News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saksi Kasus Laptop Chromebook Bawa-bawa Nama Luhut dan Petinggi Google di Sidang Nadiem Makarim

Putri Ratu Alam selaku Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik di PT Google Indonesia sebagai saksi bawa-bawa nama Luhut Binsar Pandjaitan
Selasa, 3 Februari 2026 - 19:06 WIB
Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook Nadiem Makarim.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Babak baru kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) telah dimulai. Bahkan, yang paling mengejutkan, pada sidang yang digelar hari Selasa (3/1/2026), Putri Ratu Alam selaku Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik di PT Google Indonesia sebagai saksi bawa-bawa nama eks Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan dan eks Menkominfo, Johnny G Plate serta petinggi Google.

Kata dia, Scott Beaumont selaku Presiden Google Asia Pasifik pernah bertemu dengan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, ia menyebut Beaumont juga pernah bertemu eks Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan eks Menkominfo Johnny G Plate.

Hal ini dilontarkan Putri saat jadi saksi di sidang kasus yang menjerat Nadiem dan Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/2/2026). 

Untuk diketahui, terdakwa dalam sidang ini, yakni Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020. 

Kemudian, Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, serta Ibrahim Arief alias Ibam selaku tenaga konsultan.

"Itu pernah mengunjungi beberapa menteri ya, Scott Beaumont itu?" tanya pengacara Sri saat sidang.

Kemudian, Putri menjawab "benar"

Setelah mendengar jawaban Putri, pengacara pun meminta Putri menjelaskan siapa saja menteri yang pernah ditemui Beaumont. 

Putri menyebutkan Beaumont pernah bertemu Luhut, Plate, dan Nadiem di Jakarta pada tahun 2022.

"Tapi yang disebut cuma Menteri Kemendikbud saja. Sebenarnya siapa saja sih yang pernah ditemui oleh Scott Beaumont itu?" tanya pengacara Sri.

"Jadi Pak Scott Beaumont itu ke Jakarta pernah beberapa kali. Lalu yang di Februari 2020 bertemu dengan Pak Nadiem, dan kalau tidak salah bertemu juga dengan Pak Johnny Plate, Menkominfo pada saat itu. Lalu di November 2022, bertemu dengan Pak Nadiem, Pak Luhut Binsar Pandjaitan, dan juga Pak Johnny Plate lagi." jawab Putri.

Selain itu, ia juga beberkan, bahwa  pertemuan itu dilakukan untuk memperkenalkan program Google Indonesia ke menteri baru yang menjabat. Putri mengatakan pertemuan itu membahas soal banyak hal.

"Waktu itu pada Februari 2020 memang kalau ada pergantian kabinet, kami silaturahmi memperkenalkan diri lagi dengan menteri-menteri yang terkait. Memperkenalkan Google Indonesia dan program-program kami di Indonesia. Lalu yang November 2022 itu sebagai rangkaian kunjungan lagi. Waktu itu dengan Pak Johnny Plate kita membahas tentang Perpres Jurnalisme Bertanggung Jawab, dengan Pak Nadiem kami bicara soal program Bangkit khususnya, lalu dengan Pak Luhut berbicara soal banyak hal," jelas Putri.

Tak hanya itu saja, ia juga mengatakan, pertemuan dengan Luhut terkait pengenalan program Google Indonesia hingga kolaborasi Google dengan ekosistem di Indonesia. 

Lanjut Putri menjelaskan, saat itu Luhut menjadi keynote speaker dalam sebuah acara tahunan.

"Jadi waktu itu juga kami ada acara tahunan namanya Google for Indonesia, yaitu acara tahunan kami di mana kami memperkenalkan program-program kami di Google apa saja, lalu bagaimana kami berkolaborasi dengan ekosistem di Indonesia. Nah, Pak Luhut kebetulan saat itu menjadi salah satu keynote speaker di acara tahunan tersebut. Lalu sebelum beliau naik ke panggung, kami sempat bersilaturahmi sebentar," ujar Putri.

Kemudia, pengacara Sri pun mempertanyakan peran Luhut, "Posisinya sebagai apa Pak Luhut saat itu?"

"Pada saat itu adalah Menko Marves," jawab Putri.

Sebelumnya diberitakan, sidang dakwaan Mulyatsyah, Sri dan Ibam, digelar pada Selasa (16/12/2025). 

Kemudian, jaksa mendakwa Ibam, Mulyatsyah dan Sri merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun dalam kasus tersebut.

Di samping itu, jaksa menyatakan bahwa hasil perhitungan kerugian negara Rp 2,1 triliun ini berasal dari angka kemahalan harga laptop Chromebook sebesar Rp 1.567.888.662.716,74 (1,5 triliun). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, dari pengadaan CDM yang tidak diperlukan serta tidak bermanfaat sebesar USD 44.054.426 atau sekitar Rp 621.387.678.730 (621 miliar).

Selain itu, Nadiem Makarim juga telah menjalani sidang dakwaan pada awal Januari 2026 dan tersangka lain dalam kasus ini, Jurist Tan, belum disidang karena masih buron. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Liga Top Eropa Segera Bergulir, Ada PSG vs Aston Villa hingga Arsenal vs Manchester City

5 Liga Top Eropa Segera Bergulir, Ada PSG vs Aston Villa hingga Arsenal vs Manchester City

Lima liga top Eropa atau 'Big Five' akan memulai musim 2026/2027 secara bertahap. Catat tanggal dan jam mulainya.
Setelah Viral Menangis di Depan Mentan Amran, Begini Kabar Terbaru Mahasiswa Undip Adriano Padama asal NTT

Setelah Viral Menangis di Depan Mentan Amran, Begini Kabar Terbaru Mahasiswa Undip Adriano Padama asal NTT

Seorang mahasiswa baru Undip Adriano Padama mendadak viral usai berani menyampaikan masalah kelangkaan beras di daerahnya kepada Mentan Andi Amran Sulaiman ...
Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan

Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan

Polda Metro Jaya meningkatkan kasus tewasnya Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo, dari penyelidikan ke penyidikan.
Kronologi Maling Ketiduran Usai Bobol Rumah di Lampung, Bangun-Bangun Sudah Dikepung Warga

Kronologi Maling Ketiduran Usai Bobol Rumah di Lampung, Bangun-Bangun Sudah Dikepung Warga

Kronologi maling di Pringsewu, Lampung, berinisial IM (21) yang membobol rumah kosong, mengacak-acak isinya, lalu tertidur di kamar hingga dikepung warga.
Puji Kiper Timnas Indonesia, Ini Komentar Pelatih Ajax Usai Pilih Ter Stegen Ketimbang Maarten Paes Lawan PEC Zwolle

Puji Kiper Timnas Indonesia, Ini Komentar Pelatih Ajax Usai Pilih Ter Stegen Ketimbang Maarten Paes Lawan PEC Zwolle

Pelatih Ajax Amsterdam, Michel, akhirnya buka suara soal keputusannya mencadangkan Maarten Paes. Ia memilih memberikan kesempatan kepada Marc-André ter Stegen.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Lakukan Pelanggaran Terbanyak di Piala AFF 2026: Kami Paling Sportif

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Lakukan Pelanggaran Terbanyak di Piala AFF 2026: Kami Paling Sportif

Media Vietnam soroti Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Garuda disebut tim dengan pelanggaran terbanyak, sementara Vietnam mengklaim diri paling sportif.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Selengkapnya

Viral