GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Yuk Mengenal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

PDIP saat ini diketahui sebagai penguasa kursi pemerintahan karena mampu memenangi Pemilu 2019, baik itu perolehan kursi di DPR RI ataupun tahta kepresidenan.
Selasa, 17 Mei 2022 - 10:28 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Sumber :
  • tim tvOne

PDI kemudian terpecah menjadi dua fraksi, fraksi pimpinan Megawati dan fraksi pimpinan Suryadi. Namun, pemerintahan Orde Baru hanya mengakui PDI pimpinan Suryadi. 

Dua tahun kemudian, pemerintahan Orde Baru runtuh, hal ini ditandai dengan pengunduran diri Soeharto sebagai Presiden Indonesia pada 21 Mei 1998.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyusul pengunduran diri Soeharto, Megawati mendeklarasikan pembentukan PDIP, ia menambahkan kata "perjuangan" demi membedakan fraksi partainya dari fraksi Suryadi. Dia terpilih sebagai ketua umum PDIP pada 1999.

2. Kepesertaan Pemilu

Sejak didirikan, PDI tidak pernah mengulangi kejayaan PNI dalam kepesertaan pemilu. Tercatat pada Pemilu 1977, PDI hanya memperoleh 29 kursi dengan persentase 8,6 persen suara. Parahnya lagi, PDI tidak mencatatkan satu kemenangan pun di level provinsi.

Raihan negatif ini terulang lagi pada Pemilu 1982, dimana PDI hanya memperoleh 24 kursi dengan persentase 7,88 persen suara. Hal ini terpaut jauh dengan Partai Golkar, yang berhasil mendapatkan 242 kursi dengan persentase 64,34 persen suara.

Barulah pada Pemilu 1987, PDI mengalami peningkatan dengan memperoleh 40 kursi dengan persentase 10,93 persen suara. Selanjutnya, pada Pemilu 1992 PDI kembali mengalami peningkatan dengan memperoleh 56 kursi dengan persentase 14,89 persen suara.

Pada pemilu 1997 tepatnya setelah Peristiwa Kudatuli, PDI pimpinan Megawati yang tak diakui pemerintah Indonesia memberikan dukungan kepada Partai Persatuan Pembangunan, PDI pimpinan Suryadi sendiri hanya memperoleh 11 kursi dengan persentase 3,06 suara.

Setelah runtuhnya masa Orde Baru pada 1998, pemilu direncanakan akan diselenggarakan pada 2002. Namun, atas desakan publik untuk mengadakan reformasi terhadap hal yang berkaitan dengan Orde Baru, maka pemilihan umum dipercepat dari 2002 ke 1999.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PDIP sebagai partai yang baru dibentuk mampu memenangi Pemilu 1999 dengan memperoleh 153 kursi dengan persentase 33,74 suara. Saingan terdekat yaitu Partai Golkar mengalami penurunan signifikan dengan memperoleh 120 kursi, sebelumnya pada Pemilu 1997 Partai Golkar memperoleh 325 kursi.

Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik yang mencakup hampir semua spektrum arah politik (kecuali komunisme yang dilarang di Indonesia).
Setelahnya, pemilu kembali diadakan pada 2004. Pro dan kontra kenaikan Megawati menjadi Presiden Indonesia ke-5 mempengaruhi hasil pemilu ini. PDIP hanya mampu meraih 109 kursi dengan persentase 18,53 persen suara, mengalami penurunan yang cukup besar yakni 15,21 persen suara.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Penanganan kasus dugaan kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki babak baru. 
Diperlakukan Tak Adil oleh Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI, Peserta SMAN 1 Pontianak Justru Banjir Dukungan

Diperlakukan Tak Adil oleh Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI, Peserta SMAN 1 Pontianak Justru Banjir Dukungan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI menyita perhatian publik usai sorotan viral mengenai keputusan dewan juri menganulir jawaban seorang peserta.
Hasil Thailand Open 2026: Jafar/Felisha Melangkah Mulus ke Babak Kedua Usai Taklukan Wakil Tuan Rumah Straight Game

Hasil Thailand Open 2026: Jafar/Felisha Melangkah Mulus ke Babak Kedua Usai Taklukan Wakil Tuan Rumah Straight Game

Hasil thailand Open 2026, pertandingan dari ganda campuran antara Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melawan Makkasasithorn/Nattamon Laisuan.
Alun-alun Karawang Bikin Candu, Dedi Mulyadi Siap-siap bakal Sulap Jalan Tuparev Jadi Kota Tua Pelatan Cinta

Alun-alun Karawang Bikin Candu, Dedi Mulyadi Siap-siap bakal Sulap Jalan Tuparev Jadi Kota Tua Pelatan Cinta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) akan menata kawasan Alun-alun Karawang, khusus di Jalan Tuparev. Area ini diubah konsep Kota Tua penuh pelataran cinta.
Singgung Makna Jabatan, Sherly Tjoanda: Jika Hanya 1 Periode Biarkan 5 Tahun Kita Bermanfaat Buat Banyak Orang

Singgung Makna Jabatan, Sherly Tjoanda: Jika Hanya 1 Periode Biarkan 5 Tahun Kita Bermanfaat Buat Banyak Orang

Singgung makna jabatan kepala daerah, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda: Jika hanya 1 periode, biarkan 5 tahun itu kita bermanfaat buat banyak orang.
Mulai 16 Juni 2026, Jakarta Buka Rute Penerbangan Langsung dari Kelantan

Mulai 16 Juni 2026, Jakarta Buka Rute Penerbangan Langsung dari Kelantan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerima kunjungan Menteri Besar Kelantan, Mohd Nassuruddin Daud, di Balai Kota Jakarta pada hari ini.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral