Belum Lama Soroti Ketua BEM UGM, Natalius Pigai Kini Terima Tantangan Guru Besar UGM Debat Terbuka soal HAM
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mendapat tantangan debat dari guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar atau Uceng.
Tantangan tersebut setelah Natalius Pigai menyikapi langkah Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang ingin memberhentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selepas itu, Pigai dan Uceng terekam saling bertukar balasan di media sosial X. Pada Kamis (26/2/2026), Uceng menyatakan kesiapan belajar memahami tentang kasus HAM dari sosok Pigai.
Guru besar UGM tersebut juga mengajak Natalius Pigai berdebat tentang kasus HAM di Indonesia. Ia bersedia perdebatannya dilakukan kapan pun.Â
"Saya setuju dengan Bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari Bapak. Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia, yang katanya Bapak sudah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan di mana saya bisa belajar," kata Uceng melalui cuitan akun X @zainalamochtar dikutip tvOnenews.com, Jumat (27/2/2026).
Natalius Pigai Jawab Tantangan Debat dari Guru Besar UGM

- Instagram/@zainalarifinmochtar
Cuitan tersebut langsung mendapat reaksi Natalius Pigai. Menteri HAM ini justru mengajak agar format debat bisa dilihat oleh publik.
"Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang, maka saya minta Anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah," balas Natalius Pigai.
Ia menegaskan perdebatan harus disematkan secara ilmiah. Tujuannya agar mengupas tuntas terkait misteri kasus HAM di Indonesia.
"Saya benar-benar mau mengajari Anda soal HAM agar paham," tegasnya.
Pigai tidak tanggung-tanggung membalas ajakan itu. Sebelum debat, Uceng diminta melihat penjelasan dari dirinya tentang HAM lewat unggahan YouTube bersama Fadli Zon.
"Tapi, nonton dulu ini untuk sekadar tambahan ilmu HAM Anda sebelum debat dengan saya. Jujur saya sangat mau biar rakyat Indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof," saran dia.
Uceng sedikit memberikan sindiran menohok. Pernyataan Pigai sudah memahami HAM sejak kecil tidak sekadar dari pengalaman hidup di tengah perang di Papua hingga pernah di Komnas HAM.
Load more