GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Setahun Memimpin, Gubernur KDM Minta Maaf Belum Sempurna Atasi Seluruh Masalah yang Memuaskan Warga Jabar

Di pelaksanaan shalat Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026), Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) minta maaf belum sempurna melayani seluruh masalah warga Jabar.
Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:31 WIB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) dalam sambutannya di tengah perhelatan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Gedung Sate, Bandung
Sumber :
  • Istimewa

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jabar. Ia harus mengakui masih banyak kekurangan dalam setahun di masa kepemimpinannya.

KDM menjelaskan, dirinya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar belum sempurna mengatasi seluruh masalah dan kebutuhan yang terjadi di wilayah Jabar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KDM mengungkapkan permohonan maaf dalam sambutannya di tengah perhelatan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).

"Saya sebagai Gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jawa Barat. Dalam perjalanan setahun kepemimpinan sampai 1 Syawal 1447 Hijriah ini, pemerintah tumbuh melayani, mengayomi, meladeni, mengikuti, menepati apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat," ujar KDM.

KDM Minta Maaf Belum Sempurna Kelola Infrastruktur di Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Cepi Kurnia

Dalam sambutannya, ia menyingung tentang pengelolaan anggaran untuk kebutuhan di bidang infrastruktur. Ia memahami bagian ini menjadi kebutuhan bagi warga Jabar.

Ia mengakui dirinya dan Pemprov Jabar belum maksimal dalam urusan mengelola anggaran infrastruktur. Ini mengingat masih banyak yang belum teratasi terutama di pelosok desa.

"Di bidang infrastruktur, saya memahami bahwa, kemampuan pemerintah dalam pengalokasian keuangan belum bisa memuaskan seluruh keluarga Jawa Barat. Sampai pelosok pedesaan, masih didapatkan jalan-jalan yang berlubang dan bergelombang," ucapnya.

Selain mengatasi jalan yang rusak hingga pelosok desa, mantan Bupati Purwakarta ini harus mengakui banyak infrastruktur lainnya belum teratasi oleh Pemprov Jabar.

"Masih didapatkan jaringan irigasi yang belum terbangun dengan baik. Masih ada rumah-rumah reyot yang bocor saat hujan tiba," tambah dia.

Dedi Mulyadi Minta Maaf Belum Maksimal Penuhi Hak Pendidikan Anak di Jabar

Lebih lanjut, pria berusia 54 tahun ini menyinggung tentang persoalan pendidikan di Jabar. Ia harus mengakui masih banyak anak-anak belum merasakan kenikmatan pendidikan hingga sekarang.

Kasus yang sering terjadi banyak anak-anak gagal sekolah. Sementara keperluan pendidikan sangat penting demi memajukan generasi bangsa terutama dari wilayah Jabar.

"Masih mendapatkan anak-anak yang belum bisa diterima di seluruh sekolah dengan sempurna," lanjutnya.

Selain pendidikan, KDM meminta maaf masih banyak kaum dhuafa yang menjerit. Mereka masih belum terjamak untuk menerima bantuan pemerintah terkhusus tinggal di setiap sudut kampung atau pelosok.

"Masih didapatkan masyarakat yang mengalami kesulitan berubah karena BPJS-nya tidak terbayar atau tidak masuk dalam data penerima BPJS yang dibayar disubsidi oleh pemerintah," tuturnya.

Ia menganggap kondisi dialami oleh mereka seharusnya tidak boleh terjadi di Jabar. Menurutnya, masalah mereka bisa teratasi jika pengelolaan anggaran sempurna dan berpihak kepada warga Jabar.

"Manakala kita secara sungguh-sungguh mengelola kemampuan keuangan pemerintah, baik dari pusat hingga daerah, mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan apa pun," tegasnya.

Pastikan Pemprov Jabar Evaluasi dan Berbenah

Ia kembali menegaskan, kekurangan dan ketidaksempurnaan ini menjadi catatan penting bagi dirinya maupun Pemprov Jabar. Solusi yang harus dibenahi segera mungkin adalah evaluasi.

"Untuk itu, kami akan terus melakukan evaluasi penanganan dan mohon ampun kepada Allah SWT dan minta maaf pada seluruh keluarga apabila ada belanja-belanja yang semestinya dibelanjakan kepada kepentingan masyarakat, masih digunakan untuk kepentingan yang lain," jelas dia.

Dalam momentum Hari Raya Idul Fitri, Dedi Mulyadi berharap warga Jabar memeriahkan hari kemenangan ini dengan cara yang baik. Ia menginginkan Idul Fitri dijadikan waktu terbaik memperbaiki dan mengevaluasi diri setelah beribadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Momentum pertama adalah kita bersama-sama sebagai pribadi melakukan evaluasi, pembersihan diri," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.
DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati memberi peringatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba menyoroti rencana nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dinilai belum berpihak pada kawasan Indonesia Timur.
Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun menyoroti maraknya praktik judi online (Judol) yang kini telah menyasar anak-anak usia sekolah dasar (SD).

Trending

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Selengkapnya

Viral