Yuk Mengenal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
- tim tvOne
PDI kemudian terpecah menjadi dua fraksi, fraksi pimpinan Megawati dan fraksi pimpinan Suryadi. Namun, pemerintahan Orde Baru hanya mengakui PDI pimpinan Suryadi.
Dua tahun kemudian, pemerintahan Orde Baru runtuh, hal ini ditandai dengan pengunduran diri Soeharto sebagai Presiden Indonesia pada 21 Mei 1998.
Menyusul pengunduran diri Soeharto, Megawati mendeklarasikan pembentukan PDIP, ia menambahkan kata "perjuangan" demi membedakan fraksi partainya dari fraksi Suryadi. Dia terpilih sebagai ketua umum PDIP pada 1999.
2. Kepesertaan Pemilu
Sejak didirikan, PDI tidak pernah mengulangi kejayaan PNI dalam kepesertaan pemilu. Tercatat pada Pemilu 1977, PDI hanya memperoleh 29 kursi dengan persentase 8,6 persen suara. Parahnya lagi, PDI tidak mencatatkan satu kemenangan pun di level provinsi.
Raihan negatif ini terulang lagi pada Pemilu 1982, dimana PDI hanya memperoleh 24 kursi dengan persentase 7,88 persen suara. Hal ini terpaut jauh dengan Partai Golkar, yang berhasil mendapatkan 242 kursi dengan persentase 64,34 persen suara.
Barulah pada Pemilu 1987, PDI mengalami peningkatan dengan memperoleh 40 kursi dengan persentase 10,93 persen suara. Selanjutnya, pada Pemilu 1992 PDI kembali mengalami peningkatan dengan memperoleh 56 kursi dengan persentase 14,89 persen suara.
Pada pemilu 1997 tepatnya setelah Peristiwa Kudatuli, PDI pimpinan Megawati yang tak diakui pemerintah Indonesia memberikan dukungan kepada Partai Persatuan Pembangunan, PDI pimpinan Suryadi sendiri hanya memperoleh 11 kursi dengan persentase 3,06 suara.
Setelah runtuhnya masa Orde Baru pada 1998, pemilu direncanakan akan diselenggarakan pada 2002. Namun, atas desakan publik untuk mengadakan reformasi terhadap hal yang berkaitan dengan Orde Baru, maka pemilihan umum dipercepat dari 2002 ke 1999.
PDIP sebagai partai yang baru dibentuk mampu memenangi Pemilu 1999 dengan memperoleh 153 kursi dengan persentase 33,74 suara. Saingan terdekat yaitu Partai Golkar mengalami penurunan signifikan dengan memperoleh 120 kursi, sebelumnya pada Pemilu 1997 Partai Golkar memperoleh 325 kursi.
Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik yang mencakup hampir semua spektrum arah politik (kecuali komunisme yang dilarang di Indonesia).
Setelahnya, pemilu kembali diadakan pada 2004. Pro dan kontra kenaikan Megawati menjadi Presiden Indonesia ke-5 mempengaruhi hasil pemilu ini. PDIP hanya mampu meraih 109 kursi dengan persentase 18,53 persen suara, mengalami penurunan yang cukup besar yakni 15,21 persen suara.
Load more