News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sosok Imam Masykur, Pemuda Aceh yang Dianiaya Paspampres hingga Tewas

Kasus penganiayaan yang menimpa Imam Masykur, warga Gandapura, Bireuen, Aceh oleh 3 oknum TNI masih menjadi pembicaraan hangat publik.
Selasa, 29 Agustus 2023 - 09:38 WIB
Imam Masykur, Pemuda Aceh yang Dianiaya Paspampres hingga Tewas
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus penganiayaan yang menimpa Imam Masykur, warga Gandapura, Bireuen, Aceh oleh 3 oknum TNI masih menjadi pembicaraan hangat publik.

Tiga oknum penganiaya Imam Masykur yaitu Praka RM yang merupakan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), AD anggota TNI yang berasal dari kesatuan Drektorat Topografi TNI, dan satu lagi berasal dari satuan Kodam Iskandar Muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kakak sepupu Imam Masykur, Said Abdullah mengatakan korban merupakan sosok pria yang baik dan tak ada masalah dengan orang lain.

"Almarhum orangnya baik tidak ada masalah apa-apa dengan masyarakat, begitu juga dengan masyarakat di sana dia tidak ada masalah apa-apa," kata Abdullah kepada awak media, Selasa (28/8/2023).

Abdullah juga menyebut bahwa Imam Masykur tidak memiliki hutang dengan siapapun.

"Empat bersaudara, dia anak kedua. Tidak ada dia tidak ada masalah, hutang piutang juga tidak ada dia,” lanjutnya.

Selama di Aceh, Imam Masykur disebut aktif mengikuti kegiatan sosial di lingkungan masyarakat seperti saat ada orang yang terkena musibah hingga kegiatan gotong royong.

Imam Masykur diketahui baru merantau ke Jakarta selama satu tahun. Sebelum tewas, ia memiliki bisnis toko kosmetik di Jalan Sandratek, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Berdasarkan penuturan tetangga, Imam Masykur kerap terlihat sendirian menjaga toko yang dirintisnya selama beberapa bulan ini.

Pernah Jadi Korban Penculikan

Ternyata Imam Masykur pernah jadi korban penculikan sebelum diculik oknum Paspampres. Dia bisa bebas usai beri uang tebusan Rp15 juta ke penculiknya. 

Pemuda asal Aceh ini sempat diculik saat baru bekerja di Jakarta sebagai penjual kosmetik dan obat-obatan. 

"Iya (pernah jadi korban penculikan). Tapi sudah lama itu. Waktu dia, ini kan dia sudah 1,5 tahun di Jakarta, jadi belum sampai 2 bulan sudah pernah diculik juga. Waktu dia kerja di toko orang," ujar Said Sulaiman, perwakilan keluarga saat dihubungi wartawan, Senin (28/8/2023). 

Said mengatakan saat kasus penculikan pertama yang menimpa Imam, pelaku sempat meminta uang tebusan Rp15 juta.

Saat itu keluarga langsung mengirimkan uang tebusan Rp15 juta yang diminta. Setelah itu, Imam Masykur pun dibebaskan. 

"Iya waktu itu dibayar sekitar Rp15 juta. Sama kalau saya lihat motifnya sama. Orang itu dihajar dalam mobil baru minta tebusan," katanya. 

Menurut dia, ada kemiripan dengan penculikan pertama yang mana menyasar Imam Masykur selaku penjual kosmetik atau obat di daerah tersebut dengan meminta tebusan. Bedanya, penculikan kedua ini sampai mengakibatkan meninggal dunia.

"Memang (serasa) perampok ini sudah ngincer kosmetik semua. Padahal kan ada toko lain. Orang itu targetnya toko kosmetik," ungkapnya. 

Adapun, kata dia, modus penculikan yang kedua dilakukan dengan menangkap lalu memasukan ke mobil. Di sana korban seperti halnya Imam Masykur akan disiksa agar keluarga segera memberikan uang tebusan. 

"Ngaku dia polisi. Malah dia pakai atribut polisi waktu penangkapan itu. Itu kata saksi yang di situ. Badannya tegap pakai rompi yang ada tulisannya polisi. Kan polisi jadi pasti mundur biar enggak ikut campur tapi langsung sekap," jelasnya. 

Sementara itu, untuk penculikan yang pertama, para penculik langsung datang ke toko yang dijaga Imam Masykur. Di sana tanpa mengaku sebagai polisi pelaku langsung membawa Imam Masykur secara paksa dan meminta tebusan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Enggak ngaku polisi cuma minta tebusan doang. Yang pertama yang turun satu orang langsung masuk ke toko jadi yang jaga toko ini dorong," katanya.

"(Penculikan pertama dan kedua) Sama kalau motifnya saya lihat juga sama. Karena orang itu dipukul dulu kemudian dihajar dalam mobil. Nah, baru minta tebusan," ucap Said. (nsi/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?

Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?

Pelestarian budaya di era digital menghadapi tantangan baru. Media sosial perlahan mengubah cara masyarakat mengenal sejarah. Cerita yang dahulu hanya
Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 diperkirakan meluncur di China pada 29 Oktober 2026. Simak bocoran spesifikasi, desain premium, dan fitur Galaxy Z Fold8 Ultra yang menjadi acuannya.
Kim Bum Sukses Gelar Fanmeeting di Jakarta, Kenang 20 Tahun Perjalanan Karier di Dunia Hiburan

Kim Bum Sukses Gelar Fanmeeting di Jakarta, Kenang 20 Tahun Perjalanan Karier di Dunia Hiburan

Dipromotori oleh WithUs Entertainment, Kim Bum mengenang perjalanan karier di dunia hiburan bersama Bummies yang hadir. 
57 Persen Ibu Indonesia Alami Baby Blues, NasDem: Hentikan Mitos 'Supermom'

57 Persen Ibu Indonesia Alami Baby Blues, NasDem: Hentikan Mitos 'Supermom'

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat angka mengkhawatirkan, sebanyak 57 persen ibu di Indonesia mengalami gejala baby blues
Sikat Habis Sarang Narkoba Jakarta, Kapolda Metro Perintahkan Gaspol Bersihkan Kampung Ambon, Boncos, dan Bahari

Sikat Habis Sarang Narkoba Jakarta, Kapolda Metro Perintahkan Gaspol Bersihkan Kampung Ambon, Boncos, dan Bahari

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto memberikan ultimatum sangat keras kepada seluruh jajarannya yang nekat bermain-main atau terlibat dalam pusaran -
Kapolri Berhasil Bongkar Pabrik 1,2 Ton Sabu Pidie dan Ketamin Sumut, Pemuda Pancasila: Masa Depan Anak Bangsa Terselamatkan

Kapolri Berhasil Bongkar Pabrik 1,2 Ton Sabu Pidie dan Ketamin Sumut, Pemuda Pancasila: Masa Depan Anak Bangsa Terselamatkan

Pimpinan Pusat Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) menyatakan dukungan penuh atas tindakan tegas Kepolisian Negara Republik Indonesia

Trending

Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 diperkirakan meluncur di China pada 29 Oktober 2026. Simak bocoran spesifikasi, desain premium, dan fitur Galaxy Z Fold8 Ultra yang menjadi acuannya.
Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?

Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?

Pelestarian budaya di era digital menghadapi tantangan baru. Media sosial perlahan mengubah cara masyarakat mengenal sejarah. Cerita yang dahulu hanya
Akhirnya Ratusan Mahasiswa Papua Jadi Calon Penerima Beasiswa 2026, Gebrakan di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Akhirnya Ratusan Mahasiswa Papua Jadi Calon Penerima Beasiswa 2026, Gebrakan di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Sebanyak 120 mahasiswa asal Papua di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi terpilih masuk daftar sebagai calon penerima program bantuan beasiswa periode 2026.
Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan laporan tegas terkait penegakan hukum kasus kebakaran hutan -
Rekan Kerja Bongkar Keseharian Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung di Bandung, Biasanya Layani Praktik Siang Hari

Rekan Kerja Bongkar Keseharian Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung di Bandung, Biasanya Layani Praktik Siang Hari

Rekan kerja membongkar keseharian dokter yang diduga mencabuli anak kandung di Bandung. Dia mengaku tidak mengetahui persoalan yang sedang dihadapi IS secara pasti.
Cetak 28 Gol dalam 8 Laga, ASIOP Sempurnakan Perjalanan di Piala Soeratin U-13 2026 dengan Gelar Juara

Cetak 28 Gol dalam 8 Laga, ASIOP Sempurnakan Perjalanan di Piala Soeratin U-13 2026 dengan Gelar Juara

ASIOP berhasil mengukir prestasi dengan menjuarai Piala Soeratin 2026 kategori U-13. Mereka menaklukkan Persebaya melalui babak adu penalti, Sabtu (24/10/2026).
Proyek Strategis Nasional Pulau Wetar Dapat Dukungan Menteri Perindustrian

Proyek Strategis Nasional Pulau Wetar Dapat Dukungan Menteri Perindustrian

Proyek hilirisasi tembaga dan mangan di Pulau Wetar didorong menjadi PSN. Rencana investasi USD42,7 miliar itu mencakup smelter hingga pelabuhan internasional.
Selengkapnya

Viral