News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Sahroni Diperas ‘Utusan KPK’ Gadungan: Minta Rp300 Juta, Berujung Ditangkap Tengah Malam

Peristiwa dugaan pemerasan dengan mencatut nama KPK bermula pada Senin, 6 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB, saat Ahmad Sahroni tengah memimpin rapat di Komisi III DPR RI. 
Sabtu, 11 April 2026 - 16:53 WIB
Sahroni Ceritakan Kronologi Diperas Pegawai Gadungan KPK Rp300 Juta
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengungkap kronologi lengkap aksi penipuan yang mencatut nama pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seorang perempuan berinisial D kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa bermula pada Senin, 6 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB, saat Sahroni tengah memimpin rapat di Komisi III DPR RI. 

Pada saat bersamaan, stafnya menerima tamu yang mengaku sebagai utusan pimpinan KPK.

"Staf saya tuh yang nemuin, menerima yang bersangkutan atas informasi dari Pamdal kalau ada tamu mengatasnamakan pimpinan KPK," ucap Sahroni, Sabtu (11/4/2026).

Pelaku datang tanpa surat tugas maupun identitas resmi. Ia bahkan mengaku sebagai Kabiro Penindakan dan langsung menyampaikan permintaan uang.

"Ini permintaan dari pimpinan KPK, jumlah uangnya 300 juta," ujarnya.

Sahroni yang masih memimpin rapat tidak langsung merespons. Namun sebelum pergi, pelaku meminta nomor telepon dan mulai mendesak.

"Pak kalau bisa hari ini atau besok," kata Sahroni menirukan.

Desakan berlanjut lewat telepon berulang kali hingga malam hari. Merasa janggal, Sahroni kemudian mengonfirmasi langsung ke pimpinan KPK.

"Barulah sore gue menyampaikan itu ke pimpinan KPK, bertanya benarkah ini? Dari sana bilang enggak bener. Langsung gue bilang, 'Tangkap nih kalau begini enggak bener'," ujarnya.

Setelah dipastikan sebagai penipuan, Sahroni berkoordinasi dengan KPK dan Polda Metro Jaya untuk menjebak pelaku. Uang tetap diberikan sebagai bagian dari operasi.

"Kita suruh staf untuk kasih, untuk memastikan yang nerima, gua video call-an, jangan sampai uang itu enggak diterima, nanti bagaimana mau nangkap orang," jelasnya.

Uang yang diserahkan senilai Rp300 juta atau setara US$17.400 diberikan secara tunai sebagai barang bukti.

"Bagaimana lu mau nangkap orang kalau uangnya enggak dikasih? Ya terima dulu baru akhirnya ditangkap," tegasnya.

Pelaku akhirnya ditangkap pada Kamis malam, 9 April 2026 menjelang tengah malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sahroni menegaskan tidak ada unsur pengurusan perkara dalam kasus ini.

"Si Ibu itu tidak ngomongin perkara, sama sekali enggak ada. Pokoknya minta duit aja atas nama pimpinan KPK," ujarnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Strategi Hadapi El Nino Godzilla, Bendungan-Bendungan Diisi Penuh untuk Jaga Sawah Tetap Produktif

Strategi Hadapi El Nino Godzilla, Bendungan-Bendungan Diisi Penuh untuk Jaga Sawah Tetap Produktif

Menteri PU menegaskan mitigasi terhadap El Nino telah dijalankan sejak awal lewat pengelolaan sumber daya air terpadu di berbagai wilayah yang memiliki bendungan utama.
Lebih dari 2000 Bonek Away ke GBK, Disambut Meriah The Jakmania Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Lebih dari 2000 Bonek Away ke GBK, Disambut Meriah The Jakmania Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Lebih dari 2.000 Bonek datang ke GBK dan disambut hangat The Jakmania. Momen langka ini jadi sorotan jelang laga panas Persija vs Persebaya.
Irina Voronkova Curi Panggung Megawati Hangestri di Final Four Proliga 2026?

Irina Voronkova Curi Panggung Megawati Hangestri di Final Four Proliga 2026?

Peran Irina Voronkova vs Megawati Hangestri di Jakarta Pertamina Enduro: Siapa Lebih Dominan? Megatron selama ini dikenal sebagai ikon serangan JPE di Proliga
Diperas Rp300 juta oleh KPK Gadungan, Sahroni Bantah Punya Perkara

Diperas Rp300 juta oleh KPK Gadungan, Sahroni Bantah Punya Perkara

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, membantah keras narasi yang menyebut dirinya tengah berperkara di KPK terkait kasus permintaan uang Rp300 juta.
Hasil Pertandingan Borneo FC Vs PSBS Biak: Pesut Etam Tampil Ganas, Jarak Poin dengan Persib Makin Tipis

Hasil Pertandingan Borneo FC Vs PSBS Biak: Pesut Etam Tampil Ganas, Jarak Poin dengan Persib Makin Tipis

Borneo FC tampil beringas usai libas PSBS Biak 5-1. Mariano Peralta jadi bintang, jarak ke Persib Bandung kian tipis dan persaingan juara memanas.
Orang Tua Bayi yang Hampir Tertukar di RSHS Bandung Hanya Berpenghasilan 500 Ribu, Dedi Mulyadi Langsung Kasih Rp10 Juta

Orang Tua Bayi yang Hampir Tertukar di RSHS Bandung Hanya Berpenghasilan 500 Ribu, Dedi Mulyadi Langsung Kasih Rp10 Juta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung memberikan bantuan uang Rp10 juta kepada orang tua dari bayi yang tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Tim Geypens akui ingin jadi WN Belanda lagi usai passportgate. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini lahir di Belanda tapi tiba-tiba jadi ilegal di negeri sendiri.
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Tim Geypens akhirnya buka suara soal paspoortgate di media Belanda. Kini ia kembali bermain dan hadapi dilema kewarganegaraan.
Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengakui keunggulan Thailand jelang final Piala AFF Futsal 2026. Ia bahkan sebut lawannya sebagai favorit kuat.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Selengkapnya

Viral