GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Empat Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir J Divonis Lebih Tinggi dari Tuntutan JPU, Berapa Hukuman untuk Bharada E?

Keempat terdakwa dari kasus pembunuhan Brigadir J dijatuhi vonis lebih berat dari tuntutan JPU dan besok PN Jaksel akan menggelar sidang vonis pada Bharada E.
Selasa, 14 Februari 2023 - 22:06 WIB
Lima Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir J saat Menjalani Sidang di PN Jaksel
Sumber :
  • Kolase tvOneNews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menggelar sidang putusan kepada para terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sejak hari Senin, 13 Februari 2023 kemarin sampai dengan hari Selasa 14 Februari 2023, PN Jaksel sudah menggelar sidang putusan untuk empat terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dipimpin langsung oleh Hakim Ketua, Wahyu Iman Santoso, pada hari Senin PN Jaksel menggelar sidang putusan vonis kepada terdakwa Ferdy Sambo dan juga istrinya Putri Candrawathi.

Sidang kedua berlangsung sehari setelah sidang vonis Sambo dan Putri, tepatnya pada hari Selasa 14 Februari 2023 dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal di PN Jakarta Selatan.

Dari dua sidang vonis yang digelar oleh PN Jaksel, Majelis Hakim pun memberikan vonis yang beragam kepada empat terdakwa yang sudah menjalani sidang putusan di PN Jakarta Selatan.


Lima terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J (Sumber: Kolase tvOnenews.com)

Keempat terdakwa yang sudah menjalani sidang putusan atas kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dinyatakan kalau keempatnya terlibat dalam kasus yang menewaskan Brigadir J.

Setelah menjalani persidangan, keempat terdakwa dijatuhi vonis yang lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan besok Rabu, 15 Februari 2023 PN Jaksel akan kembali menggelar sidang vonis pada terdakwa lainnya yakni Bharada E.

Berikut ini merupakan vonis hukuman yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim untuk empat terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J yang dirangkum oleh tim tvOnenews.com.

Ricky Rizal Divonis 13 Tahun Penjara


Ricky Rizal Sumber : Tim tvOne/Bagas
 

Majelis Hakim menjatuhkan vonis selama 13 tahun penjara pada terdakwa Ricky Rizal Wibowo setelah menjalani sidang putusan pada hari Selasa, 14 Februari 2023 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ricky Rizal Wibowo dengan pidana penjara selama 13 tahun," kata Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso di PN Jaksel, Selasa (14/2/2023).

Majelis Hakim PN Jaksel menilai kalau terdakwa Ricky Rizal terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana pembunuhan berencana.

"Mengadili atas nama Ricky Rizal Wibowo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan tindak pidana pembunuhan berencana," tambahnya. 

Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim ini lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dimana sebelumnya JPU menuntut Ricky Rizal dengan hukuman 8 tahun penjara atas keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Kuat Ma'ruf Divonis 15 Tahun Penjara


Kuat Ma’ruf memasuki ruang persidangan untuk menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri, Jaksel, Selasa (14/02/2023) Sumber : Tvonenews.com/Muhammad Bagas

Terdakwa lainnya dalam kasus pembunuhan Brigadir J yakni Kuat Ma'ruf pun menjalani sidang putusan di hari yang sama dengan Ricky Rizal pada Selasa, 14 Februari 2023 di PN Jaksel.

Dalam sidang putusan itu, Majelis Hakim menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada terdakwa Kuat Ma'ruf setelah berdasarkan fakta persidangan yang memperlihatkan jika terdakwa kuat Ma’ruf menghendaki pembunuhan terhadap Brigadir J.

"Majelis hakim berpendapat unsur kedua dengan sengaja telah terbukti secara hukum," ucap Morgan Simanjuntak, hakim anggota dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J saat vonis Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2023).

Hukuman tersebut dijatuhkan setelah dalam fakta persidangan menampilkan rangkaian keterlibatan Kuat Ma’ruf dalam perkara pembunuhan Brigadir J, dimulai dari keterlibatan Kuat Ma’ruf di Magelang, Jawa Tengah. 

"Dimulai kejadian di Magelang, mengancam korban, mengejar korban dengan pisau dapur, membawa pisau tersebut ke Saguling hingga ke Duren Tiga (Jakarta Selatan)," papar Morgan.

Menurut hakim, Kuat Ma’ruf memiliki peran penting bagi Putri Candrawathi untuk meyakinkan Ferdy Sambo mengenai peristiwa yang dialami Putri di Magelang. Selain menemui Ferdy Sambo di lantai 3 Rumah Saguling, Kuat Ma’ruf juga mengikuti isolasi mandiri, padahal dia tidak ikut melakukan tes PCR, menutup rumah bagian depan, serta menutup balkon pada saat matahari masih terang. 

Selain itu, dalam persidangan sebelumnya, majelis hakim juga sudah menepis motif pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir Yosua terhadap Putri Candrawathi.

Sama seperti Ricky Rizal, vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim kepada Kuat Ma'ruf juga lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni 8 tahun hukuman penjara.

Putri Candrawathi Divonis 20 tahun Penjara


Putri Candrawathi saat di persidangan Sumber : TvOne/Muhammad Bagas

Sebelumnya pada Hari Senin 13, Februari 2023 PN Jaksel menggelar sidang putusan pada terdakwa Putri Candrawathi atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Pada sidang tersebut, Majelis Hakim PN Jaksel menjatuhkan vonis penjara 20 tahun terhadap Putri Candrawathi, istri dari eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam sidang Senin (13/2/2023). 

"Mengadili, menyatakan terdakwa Putri Candrawathi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," kata hakim ketua Wahyu Iman Santoso saat membacakan amar putusan di PN Jaksel, Senin (13/2/2023). 

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Putri Candrawathi berupa pidana penjara," imbuh hakim. 

Sebelumnya, Putri dituntut 8 tahun penjara. Putri diyakini jaksa bersama-sama dengan Ferdy Sambo dkk melakukan pembunuhan berencana Brigadir N Yosua Hutabarat.

Ferdy Sambo Divonis Hukuman Mati


Terdakwa Ferdy Sambo memasuki ruang persidangan untuk pembacaan vonis di PN, Jaksel, Senin (23/02/2023) pukul 10:18 WIB 
 

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menggelar sidang putusan vonis kepada terdakwa Ferdy Sambo atas kasus dugaan pembunuhan berencana pada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada hari Senin (13/2/2023).

Sidang yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB di PN Jaksel itu dipimpin langsung oleh Wahyu Iman Santoso selaku Hakim Ketua dengan agenda pembacaan vonis pada terdakwa Mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo.

Setelah melalui persidangan yang cukup panjang sejak pertama kali di gelar pada 17 Oktober 2022 lalu, Majelis Hakim memutuskan untuk memvonis Ferdy Sambo dengan hukuman mati 

Hakim ketua, Wahyu Iman Santoso, menyatakan bahwa unsur perencanaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) telah terpenuhi.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Ferdy Sambo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," kata hakim ketua Wahyu Iman Santoso saat membacakan amar putusan di PN Jaksel, Senin (13/2/2023). 

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Ferdy Sambo hukuman mati," tambahnya.

Berapa Hukuman untuk Bharada E


Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E saat Jalani Sidang di PN Jaksel pada Kamis (5/1/2023).

Sidang putusan pada para terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J pun akan dilanjutkan pada hari Rabu, 15 Januari 2023 besok dengan terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E yang juga menjadi Justice Collaborator dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J dengan narasi awal merupakan kasus "Polisi tembak Polisi" antara dirinya dengan Brigadir J di rumah dinas atasan mereka Ferdy Sambo. Bharada E mengajukan diri sebagai Justice Collaborator untuk mengungkap fakta sebenarnya dari kasus tersebut.

Sejak saat itu, secara pelan-pelan, Bharada E mulai membongkar satu persatu kejadian sebenarnya dengan menyebut bahwa tidak ada aksi tembak-menembak pada kematian Brigadir J.

Adapun Bharada E mengatakan bahwa kematian Brigadir J merupakan perbuatannya (menembak mati) namun atas perintah Ferdy Sambo. Hal itu pula yang membuat sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa otak dari kejahatan pada kasus pembunuhan Brigadir J bukan dilakukan oleh Bharada E sebagai eksekutor, namun Ferdy Sambo-lah orangnya.

Maka dari itu pihak dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban berharap kalau Richard Eliezer atau Bharada E bisa dijatuhi hukuman lebih ringan atas perannya sebagai Justice Collaborator pada sidang kasus tersebut.

Namun jika melihat vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada empat terdakwa sebelumnya melebihi tuntutan awal dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Bharada E dituntut hukuman 12 tahun penjara oleh JPU.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Momen Gubernur Dedi Mulyadi Bikin Bocah Nangis Histeris di Tasikmalaya: Hayang Balik!

Viral Momen Gubernur Dedi Mulyadi Bikin Bocah Nangis Histeris di Tasikmalaya: Hayang Balik!

Momen tak biasa terjadi saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkunjung ke wilayah sekitar perbatasan Kab. Ciamis-Tasikmalaya. KDM bikin bocah nangis histeris.
2.856 Tenaga Kerja Terserap oleh 212 Perusahaan Tanam Modal

2.856 Tenaga Kerja Terserap oleh 212 Perusahaan Tanam Modal

2.856 tenaga kerja local berhasil terserap oleh 212 perusahaan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak, Banten.
DOR! Polisi Tembak Mati Eksekutor Bripka Arya Supena, Polisi Sita Senpi Rakitan

DOR! Polisi Tembak Mati Eksekutor Bripka Arya Supena, Polisi Sita Senpi Rakitan

Pria yang diduga menjadi otak sekaligus eksekutor penembakan terhadap Bripka Arya hingga tewas itu ditembak mati aparat gabungan Polda Lampung.
Ini Impian Josepha Alexandra, Siswin SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai LCC Empat Pilar MPR RI, Keluarga Buka-bukaan

Ini Impian Josepha Alexandra, Siswin SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai LCC Empat Pilar MPR RI, Keluarga Buka-bukaan

Nama siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra mendadak menjadi sorotan setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran.
12 Tahun jadi Bagian dari Pelatnas PBSI, Gregoria Mariska Tunjung Putuskan Mundur dari Pelatnas karena Faktor Kesehatan

12 Tahun jadi Bagian dari Pelatnas PBSI, Gregoria Mariska Tunjung Putuskan Mundur dari Pelatnas karena Faktor Kesehatan

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengumumkan jika Gregoria Mariska Tunjung secara resmi mundur dari Pelatnas PBSI.
Polisi Masih Identifikasi Pelaku Penjambretan HP Milik WN Italia

Polisi Masih Identifikasi Pelaku Penjambretan HP Milik WN Italia

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan pihaknya masih mengidentifikasi pelaku penjambretan WN Itali di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral