GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Terduga, Sempat-sempatnya Dua Pelaku Pembunuhan Haji Sahroni dan Keluarga di Indramayu Merapikan Rumah hingga "Staycation" di Hotel

Tak terduga, sempat-sempatnya dua pelaku pembunuhan Haji Sahroni dan keluarga di Indramayu ini merapikan rumah hingga staycation di hotel.
Rabu, 10 September 2025 - 11:12 WIB
Dua pelaku pembunuhan Haji Sahroni dan keluarga di Indramayu
Sumber :
  • Rubby Jovan-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Tak terduga, sempat-sempatnya dua pelaku pembunuhan Haji Sahroni dan keluarga di Indramayu ini merapikan rumah hingga “staycation” di hotel.

Hal ini terungkap saat Polda Jabar merilis kasus penemuan lima jasad dalam satu lubang di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, pada awal September 2025 ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun lima jasad itu antara lain Haji Sahroni, Budi Awaludin, Euis Juwita, RA (7) dan seorang bayi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan detail kasus ini secara terperinci.

tvonenews

Kasus pembunuhan Haji Sahroni ini berawal saat pelaku R menyewa mobil milik Budi.

Saat hendak dikembalikan, mobil tersebut mogok. Pelaku R protes kepada Budi dan meminta uangnya kembali.

"Budi menolak dengan alasan uang sudah dipakai untuk belanja sembako. Merasa kesal, pelaku R merencanakan pembunuhan dengan mengajak pelaku P," ujarnya, Selasa (9/10/2025).

Pelaku R mulai menjalankan rencananya pada Rabu (27/8/2025).

Saat itu dia mengiming-imingi pelaku P sejumlah uang, yakni Rp100 juta untuk ikut membantu menghabisi korban.

Dia juga memerintahkan untuk membeli pacul yang nantinya dipakai mengubur korban.

Rencana terus berlanjut. Pada Jumat (29/8/2025) dini hari, pelaku R tiba-tiba mengajak Budi bekerja sama dalam bisnis minyak goreng.

Berdalih hendak menunjukkan sebuah gudang untuk bisnisnya nanti, pelaku R malah menghantam kepala Budi menggunakan pipa besi hingga tersungkur.

Setelah Budi tidak berdaya, pelaku R masuk ke kamar lain.

Pelaku R lalu memukul Haji Saroni, menyerang Euis Juwita dan anak berinisial RA (7) yang sedang tertidur hingga tewas.

Sementara itu, pelaku P menenggelamkan korban bayi B ke bak mandi.

“Usai menghabisi korban, keduanya mengambil uang tunai Rp7 juta dan tiga ponsel. Salah satunya milik Budi yang dipakai R,” jelasnya.

Hendra mengatakan, setelah eksekusi, pelaku R dan P membawa mobil korban.

Mereka bahkan sempat menginap di hotel di Jatibarang. Lalu, emas rampasan dijual pelaku P seharga Rp3 juta untuk membeli terpal.

Rencana selanjutnya dilancarkan pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Pelaku R dan P menyeret jasad korban menggunakan terpal ke halaman belakang lalu dikubur dalam satu lubang.

“Mereka kemudian merapikan rumah, membawa mobil korban dan membuang pipa besi ke Sungai Cimanuk,” terangnya.

Saat pelarian, Hendra mengatakan pelaku R dan P berpindah-pindah ke Semarang, Demak, Surabaya hingga kembali lagi ke Indramayu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mereka akhirnya kembali ke Kecamatan Kedokanbunder, Indramayu dengan rencana berangkat ke laut sebagai anak buah kapal. Namun, pelarian berakhir setelah polisi menangkap keduanya pada Senin (8/9/2025) pukul 02.30 WIB,” ungkapnya.

Pelaku R dan P pun dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara serta Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (ant/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menlu Sugiono Bertemu Utusan Palestina di New York, RI Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Menlu Sugiono Bertemu Utusan Palestina di New York, RI Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melakukan pertemuan dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Menteri Riyad Mansour, di Kantor Perwakilan Palestina di New York.
Momen Hari Raya Imlek 2026, Puluhan Warga Binaan Beragama Konghucu Dapat Remisi

Momen Hari Raya Imlek 2026, Puluhan Warga Binaan Beragama Konghucu Dapat Remisi

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) memberikan Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana (PMP) kepada 44 narapidana pemeluk agama Konghucu di Hari Raya Imlek 2026.
Pemain Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Pacar

Pemain Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Pacar

Pemain Timnas Indonesia, Ricky Pratama dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya. PSM langsung memanggil sang pemain dan memantau proses hukum.
Kopi Cak Bhabin Jadi Sarana Personel Polri Dekat dengan Warga

Kopi Cak Bhabin Jadi Sarana Personel Polri Dekat dengan Warga

Polda Jawa Timur (Jatim) melalui Bhabinkamtibmas terus melakukan pendekatan dengan masyarakat. Salah satunya adalah dengan program Kobin atau Kopi Cak Bhabin.
Puluhan Warga Binaan Beragama Konghucu dapat Remisi, Dirjenpas: Untuk Perbaiki Diri di Tengah Masyarakat

Puluhan Warga Binaan Beragama Konghucu dapat Remisi, Dirjenpas: Untuk Perbaiki Diri di Tengah Masyarakat

Ditjenpas sebut pemberian remisi khusus dan pengurangan masa pidana terhadap 44 warga binaan beragama konghucu di Hari Raya Imlek 2026 merupakan bagian dari..
Khusus di Hari Raya Imlek 2026, Keluarga dan Kerabat Tahanan KPK Dapat Bertemu Selama Dua Jam

Khusus di Hari Raya Imlek 2026, Keluarga dan Kerabat Tahanan KPK Dapat Bertemu Selama Dua Jam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beri keleluasaan terhadap keluarga dan kerabat untuk menemui para tahanan di Hari Raya Imlek 2026.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT