News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Merasa Ada Kejanggalan di TKP, Eks Kabareskrim Nilai Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru termasuk Kasus Mudah: Yakin 80 Persen...

Tak diduga, Eks Kabareskrim Susno Duadji ikut menyoroti soal kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan.
Rabu, 23 Juli 2025 - 01:30 WIB
Merasa Ada Kejanggalan di TKP, Eks Kabareskrim Nilai Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru termasuk Kasus Mudah: Yakin 80 Persen...
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com- Kasus kematian Diplomat Kemlu Arya Daru terus menarik perhatian publik, hingga berbagai pihak. Salah satunya, mantan kabreskrim ini.

Tak diduga, Eks Kabareskrim Susno Duadji ikut menyoroti soal kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merasa Ada Kejanggalan di TKP, Eks Kabareskrim Nilai Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru termasuk Kasus Mudah: Yakin 80 Persen...
Merasa Ada Kejanggalan di TKP, Eks Kabareskrim Nilai Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru termasuk Kasus Mudah: Yakin 80 Persen...
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com

 

Dalam keterangannya, Susno menyampaikan penilaiannya soal Arya Daru ditemukan di kamar kosnya daerah Gondangdia, Jakarta Pusat, 8 Juli 2025 lalu.

Seperti diketahui, kematian Arya Daru dianggap tak wajar karena ditemukan dengan Kepala dan Wajah terlilit lakban kuning. Lalu, tubuhnya berbaring dan tertutup selimut.

Atas keterangan itu, Susno Duadji menilai bahwa sejak awal ditemukan kondisi diplomat Arya Daru itu sudah tidak lazim, alias ada kejanggalan. 

"Kalau datang ke TKP kejanggalan ada. Sesuatu yang tidak lazim, sesuatu tidak biasa, kok dipasang lakban? Seperti barang ya yang mau dikirim," kata Susno, dalam program Fakta tvOne, dikutip Selasa (22/7/2025)

Jika dikaitkan dengan backgroundnya, sebagai bekas penyidik bareskrim, Susno dengan santai menilai walaupun janggal namun kasus kematian Arya Daru mestinya tidak sulit terungkap.

Pasalnya, semua hal yang dibutuhkan dalam penyelidikan sudah didapatkan, yakni jenazah masih utuh, serta ada CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Yang kedua CCTV ada, yang ketiga HP ada, yang keempat lakban ada, yang kelima sidik jari ada, yang keenam yang nantinya visum luar dan visum dalam. Ini yang akan menjawab apa penyebab kematian," ungkapnya.

Di sisi lain, baru-baru ini ,pihak Komisioner Kompolnas Choirul Anam mendatangi lokasi TKP Arya Daru meninggal.

Mendadak Cek Langsung ke TKP, Kompolnas Beri Informasi Baru Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru
Mendadak Cek Langsung ke TKP, Kompolnas Beri Informasi Baru Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru
Sumber :
  • Istimewa

 

Dalam kesempatan tersebut, Anam mengatakan bahwa pengecekan ini dilakukan usai pihaknya, mendapat informasi baru dari hasil pendalaman di Yogyakarta yakni kediaman keluarga Arya Daru. 

"Kami melakukan pendalaman apa yang sudah kami dapat di Yogya, termasuk informasi awal yang sebelumnya kami dapat," kata Komisioner Kompolnas Choirul Anam kepada wartawan, Selasa (22/7/2025). 

Diketahui, Lokasi TKP kematian Arya Daru di kamar Indekos Jalan Gondangdia Kecil No.22, Menteng, Jakarta Pusat, didatangi secara mendadak Kompolnas pada Selasa (22/7/2025).

Sayangnya Anam, juga belum mengungkap secara detail mengenai informasi baru yang dimaksud. Dia mengatakan akan mengecek lingkungan sekitar indekos korban, termasuk yang terekam dalam CCTV.

"Cek lokasi, cek detail kamar, cek apa yang ada di CCTV dan sebagainya," jelas Anam. 

Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri RI telah menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dari seorang diplomat fungsional. 

Juga diketahui, Diplomat Kemlu ini memiliki tugas cukup strategis. Dia bertugas menangani isu-isu yang berkaitan dengan pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

Bahkan mendiang Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan juga pernah menjadi saksi dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

Kendatinya, pihak Kemenlu meminta publik tak mengaitkan kematian Arya Daru dengan tugas yang pernah dijalani. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pernah (jadi saksi kasus TPPO), tapi itu jangan dikait-kaitkan. Kami lihat nunggu hasil penyelidikan polisi. Kita jangan berspekulasi," kata kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugroho di Yogyakarta pada Rabu, 9 Juli 2025. (klw)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diringkus Saat Lagi Ujian Sekolah, Dua Pelajar SMK Jadi Tersangka Pembacokan Siswa di Palmerah

Diringkus Saat Lagi Ujian Sekolah, Dua Pelajar SMK Jadi Tersangka Pembacokan Siswa di Palmerah

Dua siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) berinisial AS dan MF tak berkutik saat polisi menjemput mereka di tengah pelaksanaan ujian sekolah, Rabu (10/6). 
MU Resmi Tendang Jadon Sancho, Winger Rp1,4 Triliun secara Gratis

MU Resmi Tendang Jadon Sancho, Winger Rp1,4 Triliun secara Gratis

Selesai sudah saga transfer penuh drama di Old Trafford. Manchester United (MU) resmi mengonfirmasi bahwa winger mahal mereka, Jadon Sancho, bakal angkat kaki dari klub dengan status bebas transfer alias gratis setelah kontraknya habis.
KPK Geledah Ruangan Mantan Menteri Imipas Silmy Karim, Ditemukan Uang Puluhan Juta Rupiah

KPK Geledah Ruangan Mantan Menteri Imipas Silmy Karim, Ditemukan Uang Puluhan Juta Rupiah

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terhadap rumah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim di wilayah Jakarta Selatan.
Soal Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil, Kapolri: Sepanjang Ada Permintaan, Kita Akan Berikan

Soal Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil, Kapolri: Sepanjang Ada Permintaan, Kita Akan Berikan

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri tidak berniat mengambil posisi jabatan orang lain dalam penempatan di luar struktur.
Pesan Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Banyak Dosanya, Jangan Coba-coba Langgar Hukum

Pesan Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Banyak Dosanya, Jangan Coba-coba Langgar Hukum

Prabowo mengajak dunia usaha, khususnya HIPMI, agar tidak mencari celah pelanggaran serta mempercepat pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hasil Lengkap FIFA Matchday Tim ASEAN, Vietnam Pilih Jadi Mata-mata hingga Timnas Indonesia Menang Back To Back

Hasil Lengkap FIFA Matchday Tim ASEAN, Vietnam Pilih Jadi Mata-mata hingga Timnas Indonesia Menang Back To Back

Tak seluruhnya tim ASEAN unjuk gigi dalam laga internasional. Termasuk Vietnam dan Malaysia yang memilih untuk absen dengan alasan masing-masing. 

Trending

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief buka suara soal beredarnya puluhan nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Diantaranya yakni Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang hingga Ibunda Seskab Teddy Indra Wijaya.
Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Beckham Putra Nugraha sengaja menghampiri oknum suporter yang berada di tribun penonton setelah oknum tersebut mengacungkan jari tengah ketika Timnas Indonesia tengah berkeliling Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta usai laga melawan Mozambik, Selasa (10/6/2026). 
Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi membeberkan hasil pemeriksaan terhadap seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM dalam dugaan kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha.
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Australia dan Kamboja menjadi dua tim terakhir yang bergabung dengan Timnas Indonesia U-19 dan Thailand yang sudah lebih dahulu menyegel slot babak semifinal Piala AFF U-19 2026. 
Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Salah satu media Vietnam menyoroti komposisi pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday. Media tersebut juga request susunan pemain di FIFA ASEAN Cup 2026
Sarwendah Terancam Kehilangan Hak Asuh Thalia dan Thania Buntut Berkonflik dengan Ruben Onsu? Komnas PA Bilang Begini

Sarwendah Terancam Kehilangan Hak Asuh Thalia dan Thania Buntut Berkonflik dengan Ruben Onsu? Komnas PA Bilang Begini

Sarwendah terancam kehilangan hak asuh Thalia dan Thania. Ketua Umum Komnas PA Agustinus Sirait, S.E. sebut gugatan Ruben Onsu sah secara hukum.
Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Kehadiran pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik di GBK saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik menjadi sorotan media Vietnam. Mereka kaget bukan main.
Selengkapnya

Viral