News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Dino Patti Djalal? Bapak Diaspora Indonesia yang Kritis soal Board of Peace Donald Trump

Profil Dino Patti Djalal, diplomat senior Indonesia yang menyoroti Board of Peace Donald Trump, dari pendidikan, karier, hingga kiprah globalnya.
Selasa, 27 Januari 2026 - 07:50 WIB
Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal
Sumber :
  • VIVA

Jakarta, tvOnenews.com – Nama Dino Patti Djalal kembali menjadi perbincangan publik setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI itu menyampaikan kritik terbuka terhadap rencana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace, forum perdamaian global yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Melalui unggahan di media sosial X pada Jumat, 23 Januari 2026, Dino Patti Djalal menilai informasi terkait Board of Peace masih minim transparansi dan cenderung normatif. Ia meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka manfaat, risiko, serta konsekuensi politik dari keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebagai negosiator Indonesia untuk Board of Peace, Menlu perlu memberi penjelasan yang lebih mendalam,” tulis Dino. Menurutnya, publik berhak tahu apa keuntungan strategis yang didapat Indonesia dan apa yang harus dikorbankan.

Salah satu sorotan terkuat Dino Patti Djalal adalah kabar bahwa negara yang ingin menjadi anggota permanen Board of Peace harus membayar hingga US$1 miliar atau setara sekitar Rp16 triliun. Dino menilai skema tersebut berpotensi mencederai prinsip diplomasi Indonesia yang selama ini menekankan keadilan, solidaritas, dan kemanusiaan.

“Kalau benar harus membayar, menurut saya jangan,” tegas Dino Patti Djalal. Ia menilai diplomasi perdamaian tidak seharusnya dibangun atas dasar transaksi finansial, melainkan komitmen moral dan politik untuk menyelesaikan konflik secara adil.

Tak hanya soal biaya, Dino Patti Djalal juga mempertanyakan posisi dan kedaulatan Indonesia dalam Board of Peace. Ia khawatir Indonesia hanya menjadi pengikut agenda kekuatan tertentu, terutama karena forum tersebut digagas langsung oleh Presiden AS Donald Trump yang dikenal memiliki pendekatan nonkonvensional dalam politik luar negeri.

Dino juga menyinggung potensi konflik kepentingan, termasuk jika Board of Peace berubah menjadi proyek politik atau bisnis, khususnya dalam konteks rekonstruksi Gaza. Ia menegaskan pentingnya memastikan Palestina tetap menjadi subjek utama dalam setiap proses perdamaian.

Profil Dino Patti Djalal

Di balik sikap kritisnya terhadap Board of Peace, Dino Patti Djalal dikenal sebagai salah satu diplomat senior Indonesia dengan pengalaman panjang di dunia hubungan internasional. Ia lahir di Belgrade, Yugoslavia, pada 10 September 1965. Ayahnya, Hasjim Djalal, merupakan diplomat senior sekaligus pakar hukum laut internasional yang berperan penting dalam perumusan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Mengikuti tugas sang ayah, Dino Patti Djalal menghabiskan masa kecil dan remajanya di berbagai negara, mulai dari Kanada, Amerika Serikat, Singapura, hingga Eropa. Latar belakang global ini membentuk perspektif internasionalnya sejak dini.

Riwayat Pendidikan Dino Patti Djalal

Berikut pendidikan formal yang ditempuh Dino Patti Djalal:

  • SD: SD Muhammadiyah

  • SMP: SMP Al Azhar

  • SMA: McLean High School, Virginia, Amerika Serikat

  • S1: Ilmu Politik, Carleton University, Kanada

  • S2: Ilmu Politik, Simon Fraser University, Kanada

  • S3: Hubungan Internasional, London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris

Pendidikan tersebut memperkuat reputasinya sebagai akademisi sekaligus praktisi diplomasi yang matang.

Kiprah Diplomatik dan Karier Pemerintahan

Dino Patti Djalal bergabung dengan Departemen Luar Negeri RI pada 1987 saat berusia 21 tahun. Ia pernah bertugas di berbagai pos strategis, termasuk London, Dili, dan Washington DC. Namanya mulai dikenal luas publik ketika menjadi juru bicara Indonesia dalam referendum PBB di Timor Timur pada 1999.

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino Patti Djalal dipercaya menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Internasional. Puncak karier diplomatiknya terjadi saat ia menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat pada 2010–2013, di mana ia berhasil meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Komprehensif.

Pada Juni 2014, Dino Patti Djalal diangkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dan menjabat hingga Oktober 2014. Ia kemudian memutuskan pensiun dari jabatan pemerintahan pada pertengahan 2015.

Bapak Diaspora Indonesia dan Aktivis Kebijakan Luar Negeri

Dino Patti Djalal juga dikenal sebagai Bapak Diaspora Indonesia. Ia menggagas Kongres Dunia Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles pada 2012 serta mencetuskan istilah “Diaspora Indonesia.” Ia juga membentuk Indonesian Diaspora Network (IDN) di berbagai negara.

Pada 2015, Dino Patti Djalal mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), yang kini menjadi komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Indonesia dengan jaringan lebih dari 100 ribu orang. FPCI juga dikenal sebagai penyelenggara konferensi kebijakan luar negeri terbesar di dunia.

Relevansi Kritik Dino terhadap Board of Peace

Dengan latar belakang panjang di diplomasi dan kebijakan luar negeri, kritik Dino Patti Djalal terhadap Board of Peace menjadi perhatian luas publik. Baginya, keanggotaan Indonesia dalam forum internasional harus berdasarkan kepentingan nasional, keadilan global, dan kemandirian diplomasi, bukan transaksi finansial atau tekanan geopolitik.

“Rakyat Indonesia berhak mendapat penjelasan yang gamblang,” ujar Dino Patti Djalal. Menurutnya, pemerintah perlu membuka secara transparan mekanisme pengambilan keputusan, posisi Indonesia, serta hubungan Board of Peace dengan lembaga internasional lain seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam Board of Peace pada 22 Januari 2026 di sela World Economic Forum di Davos, Swiss. Pemerintah menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik di Gaza.

Namun, bagi Dino Patti Djalal, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace harus dikaji matang dan terbuka agar tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi identitas diplomasi Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Komdigi Siapkan Roadmap Perang Lawan Hoaks di Era AI, Pemerintah Kejar Disinformasi dengan Teknologi

Komdigi Siapkan Roadmap Perang Lawan Hoaks di Era AI, Pemerintah Kejar Disinformasi dengan Teknologi

Komdigi memfinalisasi Roadmap AI Nasional dan Pedoman Etika AI. Dua instrumen ini dirancang untuk memperkuat ekosistem kebijakan, riset, hingga investasi.
Saiful Mujani Dilaporkan Terkait Konten Makar, Ini Respons Polda Metro Jaya

Saiful Mujani Dilaporkan Terkait Konten Makar, Ini Respons Polda Metro Jaya

Pengamat politik senior, Saiful Mujani dilaporkan ke Polda Metro Jaya, terkait unggahan di media sosial yang memuatkan ajakan makar untuk menjatuhkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Percuma Cetak Banyak Gol kalau Tak Bisa Singkirkan Persib, Bung Binder Kirim Pesan Tegas untuk Persija Jakarta

Percuma Cetak Banyak Gol kalau Tak Bisa Singkirkan Persib, Bung Binder Kirim Pesan Tegas untuk Persija Jakarta

Bung Binder kirim pesan tegas untuk Persija Jakarta. Ingatkan Persija Jakarta jangan fokus cetak banyak gol untuk saingi Persib Bandung. Lebih baik fokus menang
Gelar Cooling System di Polres Dogiyai, Divpropam Polri Lakukan Pendekatan Humanis

Gelar Cooling System di Polres Dogiyai, Divpropam Polri Lakukan Pendekatan Humanis

Upaya memulihkan hubungan dan memperkokoh stabilitas keamanan terus dilakukan di Kabupaten Dogiyai. Kedatangan tim dari Divpropam Mabes Polri tidak hanya
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Jejak Kasus Lama Terkuak: Dari 1984 hingga 2014 Pernah Terjadi

Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Jejak Kasus Lama Terkuak: Dari 1984 hingga 2014 Pernah Terjadi

Kasus bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung kembali sorot lemahnya pengawasan. Ternyata kejadian serupa sudah pernah terjadi sejak 1984 dan 2014.
FIFA Matchday Juni Tak Lama Lagi, Ini 4 Negara Eropa yang Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia

FIFA Matchday Juni Tak Lama Lagi, Ini 4 Negara Eropa yang Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia

PSSI tengah seleksi ketat calon lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026. Empat negara Eropa gagal Piala Dunia ini bisa untuk masuk radar, siapa saja?

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Selengkapnya

Viral