News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pembunuhan Ali Khamenei Dinilai Preseden Berbahaya, Dunia Bisa Masuk Era Hukum Rimba

DPP PKB angkat suara perihal tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran yang disebut melibatkan Israel dengan dukungan AS
Minggu, 1 Maret 2026 - 19:59 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei
Sumber :
  • ANTARA/Xinhua/Shadati

Jakarta, tvOnenews.com - DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) angkat suara perihal kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran yang disebut melibatkan Israel dengan dukungan Amerika Serikat.

Ketua Deplu dan Kerjasama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah, menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi nasional bagi Iran, tetapi ancaman serius bagi tatanan global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami menyampaikan duka mendalam atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran. Berdasarkan berbagai laporan internasional, serangan ini dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat. Peristiwa ini bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga pukulan serius bagi hukum internasional dan tatanan global yang selama ini dijunjung bersama,” tegas Luluk dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026). 

PKB dengan tegas mengutuk apa yang disebut sebagai pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat.

“Kami mengutuk keras tindakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat. Serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat ini tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional, tidak dapat diterima dalam norma kemanusiaan, dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia,” lanjutnya.

Menurut Luluk, jika praktik semacam ini dibiarkan, maka sistem internasional akan bergerak ke arah hukum rimba yang dikendalikan kekuatan militer.

“Jika praktik semacam ini dibiarkan, maka dunia sedang bergerak menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer, bukan oleh hukum. Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun,” ujarnya.

Ia juga menyinggung ketiadaan sanksi tegas terhadap pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya terhadap Israel dalam konflik Palestina, yang dinilai membuka ruang eskalasi baru.

“Ketiadaan sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya terhadap Israel dalam tragedi kemanusiaan di Palestina, telah membuka ruang keberanian baru bagi eskalasi kekerasan. Ketika standar ganda dipelihara, agresi akan terus berulang. Ketika keadilan tidak ditegakkan secara konsisten, konflik akan semakin meluas,” tegasnya.

PKB kemudian menyerukan langkah konkret kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional, mulai dari penyelidikan independen hingga sanksi tanpa standar ganda.

“Kami menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk: 1. Melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan ini. 2. Menjatuhkan sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran hukum internasional tanpa standar ganda, termasuk kepada Israel dan pihak yang mendukungnya (Amerika) 3. Mendorong de-eskalasi konflik dan membuka jalur diplomasi. 4. Melindungi rakyat sipil dari dampak konflik yang semakin luas di kawasan Timur Tengah," bebernya. 

Luluk mengingatkan bahwa ketidakadilan global akan menjadi ancaman langsung bagi perdamaian dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, maka yang akan tumbuh bukan stabilitas, tetapi spiral konflik tanpa akhir," tegas dia. 
Ia juga menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran.

“Kami menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran. Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan, dan semoga dunia internasional memiliki keberanian moral untuk menegakkan keadilan dan perdamaian sejati,” pungkasnya. (rpi/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Laporan Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Berdiri, 45 Ribu Anak Jalanan Kini Kembali Bersekolah

Laporan Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Berdiri, 45 Ribu Anak Jalanan Kini Kembali Bersekolah

Pemerintah terus menunjukkan komitmen serius dalam membenahi akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa. 
Dugaan Keracunan Massal Siswa di Dua Sekolah Bogor: Sampel Makanan Diteliti di Lab, Hasilnya Ditunggu

Dugaan Keracunan Massal Siswa di Dua Sekolah Bogor: Sampel Makanan Diteliti di Lab, Hasilnya Ditunggu

Pemerintah Kabupaten Bogor kini tengah menanti hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi ratusan siswa dua SMP di Dramaga. 
Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Pemerintah Kabupaten Bogor langsung mengambil langkah sigap merespons dugaan keracunan makanan yang menimpa 481 siswa dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga. 
Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia F1 Termuda dalam Sejarah

Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia F1 Termuda dalam Sejarah

Kimi Antonelli semakin dekat dengan gelar juara dunia F1 2026 setelah memenangi Grand Prix Amerika Serikat. Pembalap Mercedes itu hanya membutuhkan dua poin.
Tawuran Salah Sasaran di Makassar: Anggota TNI Dipanah, Tujuh Remaja Pelakunya Terancam 9 Tahun Penjara

Tawuran Salah Sasaran di Makassar: Anggota TNI Dipanah, Tujuh Remaja Pelakunya Terancam 9 Tahun Penjara

Polrestabes Makassar mengambil tindakan tegas terhadap maraknya aksi tawuran yang meresahkan warga. 
An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young kembali ke Korea Selatan dengan membawa 10 gelar sepanjang musim 2026 setelah menjuarai Denmark Open dan French Open secara beruntun. Bidik rekor.

Trending

Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Polda Jawa Timur mengungkap motif di balik aksi keji DBM (40) yang tega menghabisi nyawa istri sirinya, DH (30), dan anak korban usia 4 tahun (AG) di Madiun.
Islam Makhachev Akhirnya Buka Suara soal Alasan Menolak Duel Lawan Carlos Prates

Islam Makhachev Akhirnya Buka Suara soal Alasan Menolak Duel Lawan Carlos Prates

Juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, akhirnya ungkap alasan menolak duel melawan Carlos Prates untuk mempertahankan gelarnya di UFC 336. Ia memilih menunggu
Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida, BPOM Turun Tangan dan Ingatkan Bahaya Residu Kimia

Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida, BPOM Turun Tangan dan Ingatkan Bahaya Residu Kimia

Video ikan asin diduga disemprot pestisida viral di media sosial. BPOM meminta produk berbahaya tidak diedarkan, ahli menjelaskan risiko residu kimia.
Indonesia dan Singapura Sepakati Satgas Penegakan Hukum Karhutla

Indonesia dan Singapura Sepakati Satgas Penegakan Hukum Karhutla

Indonesia dan Singapura menyepakati pembentukan satgas penegakan hukum karhutla untuk menelusuri bukti lintas negara, aliran dana korporasi, dan menindak
Awkarin Akhirnya Buka Suara soal Konflik dengan Aa Juju, Bantah Apatis Karhutla

Awkarin Akhirnya Buka Suara soal Konflik dengan Aa Juju, Bantah Apatis Karhutla

Awkarin akhirnya buka suara terkait polemik dengan Aa Juju yang menyindirnya karena dinilai kurang peduli terhadap Karhutla, ia membantah tudingan tersebut.
Kapolri Pastikan Polri Terus Berbenah: Kami Menyadari Masih Jauh dari Kesempurnaan

Kapolri Pastikan Polri Terus Berbenah: Kami Menyadari Masih Jauh dari Kesempurnaan

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan kesiapan Polri mengawal dan menyukseskan visi Astacita yang diusung Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young kembali ke Korea Selatan dengan membawa 10 gelar sepanjang musim 2026 setelah menjuarai Denmark Open dan French Open secara beruntun. Bidik rekor.
Selengkapnya

Viral