GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menguak Tabir Kasus Tewasnya Timothy, Kemendiktisaintek Lontarkan Perintah Tegas ke Udayana

Menguak tabir kasus tewasnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) bernama Timothy Anugerah Saputra. Kini, Kemendiktisaintek berikan perintah tegas ke Udayana
Minggu, 19 Oktober 2025 - 17:27 WIB
Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Sosiologi Universitas Udayana (Unud), Bali
Sumber :
  • Kolase Instagram/@8_11_timothyanugerah & Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Menguak tabir kasus tewasnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) bernama Timothy Anugerah Saputra. Kini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berikan perintah tegas terhadap  Universitas Udayana (Unud).

Diketahui, Timothy diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai empat Gedung Fisip Unud, Denpasar, Rabu (15/10/2025), karena menjadi korban perundungan atau bullying. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas kejadian itu, Kemendiktisaintek menyampaikan dukacita atas meninggalnya Timothy.

"Kemdiktisaintek turut berdukacita atas wafatnya saudara Timothy, mahasiswa Universitas Udayana," beber Dirjen Dikti Kemendiktisaintek Khairul Munadi kepada wartawan, Minggu (19/10/2025).

Khairul menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pimpinan universitas. 

Kemendiktisaintek berharap, penanganan kasus ini bisa dilakukan dengan baik, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami percaya pihak kampus akan menempuh langkah yang bijak, transparan, dan berkeadilan, dengan tetap mengutamakan perlindungan serta pemulihan suasana akademik yang aman bagi seluruh sivitas," ujarnya.

Kronologi Tewasnya Timothy

Timothy Anugrah Saputra, nama yang kini sedang ramai diperbincangkan warganet. Pasalnya, Timothy diduga melompat dari lantai dua gedung FISIP di Kampus Sudirman, Denpasar, Bali, pada Rabu (15/10/2025) sekira pukul 09.00 WITA dan kabar itu viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, akibat insiden itu, Timothy mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh.

"Patah tulang lengan kanan, patah paha kanan, patah tulang panggul," ujar Humas RSUP Prof IGNG Ngoerah, I Dewa Ketut Kresna.

Lanjutnya menjelaskan, Timothy sempat dibawa ke rumah sakit dan tiba pukul 09.44 WITA. Nahas, nyawanya tidak tertolong.

Sementara menurut salah satu saksi berinisial NKGA (21), Timothy terlihat keluar dari arah lift kampus dan membawa tas ransel serta memakai baju putih.

Dia mencurigai gerak-gerik Timothy yang tampak panik seperti melihat situasi di sekitar kampus.

Namun, dirinya tidak terlalu memperdulikan tingkah laku Timothy tersebut karena tidak mengenalnya.

Kemudian, beberapa saat kemudian, saksi lain berinisial D, sempat melihat sepasang sepatu yang tergeletak di tempat duduk yang sempat disinggahi oleh Timothy.

Ada dugaan sepatu tersebut milik Timothy yang dilepas sebelum diduga dirinya mengakhiri hidup.

Selain itu, Wakil Rektor Unud, Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, menyebut Timothy sempat mondar-mandir di lantai empat Gedung FISIP Unud.

Wirya mengatakan gerak-gerik Timothy tersebut dilihat oleh sejumlah mahasiswa.

"Jadi ini (kejadian) saat jam perkuliahan. Sehingaga, di lantai empat FISIP itu hanya ada beberapa orang mahasiswa yang melihat Timothy mondar-mandir," ujarnya seperti dikutip dari program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Minggu (19/10/2025).

Kemudian, ditemukanlah tas dan sepatu yang diduga milik Timothy di sekitar gedung lantai empat FISIP Unud.

Lalu, Wirya mengungkapkan dosen hingga mahasiswa lain yang berada di lantai satu kaget ketika ada seseorang terjatuh dari lantai atas yang ternyata adalah Timothy.

Pada momen tragis itu, Wirya menuturkan Timothy masih dalam kondisi sadar meski terjatuh dari lantai empat Gedung FISIP Unud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan (Timothy) tergeletak di depan pintu masuk FISIP Unud dan masih dalam kondisi sadar. Setelah itu langsung dibawa ke IGD RS Ngoerah untuk mendapatkan penanganan medis," beber Wirya.

Wirya juga menjelaskan sebelum diduga mengakhiri hidup, Timothy sempat mengaku kepada ibunya akan melakukan bimbingan skripsi. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Peran keluarga kini menjadi benteng utama dalam melindungi anak generasi muda dari ancaman judi online (judol) dan penipuan digital. 
Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Massa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Penyelamat Luwu Timur (HMPLT) mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Lomba Cerdas Cermat yang diadakan MPR RI jadi sorotan publik setelah dewan juri menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak. Ketua MPR sikapi permohonan maaf juri
Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.
Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Pemerintah berencana melakukan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).
Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Ketua PWNU Jateng, Gus Rozin membantah Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati milik Kiai Ashari, tersangka kasus pencabulan santriwati bagian dari NU.

Trending

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Selengkapnya

Viral