News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Habib Bahar bin Smith Puji Pemerintah, Mahfud MD, Ridwan Kamil, Polri Disanjung: Al Zaytun dan Panji Gumilang itu...

Nama Panji Gumilang selaku pimpinan Ponpes Al-Zaytun masih terus jadi sorotan terutama ajaran dan pernyataannya hingga menuai reaksi dari Habib Bahar bin Smith.
Sabtu, 8 Juli 2023 - 06:44 WIB
Habib Bahar bin Smith Puji Pemerintah, Mahfud MD, Ridwan Kamil, Polri Disanjung: Al Zaytun dan Panji Gumilang itu...
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Nama Panji Gumilang selaku pimpinan Ponpes Al-Zaytun masih terus menuai sorotan publik belakangan ini, terutama ajaran dan pernyataan kontroversial. Hal itu menuai reaksi keras dari Habib Bahar bin Smith.

Ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang ini belakangan menuai beragam kritikan, mulai dari ajaran agama Islam yang diduga menyimpang hingga dikaitkan dengan Negara Islam Indonesia atau NII KW9. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ponpes Al-Zaytun Indramayu menjadi viral pertama kali setelah diketahui pada saat ibadah Salat Idul Fitri 1444 H mencampurkan jemaah wanita dan laki-laki dalam satu shaf hingga menjadi perbincangan publik.


Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang.

Tak hanya itu, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan gaya azan sholat jumat yang dikumandangkan oleh santri di Ponpes Al-Zaytun, tampak menggunakan gerakan tangan dan tidak menghadap kiblat.

Mencuatnya kontroversi Ponpes Al-Zaytun turut membuat beberapa tokoh bersuara hingga mencegacam. Salah satu yang merasa geram terhadap ajaran yang diduga menyimpang dari Ponpes Al-Zaytun adalah Habib Bahar bin Smith.

Habib Bahar Bin Smith menuturkan alasan tegas dirinya bersuara atas polemik Ponpes Al-Zaytun dan Panji Gumilang.

"Kami ini para mudir (pemimpin pondok pesantren),kedua, kami memiliki murid, tiga, kami sebagai dai, yang keempat kami sebagai putra bangsa," ujarnya yang dilansir dari Youtube tvOnenews.

Penceramah pemilik nama lengkap Sayyid Bahar bin Ali bin Smith tersebut mengungkapkan agendanya yakni mendesakan agar Ponpes Al-Zaytun dibubarkan.

"Kami tidak rela, kami tidak ridho, dengan segala macam munkarat, dhohalat, sayiat, mukholafat yang ada di Indonesia. Jadi karena ketidakrelaan dan ketidakridhoan itulah sehingga hati menggerakkan langkah kaki kami untuk hadir di acara kemarin yakni dengan agenda bubarkan Al-Zaytun secara permanen dan tangkap Panji Gumilang," ungkap Habib Bahar Bin Smith pada tvOne, (3/7/2023).

Habib Bahar bin Smith Apresiasi Mahfud MD

Menurut tokoh Front Pembela Islam ini, Panji Gumilang menyebarkan kesesatan terhadap ribuan santri.

"Tidak ada tawar menawar sebab ini masalah kesesatan dan yang disesatkan mending kalau sesatnya sendiri. Kalau sesatnya sendiri gak masalah. Udah sesat tapi menyesatkan dan yang disesatkan adalah anak-anak bangsa kita sendiri,” sambungnya.

“Kita masih taat kepada hukum sehingga kita datang kemarin Kemenag kemudian melanjutkan aksi Kementerian untuk menyuarakan kebenaran yang terjadi ini dan meminta satu hal tambahan," tuturnya.

"Jadi sebenarnya saya memberikan apresiasi kepada Mahfud MD, kepada Ridwan Kamil, kepada Bareskrim Polri yang telah membentuk tim investigasi,” jelas Habib Bahar bin Smith.

Meski begitu, Habib Bahar mengaku bahwa sanksi yang diberikan kepada Ponpes Al-Zaytun dan Panji Gumilang masih kurang, walau sudah diberi sanksi pidana, sanksi administrasi dan kondusifitas.

"Dua ini bagus, tapi kurang yakni tidak sesuai dengan harapan umat, harapan masyarakat, harapan rakyat," terangnya.

"Yang kurang adalah tutup permanen, karena kalau sanksi administrasi kan hanya bayar denda saja," tutur Habib.

Adapun ditanya soal kinerja dari tim investasi, Habib Bahar mengaku sudah bagus tapi kurang greget. Hal ini lantaran tim investigasi dianggap masih bersikap terlalu lembut terhadap Panji Gumilang.

"Gak bisa dilembutin. Gregetin gitu. Karena apa? MUI aja disepelein sama dia. Padahal ini MUI, Majelis Ulama Indonesia. Kalau bagi saya Panji ini bukan ulama. Ulama dari mana ulama begitu modelnya,” jelas Habib Bahar. 


Menko Polhukam, Mahfud MD. (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Karena selama ini Panji Gumilang menolak bertemu MUI, Habib Bahar berpesan agar Majelis Ulama Indonesia tidak mundur menangani kasus ini. Karena menurut Habib Bahar di belakang MUI ada umat Islam dan rakyat Indonesia

"Makanya saya bilang, MUI jangan pernah mundur lawan si Panji satu ini, jangan pernah mundur. Di belakang MUI ada umat Islam, di belakang MUI ada rakyat masyarakat Indonesia, yang tidak mau anak-anak bangsa disesatkan oleh Panji Gumilang," seru Habib Bahar bin Smith pada program Fakta tvOne.

Menurutnya, Majelis Ulama Indonesia tidak sembarangan mengeluarkan sebuah fatwa. Pada kesempatan wawancara tersebut pula. (Lsn/ind)

Habib kelahiran Manado ini mengungkapkan bentuk penyimpangan yang dilakukan Ponpes Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang.

"Kalau saya lihat ini, intinya satu dari sekian banyak itu, pola pikirnya seperti ikhtilat bainal, bercampur laki-laki dan perempuan dalam shaf salat," ucapnya.

"Yang kedua yakni menghalalkan zina dengan membayar denda, membayar kafaro, berapa juta saya gak tahu, dan benar atau tidaknya itu tim investigasi yang tahu, ini yang saya tahu saja," tuturnya.

"Dan yang menjadi khatib jumat ketika salat adalah perempuan, adalah wanita. Ini kan melenceng, keluar dari syariat," tegasnya.

Lebih lanjut, Habib Bahar menuturkan bahwa ayat yang selalu dipakai oleh Panji Gumilang yakni surah Al-Ahzab ayat 35.

Ia mengungkapkan ayat yang selalu dipakai oleh dedengkot Al-Zaytun Panji Gumilang, yang memberi anggapan bahwa laki-laki dan perempuan setara dalam hal apapun.

"Ayat itulah yang dipakai bahwasanya setara laki-laki dan perempuan di dalam hal apapun, perkara apapun," ujarnya.

Habib Bahar bin Smith menjelaskan maksud dari ayat tersebut yang disalahartikan oleh Panji Gumilang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kesetaraan laki-laki dan perempuan di dalam ayat itu adalah Allah menyetarakan dalam pemberian pahala, bukan dalam hal untuk beribadah," tegasnya. (Lsn/Ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Kematian Sutrimo, Kompolnas Minta Polda Metro Jaya Ungkap Kasus secara Profesional dan Transparan

Soal Kematian Sutrimo, Kompolnas Minta Polda Metro Jaya Ungkap Kasus secara Profesional dan Transparan

Kompolnas angkat bicara soal tewasnya Sutrimo di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Tak Terima Ditegur Netizen saat Live, Dua Wanita Diduga ASN ini Beri Jawaban Menohok Berujung Viral di Medsos

Tak Terima Ditegur Netizen saat Live, Dua Wanita Diduga ASN ini Beri Jawaban Menohok Berujung Viral di Medsos

Viral video dua orang wanita diduga ASN live saat jam kerja. Keduanya memberikan respons menohok, dan akui nggak masalah jika viral.
Anggota DPR RI Komisi III Mercy Barends: Tegakkan Hukum Secara Adil, Rawat Persaudaraan, Tolak Stigma terhadap Masyarakat Maluku

Anggota DPR RI Komisi III Mercy Barends: Tegakkan Hukum Secara Adil, Rawat Persaudaraan, Tolak Stigma terhadap Masyarakat Maluku

Anggota DPR RI Komisi III, Fraksi PDI Perjuangan Dapil Maluku, Mercy Chriesty Barends menyampaikan duka cita atas bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
Apel Siaga dan Sosialisasi Karhutla, Minamas Plantation Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Ketapang

Apel Siaga dan Sosialisasi Karhutla, Minamas Plantation Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Ketapang

PT Sandika Natapalma (SNP) dan PT Budidaya Agrolestari (BAL), anak perusahaan Minamas Plantation, menggelar Apel Siaga dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah operasional Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Bapas Kelas II Nusakambangan Membuka Angkringan Pinondang

Bapas Kelas II Nusakambangan Membuka Angkringan Pinondang

Tak banyak yang menyangka, hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Cilacap, Jawa Tengah, berdiri sebuah ruang yang menghadirkan wajah berbeda dari dunia pemasyarakatan.
Tinju Dunia: Errol Spence Jr Resmi Pensiun usai Kalah dari Tim Tszyu

Tinju Dunia: Errol Spence Jr Resmi Pensiun usai Kalah dari Tim Tszyu

Mantan juara dunia kelas welter WBC, Errol Spence Jr resmi mengumumkan pensiun dari dunia tinju usai kalah dari Tim Tszyu di duel kelas menengah di Sydney, Australia pada akhir pekan lalu.

Trending

Ramalan Zodiak 30 Juli 2026: Leo Paling Untung, Virgo Evaluasi Pengeluaran

Ramalan Zodiak 30 Juli 2026: Leo Paling Untung, Virgo Evaluasi Pengeluaran

Ramalan zodiak 30 Juli 2026 soal keuangan mengungkap zodiak paling beruntung hari ini, lengkap angka keberuntungan dan zodiak yang perlu evaluasi pengeluaran.
Jadwal Taipei Open 2026, Rabu 29 Juli: Ubed Lawan Justin Hoh, Leo/Daniel Main

Jadwal Taipei Open 2026, Rabu 29 Juli: Ubed Lawan Justin Hoh, Leo/Daniel Main

Jadwal Taipei Open 2026 hari ini Rabu (29/7/2026), di mana ada sejumlah wakil Indonesia akan unjuk gigi termasuk Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed hingga Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Disemprot Menteri HAM: Semoga Cuma Guyonan

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Disemprot Menteri HAM: Semoga Cuma Guyonan

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai memberikan tanggapan kritis terkait sayembara berhadiah uang tunai bagi warga yang berhasil menangkap begal, yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 
Harapkan Ada Evaluasi Menyeluruh, dr. Ngabila Salama Turut Berduka Adanya Dokter Internship Tutup Usia

Harapkan Ada Evaluasi Menyeluruh, dr. Ngabila Salama Turut Berduka Adanya Dokter Internship Tutup Usia

Beberapa waktu ini, media sosial diramaikan dengan kabar kepergian seorang dokter internship bernama dr. Siti Zahra Maghfira.
Terungkap! Chat Lama Sarwendah soal Rumah Dilelang Dibuka Pihak Ruben Onsu, Ternyata Sudah Dibahas Sejak 2025

Terungkap! Chat Lama Sarwendah soal Rumah Dilelang Dibuka Pihak Ruben Onsu, Ternyata Sudah Dibahas Sejak 2025

Perselisihan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, belum kunjung reda. Kali ini, pihak Ruben menyoroti polemik rumah yang belakangan ramai.
6 Kasus Kematian Dokter Peserta Internsip Sepanjang 2026, Ini Lokasi Tugas dan Penyebabnya

6 Kasus Kematian Dokter Peserta Internsip Sepanjang 2026, Ini Lokasi Tugas dan Penyebabnya

Kasus Kematian Dokter Peserta Internsip sepanjang 2026 menjadi sorotan. Berikut daftar lokasi tugas, kronologi, dan penyebab meninggal enam dokter peserta PIDI.
SAP University Alliances Beri Tiga Penghargaan ke Perguruan Tinggi Ini

SAP University Alliances Beri Tiga Penghargaan ke Perguruan Tinggi Ini

Pesatnya transformasi digital global, kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri menjadi fondasi utama dalam melahirkan talenta yang kompeten dan berdaya saing.
Selengkapnya

Viral