News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ayah Gamma Minta Kapolri Copot Kapolrestabes Semarang, Kuasa Hukum Pertanyakan Kronologis Penembakan

Ayah dari Gamma, Andi Prabowo, dengan tegas meminta Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, dicopot dari jabatannya. 
Selasa, 10 Desember 2024 - 15:09 WIB
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Ayah dari Gamma, Andi Prabowo, dengan tegas meminta Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, dicopot dari jabatannya. 

Menurut Andi, Irwan dinilai berupaya menutup-nutupi kasus penembakan yang dilakukan oleh bawahannya hingga merenggut nyawa Gamma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau bisa, dicopot saja," ujar Andi saat menghadiri sidang etik Aipda Robig Zaenudin, pelaku penembakan Gamma, di Mapolda Jawa Tengah, Senin (9/12/2024) malam.

Andi mengaku akan merasa lebih lega jika Kombes Irwan dicopot. 
 

tvonenews

Namun, terkait kemungkinan melaporkan Irwan secara pidana, ia masih mempertimbangkan langkah tersebut. 

"Masih pikir-pikir dulu," katanya.

Di sisi lain, kuasa hukum keluarga Gamma, Zainal Abidin, mengkritisi perbedaan kronologis penembakan yang disampaikan Kombes Irwan Anwar dan Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Aris Supriyono, saat rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI pada 3 Desember 2024.

"Ada apa ini? Sama-sama polisi, sama-sama perwira, kok pernyataannya beda?" ungkap Zainal.

Menurutnya, kronologis yang disampaikan Aris Supriyono adalah hasil investigasi langsung dari pelaku, Aipda Robig. 

"Kalau begitu, Kapolrestabes dapat informasi dari mana? Harus hati-hati, karena kasus ini sudah menjadi perhatian publik. Jangan ada yang ditutup-tutupi atau dilebih-lebihkan," tegas Zainal.

Ia juga menyoroti alasan di balik aksi brutal Aipda Robig yang menembak Gamma hanya karena sepeda motornya bersenggolan. 

"Kalau motor kena pepet, masa reaksinya harus sebrutal itu? Kan tidak boleh seperti itu," ucap Zainal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zainal menambahkan bahwa polisi yang memegang senjata seharusnya sudah lulus uji kejiwaan dan kemampuan. 

"Kalau begitu, bagaimana ceritanya? Kapolrestabes juga harus ikut bertanggung jawab. Kemarin dia bilang siap dievaluasi. Kalau menurut saya, evaluasi saja tidak cukup dicopot saja," pungkasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

KAI Bandara mencatat pertumbuhan positif jumlah pengguna KA Bandara YIA Reguler (PSO) sepanjang periode 1 Januari–31 Agustus 2026 sebanyak 1.230.728 penumpang
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

Isu terkait dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan TPPU yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan.
Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi unjuk rasa.
Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) & Bea Cukai Bandar Lampung musnahkan barang kena cukai (BKC) berupa 44.698.060 batang rokok
KLH Dukung PPLI Perkuat Pengelolaan Limbah PCB, Targetkan Zero PCB 2028

KLH Dukung PPLI Perkuat Pengelolaan Limbah PCB, Targetkan Zero PCB 2028

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan komitmennya mendukung PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) dalam memperkuat kapasitas pengelolaan limbah

Trending

Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

KAI Bandara mencatat pertumbuhan positif jumlah pengguna KA Bandara YIA Reguler (PSO) sepanjang periode 1 Januari–31 Agustus 2026 sebanyak 1.230.728 penumpang
Kasus Pungli Rekrutmen Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Sistem Dievaluasi

Kasus Pungli Rekrutmen Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Sistem Dievaluasi

DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen tenaga kerja di lingkungan pemerintah daerah.
Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi unjuk rasa.
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) & Bea Cukai Bandar Lampung musnahkan barang kena cukai (BKC) berupa 44.698.060 batang rokok
KLH Dukung PPLI Perkuat Pengelolaan Limbah PCB, Targetkan Zero PCB 2028

KLH Dukung PPLI Perkuat Pengelolaan Limbah PCB, Targetkan Zero PCB 2028

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan komitmennya mendukung PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) dalam memperkuat kapasitas pengelolaan limbah
BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

Isu terkait dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan TPPU yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan.
Selengkapnya

Viral