Dengan Suara Bergetar, Ema Tak Rela Haji Sahroni Sekeluarga Tewas Terkubur dalam Satu Lubang di Indramayu: Lihat yang Kecil...
- Kolase tvOneNews & Istimewa
Indramayu, tvOnenews.com - Ema, kerabat Haji Sahroni sekeluarga tidak terima temannya ditemukan tewas terkubur di dalam satu liang lahat atau lubang.
Ema sebagai salah satu warga yang menemukan jasad Haji Sahroni dan empat keluarganya tak kuasa menahan isak tangisnya.
Menurut Ema, kasus kematian Haji Sahroni sekeluarga bagian dari tindakan pembunuhan.
Ema menambahkan, kematian satu keluarga Haji Sahroni dianggap tidak lazim karena semua jasad yang ditemukan sudah memunculkan aroma busuk.
"Intinya sih saya lihat sadis banget, itu semua sekeluarga dibunuh semua," kata Ema kepada Tim tvOne ditampilkan dalam program Kabar Utama tvOne, Rabu (3/9/2025).

- Tangkapan layar tvOne
Â
Sambil menangis, Ema mengatakan, dirinya dan semua tetangga tidak menerima dengan kasus kematian Haji Sahroni sekeluarga.
"Saya tuh merasa nggak rela. Saya minta seharusnya semua warga dilindungi, tapi malah diambil oleh orang jahat," tuturnya dengan suara bergetarnya.
Ema melanjutkan, sampai sekarang dirinya bertanya-tanya kenapa Haji Sahroni sekeluarga tewas secara mengenaskan.
Ia juga tidak kuasa melihat kedua cucu Haji Sahroni juga tewas dan terkubur di dalam satu lubang yang sama.
"Itu yang kecil-kecil yang umur delapan bulan, yang umur tujuh tahun tewas, saya nggak terima, sakit hati saya," jelasnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno mengatakan, jenazah Haji Sahroni dan empat keluarganya ditemukan tetangga dan warga.
Jasad satu keluarga Haji Sahroni ditemukan tewas terkubur dalam satu lubang di dekat rumahnya di Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu pada Senin (1/9/2025).
"Diduga kelima jenazah tersebut adalah satu keluarga yang menempati rumah tersebut, yang terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak," kata AKP Tarno.
Identitas lima jenazah keluarga Haji Sahroni tersebut, di antaranya Sahroni (70), Budi (45) anak sahroni, Euis (40) istri Budi, dan dua cucu Sahroni, Ratu (7) dan bayi 8 bulan.
Salah satu tetangga korban, Sohib mengungkap awal mula kecurigaan kasus kematian ini bermula dari seorang tetangga Haji Sahroni, Ayu.
Ayu sebagai tetangga sebelah korban kerap menghubungi menantu Haji Sahroni, Euis (40). Ia ingin Ratu berangkat sekolah bersama anaknya.
Kata Sohib, Euis susah dihubungi via telepon hingga pesan WhatsApp, sehingga mengadu kepada Ema selaku kerabat Haji Sahroni.
Sohib menjelaskan, Ema langsung mengajak warga ke kediaman korban sekitar pukul 17.30 WIB.
Menariknya, Ema dan warga sama sekali tidak menemukan jejak kehidupan di rumah Haji Sahroni.
Kasus kematian ini mulai terungkap saat Ayu dan Ema mencurigai ada bau busuk di sekitar pelataran rumah korban.
"Cuma dari salah satu warga, Ibu Ayu dan Ema mencium bau busuk, akhirnya saudaranya dan warga setempat mencari tahu bau busuk tersebut," kata Sohib di program Kabar Utama Pagi tvOne.
Lebih lanjut, Sohib menceritakan sumber bau busuk tersebut di area pepohonan halaman rumah korban.
Ema dan keluarga korban teriak histeris akibat ada kaki yang terkubur dalam gundukan tanah di bawah pepohonan tersebut.
Sohib menambahkan, kaki yang muncul dari gundukan tanah itu milik almarhum Haji Sahroni.
"Ibu Ema dan keluarga lari berhamburan keluar mencari bantuan sama warga, seperti membawa cangkul," tukasnya.
Terkini, jenazah Haji Sahroni dan empat keluarganya telah dimakamkan di TPU Nyairesik, Desa Sindang, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (3/9/2025).
(hap)
Load more