News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Muncikari Bogor Bocorkan Tarif Fantastis Pramugari hingga Selebgram sebagai PSK

Daftar tarif fantastis pramugari, selebgram hingga caddy golf sebagai PSK dibocorkan muncikari Bogor kepada polisi. Bahkan, tarif Rp1 juta dikabarkan sudah bisa
Kamis, 14 Maret 2024 - 21:53 WIB
Muncikari Bogor Bocorkan Tarif Fantastis Pramugari hingga Selebgram sebagai PSK
Sumber :
  • tim tvOne - Istock Photo

Jakarta, tvOnenews.com - Muncikari asal Bogor, Dimas Tri Putra (27) bocorkan tarif fantastis pramugari hingga selebgram sebagai PSK atau sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang. 

Hal itu diungkapkan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso kepada awak media, Kamis (14/3/2024). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, dia katakan, pelaku atau muncikari tersebut sudah lama mencari uang dari pratik bejat tersebut, di mana korbannya ada pramugari dan selebgram.

"Pelaku menjalankan aksinya sejak 2019 hingga 2024. Kita amankan pelaku di salah satu hotel di Suryakencana," ujar Bismo.

Modus operandi pelaku adalah menawarkan para wanita melalui WhatsApp. Lewat aplikasi itulah kesepakatan dibuat dengan pria hidung belang.

tvonenews

"Pelayanan prostitusi online ini ada di Kota Bogor. Jaringannya ada di Jakarta, Bandung, Jateng, Bali, dan Kalimantan," beber Bismo.

Bismo juga menjelaskan, pelaku menawarkan tarif yang bervariasi. Mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 30 juta.

"Nah, ini modusnya ada minuman cantik atau minum-minum cantik. Itu tarif Rp 1 juta. Tarif Rp 1 juta ini pelaku mendapatkan Rp 300 ribu-Rp 500 ribu. Kemudian ada short time Rp 3 juta-Rp 15 juta, dari tarif short time ini pelaku mendapatkan Rp 1 juta-Rp 5 juta. Kemudian long time Rp 10 juta-Rp 30 juta, di mana muncikari [mendapatkan] Rp 5 juta-Rp 10 juta," beber Bismo.

Lanjutnya mengungkapkan, Dimas telah meraup keuntungan hingga Rp 300 juta dari bisnis prostitusinya itu. Uang tersebut ia gunakan untuk memenuhi gaya hidupnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara, mengatakan setidaknya ada 20 korban perempuan yang dijual pelaku. Mereka memiliki latar belakang yang beragam.

"Dari 20 orang ini terdiri dari berbagai kalangan. Mulai dari selebgram, kemudian caddy, Putri Kebudayaan, dan mantan pramugari. Mereka terjerembab dalam lingkaran ini," beber Luthfi.

Namun Luthfi tidak menjelaskan Putri Budaya dari ajang pemilihan mana yang menjadi korban Dimas.

Bahkan Luthfi memastikan tidak ada anak di bawah umur yang menjadi korban Dimas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sementara semuanya mereka sudah dewasa dengan motif ekonomi," beber.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia terancam 15 tahun penjara. (aag)

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Persija Jakarta resmi mendatangkan penyerang muda Timnas Indonesia Mauro Zijlstra pada Rabu (4/2/2026). Perekrutan ini menjadi langkah konkret Macan Kemayoran -
Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Hujan deras menyebabkan 39 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menanggapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat bunuh diri. Ia menyinggung soal bansos.
Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT