GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

‘Tak Ada yang Direkam!’ Nadiem Buka Suara Soal Larangan Rekam Rapat Zoom Saat Jadi Menteri

Nadiem Makarim jelaskan alasan rapat Zoom saat menjabat menteri tidak pernah direkam. Ia sebut demi privasi dan keamanan di awal pandemi.
Selasa, 24 Februari 2026 - 10:55 WIB
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, akhirnya buka suara soal kebijakan rapat daring selama masa jabatannya yang disebut tidak pernah direkam. Ia menegaskan, larangan merekam rapat melalui Zoom Meeting berlaku untuk semua pertemuan, bukan hanya dengan pihak tertentu.

Penjelasan itu disampaikan Nadiem usai menjalani sidang lanjutan dugaan kasus korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/2/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Nadiem, keputusan tersebut diambil pada masa pandemi Covid-19 ketika seluruh aktivitas pemerintahan banyak dilakukan secara daring. Saat itu, pihaknya belum mengetahui secara pasti tingkat keamanan aplikasi Zoom.

“Untuk urusan privasi dan pada saat itu kita tidak tahu security-nya Zoom, dan banyak alasan lain,” ujar Nadiem.

Berlaku untuk Semua Rapat

Nadiem menegaskan, kebijakan tidak merekam rapat bukan hanya berlaku untuk pertemuan dengan Google, melainkan seluruh rapat yang melibatkan dirinya selama pandemi.

“Semua meeting dengan saya itu tidak direkam, bukan meeting dengan Google saja. Sepanjang Covid tidak ada meeting Zoom yang direkam,” katanya.

Ia juga membantah anggapan bahwa kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menutup-nutupi sesuatu. Menurutnya, larangan rekaman sudah menjadi template tetap dalam setiap pertemuan daring yang ia hadiri.

“Semua meeting dengan saya itu tidak direkam, bukan meeting dengan Google saja,” tegasnya kembali.

Pernyataan itu sekaligus menjawab keterangan saksi dalam persidangan yang menyebut rapat-rapat daring Nadiem memang tidak pernah direkam.

Saksi Benarkan Tidak Ada Rekaman

Dalam sidang yang sama, mantan Sekretaris Mendikbudristek era Nadiem, Deswitha Arvinci Stiefi, menyatakan bahwa seluruh rapat daring yang dipimpin Nadiem memang tidak direkam.

“Jadi memang semua rapat daringnya Mas Menteri ini memang tidak direkam,” ujar Deswitha di hadapan majelis hakim.

Keterangan tersebut muncul saat jaksa penuntut umum (JPU) mendalami rapat antara Kementerian Pendidikan dan Google pada awal 2020. Berdasarkan data jaksa, rapat itu tercatat dalam kalender virtual bertajuk “Ministry of Education and Culture-Google”.

Deswitha membenarkan adanya pertemuan tersebut, namun mengaku tidak ikut dalam rapat itu. Ia juga menegaskan bahwa arahan untuk tidak merekam berlaku umum, bukan hanya pada rapat tertentu.

Nadiem Bantah Intervensi dan Keuntungan Pribadi

Di luar soal rekaman rapat, Nadiem juga kembali membantah berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya dalam kasus pengadaan Chromebook.

Ia menyebut tidak pernah mengintervensi proses pengadaan, tidak pernah menandatangani kebijakan yang mengarah pada satu produk tertentu, serta membantah menerima keuntungan pribadi sebagaimana didakwakan.

“Saya tidak menerima apa pun dan semua saksi serentak bilang tidak ada hubungannya dengan saya dan tidak ada keuntungan,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Nadiem didakwa menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2,1 triliun dan memperkaya diri sendiri sekitar Rp809 miliar. Jaksa menyebut angka tersebut berkaitan dengan investasi Google ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) yang terhubung dengan Gojek.

Selain Nadiem, tiga terdakwa lain dalam perkara ini adalah Ibrahim Arief selaku eks Konsultan Teknologi Kemendikbudristek, Mulyatsyah selaku Direktur SMP tahun 2020–2021, serta Sri Wahyuningsih selaku Direktur SD periode yang sama.

Mereka didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sorotan pada Transparansi

Isu tidak adanya rekaman rapat menjadi salah satu sorotan dalam persidangan, terutama terkait dugaan proses pengadaan laptop berbasis Chromebook pada masa pandemi.

Namun, Nadiem menegaskan kebijakan tersebut diambil dalam konteks kehati-hatian terhadap keamanan data dan privasi di awal penggunaan masif Zoom saat Covid-19.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekali lagi, itu untuk urusan privasi dan keamanan,” ucapnya.

Sidang lanjutan akan kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi berikutnya. Sementara itu, publik menanti bagaimana majelis hakim menilai penjelasan terkait kebijakan rapat tanpa rekaman tersebut dalam rangkaian pembuktian perkara. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pasar Murah di Jemur Wonosari, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Terkendali dan Daya Beli Masyarakat Terjaga

Pasar Murah di Jemur Wonosari, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Terkendali dan Daya Beli Masyarakat Terjaga

Gubernur Khofifah intensifkan Pasar Murah selama Bulan Ramadhan, langkah strategis jaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Jelang F1 2026 Lewis Hamilton Singgung Soal Pensiun, Pemilik 7 Gelar Juara Dunia Formula 1 Itu Sudah Siap.....

Jelang F1 2026 Lewis Hamilton Singgung Soal Pensiun, Pemilik 7 Gelar Juara Dunia Formula 1 Itu Sudah Siap.....

Pembalap asal Inggris dengan catatan 7 gelar juara dunia, Lewis Hamilton, akhirnya buka suara soal isu pensiun jelang dimulainya F1 2026. 
Imbauan WFA Lebaran Pemerintah Dinilai Setengah Hati, DPR Minta THR Dibayar H-14

Imbauan WFA Lebaran Pemerintah Dinilai Setengah Hati, DPR Minta THR Dibayar H-14

DPR menilai pembayaran THR yang masih mengacu maksimal H-7 Lebaran agar dibayarkan lebih awal, yakni H-14 sebelum Hari Raya Idulfitri.
Presiden Buruh Minta Pemerintah Cairkan THR Tiga Minggu Sebelum Lebaran, Ini Alasannya

Presiden Buruh Minta Pemerintah Cairkan THR Tiga Minggu Sebelum Lebaran, Ini Alasannya

Persiden Partai Buruh Said Iqbal meminta pemerintah mempercepat pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja swasta, yakni tiga minggu sebelum Lebaran.
Polda Metro Jaya Ungkap Update Tentang Kasus Kecelakaan 'Adu Banteng' antara Dua Bus Transjakarta di Koridor 13

Polda Metro Jaya Ungkap Update Tentang Kasus Kecelakaan 'Adu Banteng' antara Dua Bus Transjakarta di Koridor 13

Dirlantas Polda Metro Jaya mengungkapkan soal kabar terbaru terkait kecelakaan adu banteng antara dua bus Transjakarta di Koridor 13, Cipulir, Jakarta Selatan.
Hanya Mampu Finis di P10 saat Tes Pramusim MotoGP 2026, Francesco Bagnaia Akui Motor Baru Ducati Jauh Lebih...

Hanya Mampu Finis di P10 saat Tes Pramusim MotoGP 2026, Francesco Bagnaia Akui Motor Baru Ducati Jauh Lebih...

Salah satu rider andalan dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, hanya mampu menutup hari pertama tes pramusim MotoGP 2026 di Buriram dengan posisi ke-10.

Trending

BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN patahkan pernyataan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang mengklaim mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar
Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 seri Sentul, yang akan diramaikan dengan penentuan nasib Megawati Hangestri dan Jakarta Pertamina Enduro dalam perebutan juara putaran kedua babak reguler.
Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Sosok Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan ramai setelah dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menceritakan awal mula pihaknya “terpancing” untuk mengirimkan surat ke UNICEF. 
BEM UGM Enggan Lapor Polisi Terkait Teror Tiyo Ardianto, Singgung Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Satu Keraguan Bagi Kami

BEM UGM Enggan Lapor Polisi Terkait Teror Tiyo Ardianto, Singgung Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Satu Keraguan Bagi Kami

Soal kasus teror ke ibu Tiyo dan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto hingga 40 pengurus BEM UGM, masih menjadi sorotan publik dan elite politik. Bahkan, mengejutkan
Kesaksian Mencengangkan Kakak Kadung Korban Penganiayaan Brimob di Tual

Kesaksian Mencengangkan Kakak Kadung Korban Penganiayaan Brimob di Tual

Kesaksian mencengangkan kakak kandung korban penganiayaan anggota brimob yang tewas, Arianto Tawakal (14), NK (15) menjadi sorotan publik. Kesaksian itu diberi
Fakta Soal Ketua BEM UGM yang Gabung Komunitas LGBT Disebar Usai Kritik MBG, Tiyo Ardianto: Saya Tidak Punya Pasangan

Fakta Soal Ketua BEM UGM yang Gabung Komunitas LGBT Disebar Usai Kritik MBG, Tiyo Ardianto: Saya Tidak Punya Pasangan

Sosok Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto dikabarkan mendapatkan teror setelah mengkritisi soal program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT