN. Rencana investasi USD42,7 miliar itu mencakup smelter hingga pelabuhan internasional.
Hasil Timnas Indonesia Abroad: Kevin Diks Absen Bela Borussia Monchengladbach Hingga Dean James Bersinar di Liga Belanda

Hasil Timnas Indonesia Abroad: Kevin Diks Absen Bela Borussia Monchengladbach Hingga Dean James Bersinar di Liga Belanda

Seharusnya terdapat dua pemain Timnas Indonesia yang membela klub mereka masing-masing dalam laga lanjutan Liga Belanda dan Liga Jerman. 
AFC Resmi Geser Piala Asia Ke Tahun Genap, Edisi 2027 Bisa Jadi Turnamen Terakhir Bagi 3 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 

AFC Resmi Geser Piala Asia Ke Tahun Genap, Edisi 2027 Bisa Jadi Turnamen Terakhir Bagi 3 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 

AFC akan menggeser Piala Asia sebagai ajang empat tahunan ini ke 2032 dari yang seharusnya digelar 2031. 
Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Timnas Indonesia kembali berpeluang menambah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Kali ini, seorang bek yang tampil di kasta tertinggi ingin bela Garuda.
Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Ubed tampil meyakinkan dengan menyingkirkan wakil Taiwan Chi Yu Jen dalam dua gim langsung 21-15, 21-13 di Grand Paris Arena, Paris, Jumat (24/10/2026).
Selengkapnya

Viral