Bencana di Sumatera Rusak 213 Ribu Rumah, Mendagri Tito Sebut Aceh Paling Parah
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Skala kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera terungkap signifikan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan total rumah warga yang terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera mencapai ratusan ribu unit, dengan Provinsi Aceh mencatat tingkat kerusakan paling berat.
Laporan tersebut disampaikan Tito dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Berdasarkan data sementara pemerintah, jumlah rumah yang terdampak bencana di wilayah Sumatera mencapai sekitar 213.000 unit.
“Total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000,” ujar Tito, dikutip Selasa (2/1/2026).
Dari keseluruhan angka tersebut, Aceh menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi. Tito mengungkapkan laporan terkini mencatat puluhan ribu rumah di provinsi tersebut mengalami kerusakan berat akibat banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami melaporkan bahwa per hari ini khusus Aceh saja, rumah yang rusak berat tercatat 61.795 rumah,” jelasnya.
Namun demikian, Tito menegaskan tidak seluruh warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat mengajukan permohonan untuk menempati hunian sementara (Huntara) yang disediakan pemerintah. Sebagian warga memilih alternatif lain sambil menunggu proses pemulihan.
“Dari 61.795 rumah tersebut, yang meminta hunian sementara, Bapak, itu tercatat ada 23.432 rumah,” ungkap Tito.
Ia menambahkan, sebagian masyarakat terdampak memilih tinggal sementara bersama keluarga atau kerabat terdekat. Kondisi tersebut turut menjadi bagian dari catatan resmi pemerintah dalam proses pendataan dan penyaluran bantuan.
“Jadi kami laporkan bahwa tidak semua masyarakat terdampak itu mau tinggal di Huntara, Bapak. Ada juga yang memilih tinggal dengan keluarganya, tercatat di kami ada 11.414 orang,” pungkasnya.
Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam menyusun langkah lanjutan penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya Aceh yang terdampak paling berat. (agr/nsp)
Load more