News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:20 WIB
Ilustrasi jenazah.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai reaksi hingga komentar netizen di media sosial.

Dilansir dari media sosial, anngota Brimob yang diduga terlibat dalam kasus ini, yakni anngota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Bripda MS, yang kini dibekuk dalam kasus dugaan menganiaya siswa MTSN berinisial AT (14) hingga tewas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan Bripda MS sudah dijebloskan ke Rutan Polres Tual guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku.

Bahkan ia memastikan proses pidana terhadap terduga pelanggar. MS juga akan menjalani proses penegakan kode etik profesi Polri. 

Jika dalam proses tersebut terbukti melanggar kode etik profesi Polri, Bripda MS diberikan sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Penanganan perkara ini kami lakukan secara tegas dan berlapis. Proses pidana berjalan, proses kode etik juga berjalan. Jika terbukti bersalah, sanksinya jelas dan tegas," katanya, Jumat (20/2/2026).

Saat ini, kata dia Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartarto telah memerintahkan Irwasda Polda Maluku dan Kabid Propam Polda Maluku untuk melakukan investigasi mendalam terhadap penanganan dan rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut.

Selain itu, Dansat Brimob Polda Maluku juga diutus ke Kota Tual guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur serta untuk melakukan pengawasan internal terhadap personel.

"Langkah ini merupakan wujud komitmen pimpinan Polda Maluku agar setiap proses berjalan objektif, profesional dan dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Untuk diketahui, Siswa MTs Negeri Maluku Tenggara berinisial Aat (14) dilaporkan tewas bersimbah darah. Korban tewas diduga terkena hantaman helm dari Bripda MS anggota Brimob Kompi 1 Pelopor C.

Peristiwa itu terjadi di jalan Marren tak jauh dari universitas Uningrat Kota Tual pada Kamis (19/2) pagi. 

Saat ditemui di rumah duka, Kakak korban bernama Nasri Karim (15) bercerita ia dan korban sempat jalan-jalan sesuai sahur. Mereka menumpangi motor masing-masing.

Mereka sempat melintasi jalan yang menjadi lokasi balapan liar dan dijaga anggota Brimob. Saat turunan jalan, sepeda motor mereka melaju kencang. Saat itu, anggota Brimob Bripda MS dan beberapa anggota sedang memantau balapan liar.

Setibanya di TKP, korban yang berada di posisi belakang langsung dipukul dengan helm di bagian muka korban. Korban pun terjatuh dan sepeda motornya menabrak sepeda motor sang kakak yang berada di posisi depan.

"Saat itu anggota Brimob melompat dari atas trotoar dan memukul muka korban dengan helm, korban terjatuh, kepala korban terbentur aspal, darah keluar dari mulut dan hidung, ada darah keluar dari samping kepala," jelasnya.

Korban kemudian dievakuasi ke mobil patwal dengan kondisi kepala tergantung. Kata Nasri, tubuh korban dipegang oleh beberapa anggota lain sementara sebagian anggota hanya menarik pakaian korban selayaknya binatang.

Korban dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun. Namun nyawa korban tak tertolong setelah tiba di RS. Ia mengaku sempat diinterogasi dan diintimidasi oleh anggota Brimob.

Nasri juga mengungkap dirinya dipaksa mengaku oleh anggota Brimob bahwa mereka bergabung dengan kelompok balapan liar. Namun ia bersikeras tidak melakukan balapan liar karena mereka hanya jalan-jalan setelah sahur.

Sementara keluarga korban, Moksen Ali mengutuk keras aksi penganiayaan Bripda MS terhadap siswa yang masih duduk dibangku kelas sembilan MTsN. Ia meminta pelaku di hukum dengan hukuman yang seberat-beratnya.

"Kami minta dipecat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berkata keluarga sangat terpukul setelah melihat video sang anak tewas dengan kondisi berlumuran darah. Darahnya mengalir di aspal. Tak hanya itu, jasad korban dievakuasi selayaknya binatang ke mobil polisi.

"Kami akan kawal dan menuntut pelaku, kami prihatin, mestinya anak kami ditegur atau dibina bukan dianiaya hingga tewas, kami merasa kehilangan, kami akan kawal terus proses hukum yang berlaku," ucapnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) pada 9 Oktober 2026.
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam dugaan kasus penipuan emas antara lain puluhan korban melapor, adanya modus sistem pre-order hingga nama artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen terseret.
Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji menilai gaya membalap menjadi bagian yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan Moto2 Mandalika.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Selengkapnya

Viral