News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

HKBP dan PBNU Kampanyekan Merawat Bumi untuk Jaga Lingkungan Hidup di Sumut, Ephorus Pdt Victor: Tutup TPL!

Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dan Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan, sepakat kampanyekan merawat bumi untuk menjaga lingkungan hidup di Sumut
Rabu, 18 Juni 2025 - 15:38 WIB
HKBP dan PBNU Kampanyekan Merawat Bumi untuk Jaga Lingkungan Hidup di Sumut, Ephorus Pdt Victor: Tutup TPL!
Sumber :
  • tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf dan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Victor Tinambunan  beserta jajarannya, dan Tokoh Nasional, Dr Effendi MS Simbolon, sepakat kampanyekan merawat bumi untuk menjaga lingkungan hidup di Sumatera Utara (Sumut).

Hal tersebut disampaikan pengurus PBNU dan Ephorus HKBP dalam pertemuan silaturahmi di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai pertemuan tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf mnegucapkan, rasa syukur dan mendapat kehormatan karena dapat kunjungan dari Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Victor Tinambunan  beserta jajarannya, dan Tokoh Nasional, Dr Effendi MS Simbolon. 

Selain itu, ia juga menyingung soal pertemuan tersebut mereka saling diskusi tentang berbagai hal yang memerlukan kerjasama antara PBNU dengan HKBP untuk mengupayakan jalan  keluar dari masalah yang ada.

"Dalam dekat ini juga kami Nahdlatul Ulama (NU) akan membuat kesepakatan kerjasama dengan HKPB, karena NU sendiri mengartikulasikan sangat serius di tengah berbagai masalah masyarakat agama harus hadir sebagai sumber solusi."

"Dan jangan sampai agama dipandang menjadi bagian dari masalah, maka kita perlu kerjasama antar komunitas agama ini," jelas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf.

Kemudian disinggung soal diskusi soal terkait apa, ia menjawab, banyak hal.

"Kita ini masyarakat banyak masalah, ada masalah antara hubungan umat beragama, kasus kesulitan mendirikan rumah ibadah muncul, kasus-kasus yang lingkungan, kasus eknomi, Pendidikan, Kesehatan dan banyak hal yang diskusikan," jelasnya.

"Jadi kalau diupayakan bersama kan lebih baik," lanjutnya.

Kemudian, disinggung soal HKBP sebelumnya bertemu dengan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menbahas kerusakan lingkungan di Danau Toba, yang diduga dibuat TPL.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf juga membenarkan bahwa pihaknya dengan HKBP juga mebahas soal permasalahan tersebut.

"Ya kami juga membahas itu, dan perlunya suatu konsesus yang rasional mengenai hal tersebut. Bagaimana kita harus menjaga lingkungan hidup dan pada saatnya yang sama ada kebutuhan untuk memanfaatkan kekayaan alam di Indonesia ini untuk kemakmuran rakyat," bebernya.

- Ephorus HKBP Serukan Tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL)

Dalam hal ini, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Victor Tinambunan menjelaskan, pihak HKBP berterimakasih kepada PBNU telah menerima silaturahminya. 

Di samping itu, Ephorus Pdt Victor Tinambunan juga menekankan kepada Ketum PBNU, bahwa saat ini HKBP berusaha ikut arak-arakan bangsa Indonesia ini, termasuk membuat Indonesia damai dalam antara umat beragama.

"Bahkan, tak lain soal melestarikan alam Indonesia ini secara umum. Tetapi, karena secara khusus saya sendiri datang dari Tapanuli Raya, dan diskusi dengan Gus Yahya bahwa HKBP menyerukan untuk menutup TPL," jelas Ephorus Pdt Victor Tinambunan.

"Karena kami melihat TPL itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya di tanah batak dan juga Danau Toba yang sangat tercemar, jadi hal itu yang saya diskusikan dengan Gus Yahya," tambahnya.

Selain itu, ia juga membernarkan pada tahun 2021 HKBP dengan PBNU sudah mendatangani MoU dan ia akui sangat baik apa yang disampaikan Gus Yahya soal untuk menindaklanjuti baik kedua belah pihak antara HKBP dan PBNU terkait MoU selanjutnya.

Tak hanya itu saja, ia juga tekankan lagi, bahwa saat ini soal TPL, HKBP tidak mau mengutuk tetapi pihaknya bersikap menolak segala bentuk dari kerusakan alam.

"Jadi selama 35 tahun kehadiran PT TPL di tanah Batak, dari pengalaman empiris kami dan dari pemberitaan media dan juga dari hasil studi, kesimpulan tadi, tanah Batak sekarang hutanya sudah hampir habis."

"Namun, sekarang malah ada eucalyptus dan eucalyptus ini merusak alam, karena sungai-sungai kecil sudah habis  dan sungai besar debit airnya sudah berkurang. Sehingga musim kemarau sungai mengering, dan musim hujan sungai meluap dan terjadi longsor," pungkasnya.

Di sisi lain, saat disinggung soal nilai agama kepada Gus Yahya terkait kerusakan lingkungan yang ada di Danau Toba. 

Gus Yahya katakan, kalau terkait wacana kerusakan lingkungan secara luas, dengan merujuk tradisi dari NU sendiri punya tradisi dari 4 prinsip.

"Pertama adalah, tasamuh, toleran, yang kedua tawajud, yakni seimbang, dan ketiga tawasuth, yakni tengah, dan keempat i'tidal yang adil."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semua masalah haru kita dalam prespektif NU harus dihadapi dengan prinsip itu," tambahnya.

Namun, soal alam, soal industir dan apapun yang ada permasalahan di masyarkat, kata dia, harus dipandang dan disikapi dengan hal itu. (aag)  

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lima Orang PMI Ilegal Bersama Nahkoda Kapal Diamankan TNI AL dan Tim BAIS di Karimun

Lima Orang PMI Ilegal Bersama Nahkoda Kapal Diamankan TNI AL dan Tim BAIS di Karimun

Tim Gabungan Quick Response Region Naval Command IV Lanal Tg. Balai Karimun bersama Tim 3 BAIS TNI berhasil mengamankan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural
19 Siswa SMA Taruna Kasuari Terindentifikasi Lakukan Kekerasan pada Juniornya

19 Siswa SMA Taruna Kasuari Terindentifikasi Lakukan Kekerasan pada Juniornya

Polresta Manokwari, Papua Barat mengidentifikasi 19 siswa SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara, diduga melakukan kekerasan terhadap adik kelasnya.
Ironis, 19 Siswa dan 3 Siswi SMP Dicabuli Dua Guru Ekstrakurikuler di Indramayu

Ironis, 19 Siswa dan 3 Siswi SMP Dicabuli Dua Guru Ekstrakurikuler di Indramayu

Ironis, 19 siswa dan 3 siswi SMP dicabuli dua guru ekstrakurikuler di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kasus ini pun menyedot perhatian publik. Pasalnya kasus
Alarm Bahaya! Menteri LH Ungkap Luas Karhutla Melonjak Berkali Lipat hingga  52 Ribu Hektare

Alarm Bahaya! Menteri LH Ungkap Luas Karhutla Melonjak Berkali Lipat hingga  52 Ribu Hektare

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq meminta seluruh unsur terkait, hingga ke tingkat lapangan, segera diaktifkan untuk memperkuat penanganan karhutla yang kian meluas.
Bukti Dugaan Pemotongan Video Ceramah JK di UGM sedang Dianalisa Polda Metro

Bukti Dugaan Pemotongan Video Ceramah JK di UGM sedang Dianalisa Polda Metro

Polda Metro Jaya masih mendalami laporan dugaan pemotongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), yang disebut telah memicu kegaduhan. 
Karhutla di Riau Dinilai Mengkhawatirkan, Menteri LH Minta Pihak Terkait Respons Cepat dan Deteksi Dini

Karhutla di Riau Dinilai Mengkhawatirkan, Menteri LH Minta Pihak Terkait Respons Cepat dan Deteksi Dini

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq merespons ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau yang terjadi di Indonesia.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Selengkapnya

Viral