News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ingat Lagi Pernyataan Jokowi soal Namanya Disinggung Yaqut: Ya Memang Itu Kebijakan Presiden

Jokowi merespons pernyataan Yaqut soal kuota haji tambahan 2024. Ia menegaskan kebijakan berasal dari Presiden, tanpa perintah korupsi.
Minggu, 1 Februari 2026 - 13:30 WIB
Nama Jokowi Disebut Yaqut dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Ayah Gibran: Memang Itu Arahan...
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara setelah namanya disinggung oleh mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan periode 2023–2024. Jokowi menegaskan bahwa kebijakan meminta tambahan kuota haji memang berasal dari Presiden, namun pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada Kementerian Agama (Kemenag) yang saat itu dipimpin Yaqut.

Sebelumnya, dalam sebuah siniar yang tayang di YouTube pada 15 Januari 2026, Yaqut menyebut bahwa 20 ribu kuota haji tambahan tahun 2024 diterima langsung oleh Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo. Pernyataan Yaqut itu kemudian menjadi sorotan publik seiring penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi hal tersebut, Jokowi menyampaikan klarifikasinya di Solo, Jumat (30/1). Ia membenarkan bahwa permintaan kuota haji tambahan kepada Pemerintah Arab Saudi merupakan kebijakan Presiden, namun proses teknis dan distribusinya berada di bawah kewenangan Kemenag.

“Ya, memang itu kebijakan Presiden. Memang itu arahan dari Presiden,” ujar Jokowi dikutip pada hari Minggu (1/2/2026) 

“Setelah itu, pengelolaannya saya serahkan kepada Kementerian Agama,” lanjutnya, merujuk pada kementerian yang kala itu dipimpin oleh Yaqut.

Jokowi juga menyatakan tidak keberatan jika namanya disebut-sebut dalam berbagai perkara hukum yang terjadi pada masa pemerintahannya, termasuk dalam kasus yang kini menjerat Yaqut. Menurutnya, hal tersebut wajar karena setiap program pemerintah memang berasal dari kebijakan Presiden.

“Setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya, karena apapun program kerja menteri pasti dari kebijakan Presiden, pasti dari arahan Presiden, dan juga dari perintah-perintah Presiden,” kata Jokowi.

Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang dibuatnya selama menjabat presiden bertujuan untuk melayani masyarakat dan tidak pernah disertai perintah atau arahan untuk melakukan praktik korupsi, termasuk dalam kebijakan kuota haji yang kini disorot.

“Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi. Enggak ada,” tegas Jokowi.

Kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan ini bermula dari pengelolaan jatah haji ekstra yang diterima Indonesia pada periode 2023–2024. Dalam perkembangannya, KPK menetapkan Yaqut sebagai tersangka setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait di Kemenag.

Yaqut sendiri kembali diperiksa oleh KPK pada Jumat (30/1). Pantauan di lokasi, Yaqut menjalani pemeriksaan selama hampir lima jam. Usai pemeriksaan, Yaqut memilih irit bicara dan tidak merinci materi pertanyaan yang diajukan penyidik.

“Saya menyampaikan apa yang saya tahu secara utuh kepada pemeriksa,” kata Yaqut kepada wartawan singkat.

KPK hingga kini belum menahan Yaqut meski status tersangka telah disematkan kepadanya. Lembaga antirasuah menyebut masih mendalami keterangan saksi dan bukti terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan kuota haji tambahan tersebut.

Pernyataan Yaqut yang menyebut keterlibatan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Jokowi, Erick Thohir, dan Dito Ariotedjo, memicu spekulasi publik soal alur pengambilan keputusan kuota haji tambahan. Namun, Jokowi menegaskan bahwa perannya sebatas pada kebijakan permintaan kuota ke Arab Saudi, bukan pada teknis distribusi maupun pengelolaannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus yang menjerat Yaqut ini pun kembali membuka perhatian publik terhadap tata kelola penyelenggaraan ibadah haji, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas distribusi kuota tambahan.

Di tengah proses hukum yang berjalan, pernyataan Jokowi diharapkan dapat memperjelas posisi Presiden dalam kebijakan tersebut, sekaligus memisahkan antara keputusan strategis negara dan dugaan penyimpangan yang kini tengah ditangani aparat penegak hukum. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri membuka pendaftaran Peruri Chip Hackathon 2026 bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.
Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang-gudang milik Perum Bulog sudah tidak mampu lagi menampung stok beras nasional yang kini mencapai 4,8 juta ton. Bulog harus menyewa gudang swasta untuk menampung cadangan beras tersebut.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, peraih medali emas angkat besi putra kelas 75 kilogram di Asian Games 2026 dan pemecah rekor dunia.
18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

Sebanyak 18 kasus influenza tipe A ditemukan di wilayah DI Yogyakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut influenza yang ditemukan itu merupakan bagian dari flu musiman.
Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

AirNav Indonesia mendorong penguatan ekonomi lokal melalui program revitalisasi Pasar Ngasem, Yogyakarta.
Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Lifter Indonesia yakni Rahmat Erwin Abdullah, berhasil meraih medali emas pada cabor angkat besi kelas 75kg Asian Games 2026 pada hari ini, Sabtu 26 September.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Selengkapnya

Viral