Ketua BEM UGM Ditanya Kenapa Bersurat ke UNICEF Bukan ke DPR soal MBG dan Anak SD Bunuh Diri di NTT, Jawabannya: Ada Kemampatan di Bangsa Kita, Kanal Perubahan Buntu
- Instagram @bem.ugm
Pemantik lainnya, yakni MBG. Menurut Tiyo, Prabowo tidak memiliki tema lain ketika berpidato selain MBG.
Dia mengatakan apapun forumnya, siapapun orang yang ditemui presiden, selalu MBG narasinya.
“Presiden kita susah dibedakan, sebagai kepala negara atau CEO MBG? Karena narasinya selalu MBG. Presiden tidak sadar atau menolak memahami MBG ini mudharatnya lebih banyak ketimbang manfaatnya,” ungkap mahasiswa UGM tersebut.
Menurut dia, hal yang paling mendasar terkait MBG adalah soal pengalokasian anggaran.
“Kita sudah mengkritik anggaran pendidikan tidak boleh dirampas untuk MBG karena MBG sejak awal misinya bukan misi mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi mengentaskan stunting. Lebih masuk akal pakai anggaran kesehatan ketimbang anggaran pendidikan,” katanya.
“Ada realitas rasanya pendidikan lebih mendesak untuk diberi solusi ketimbang MBG. Stunting harus dientaskan, iya. Tapi metode pengentasannya tidak pakai logika proyek, tapi program atau gerakan,” terangnya.
Adapun puncaknya sehingga Tiyo Cs bersurat ke UNICEF adalah saat ada anak SD di NTT bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis seharga Rp10 ribu.
“Puncaknya ada anak di NTT yang memutuskan untuk menyelesaikan hidupnya setelah gagal membeli pena dan buku seharga Rp10 ribu. Ironisnya, di saat bersamaan, negara setiap hari menggelontorkan Rp1,2 triliun untuk MBG,” ucap Tiyo.
“Itu puncak kemarahan publik yang kemudian BEM UGM merasa perlu merespons kebuntuan jalan-jalan perbaikan itu. Saya rasa warga dunia harus membantu rakyat Indonesia untuk membantu selamatkan rakyatnya karena kita punya presiden yang tidak bisa dikasih tahu apa-apa,” sambungnya.
Ketika ditanya apa harapannya setelah bersurat ke UNICEF, Tiyo menjawab pihaknya ingin persoalan MBG dan anak SD bunuh diri di NTT itu jadi percakapan publik pemimpin-pemimpin dunia.
“Karena presiden sudah me-makeup diri di depan pemimpin dunia, bertemu Trump, Netanyahu, Jinping, saya harap mereka ngopi terus kasih tahu ke presiden kita, ‘Eh kok ada yang kirim surat katanya kamu enggak kompeten?’. Saya yakin presiden tidak tahu itu (surat) ada. Kita butuh kanal-kanal untuk sampai ke telinga presiden,” katanya.
Load more