GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Pejabat Pemda Blora Pakai Mobil Dinas untuk Lebaran: Saya Tahu Ada Surat dari KPK Itu

Heboh beredar foto mobil dinas berpelat merah dengan nomor polisi K 28 E yang kedapatan melintas di luar wilayah Kabupaten Blora saat momen lebaran Idul Fitri. 
Selasa, 24 Maret 2026 - 00:25 WIB
Mobil dinas berpelat merah bernomor polisi K 28 E milik DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengay, yang diduga menjadi sorotan setelah viral digunakan di wilayah Sragen saat momen Lebaran 2026.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto mobil dinas berpelat merah dengan nomor polisi K 28 E yang kedapatan melintas di luar wilayah Kabupaten Blora saat momen lebaran Idul Fitri. 

Belakangan terungkap, pengemudi kendaraan tersebut adalah Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kabupaten Blora, Agus Listiyono.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi kegaduhan tersebut, Agus secara terbuka mengakui kekhilafannya telah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi di luar urusan kedinasan.

"Saya minta maaf atas hal itu. Saya sendiri yang membawa mobil itu," ujar Agus saat memberikan klarifikasi di Blora, Senin (23/3).

Agus merinci perjalanannya yang dilakukan pada Sabtu (21/3) tersebut. Awalnya, ia menggunakan mobil itu untuk menghadiri agenda silaturahmi ke kediaman Bupati Blora, Arief Rohman, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Namun, setelah agenda resmi selesai, ia justru melanjutkan perjalanan pribadi ke rumah orang tuanya di Kecamatan Kunduran.

Tak berhenti di situ, pada sore harinya sekitar pukul 15.30 WIB, Agus membawa kendaraan dinas tersebut menuju Sragen melalui jalur Kuwu dan Wirosari untuk mengunjungi rumah mertuanya. 

Saat melintas di kawasan Jalan Raya Tangen, Sragen, sekitar pukul 17.00 WIB, kendaraan tersebut terjepret kamera warga dan fotonya langsung viral di media sosial.

"Selepas dari orang tua di Kunduran, saya ke mertua di Sragen untuk silaturahmi Lebaran," akunya.

Terkait aturan penggunaan fasilitas negara, Agus sebenarnya tidak membantah adanya larangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Melalui Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026, KPK dengan tegas melarang penggunaan aset negara untuk keperluan pribadi guna mencegah gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang.

Meskipun demikian, ia berdalih ada kekeliruan dalam menafsirkan instruksi tersebut. 

"Saya tahu ada surat dari KPK itu dan saya merasa bersalah karena tidak cermat memahaminya," tambah Agus.

Ia berupaya meyakinkan publik bahwa penggunaan mobil tersebut tidak berlangsung lama dan hanya dilakukan untuk satu tujuan utama. Ia juga menegaskan sudah berada kembali di Blora pada Minggu (22/3) malam.

"Hanya sehari, tidak ke mana-mana. Minggu (22/3) malam saya sudah kembali," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi penggunaan mobil pelat merah untuk urusan mudik atau silaturahmi keluarga ini menuai kritik tajam dari warganet. 

Publik menilai tindakan tersebut melanggar Peraturan Menteri PAN Nomor PER/87/M.PAN/8/2005 yang secara eksplisit mengatur bahwa kendaraan operasional pemerintah hanya boleh digunakan untuk kepentingan tugas pokok dan fungsi jabatan, bukan untuk urusan personal. (ant/dpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran menyebut tak meminta konsesi apa pun dari AS, melainkan hanya menyerukan penghentian perang dan pembajakan kapal kapalnya.
Jawaban Siswi Disalahkan Juri Saat Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Ini Kronologinya

Jawaban Siswi Disalahkan Juri Saat Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Ini Kronologinya

Publik terheran dengan keputusan juri terhadap seorang siswi SMAN 1 Pontianak pada ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diadakan MPR RI. Ini kronologinya

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Selengkapnya

Viral