News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Tulungagung, Jejak Uang Rp2,7 Miliar Bupati Gatut Mulai Diusut

KPK geledah Tulungagung usai Bupati Gatut jadi tersangka, telusuri aliran uang Rp2,7 miliar dalam kasus pemerasan proyek 2025-2026.
Kamis, 16 April 2026 - 18:47 WIB
Momen KPK Pamerkan Sepatu LV Hingga Uang Rp335 Juta Hasil OTT Bupati Tulungagung.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Tulungagung nonaktif, Gatut Sunu Wibowo. Terbaru, tim penyidik melakukan serangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi di Tulungagung untuk menelusuri bukti tambahan terkait praktik pemerasan dan pengaturan proyek.

Langkah ini dilakukan setelah KPK menetapkan Gatut sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tahun anggaran 2025–2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPK Sisir Sejumlah Lokasi, Cari Bukti Tambahan

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penggeledahan dilakukan secara bertahap di beberapa titik yang dianggap berkaitan dengan perkara.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat konstruksi hukum dalam kasus yang tengah disidik.

“Penggeledahan di beberapa lokasi ini dilakukan untuk mencari bukti tambahan dalam perkara dugaan pemerasan di Kabupaten Tulungagung,” ujar Budi, Kamis (16/4/2026).

Meski begitu, KPK belum mengungkap secara rinci hasil sementara dari penggeledahan tersebut. Informasi terkait barang bukti yang ditemukan masih akan disampaikan seiring perkembangan penyidikan.

Bermula dari OTT, Bupati dan Ajudan Jadi Tersangka

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 10 April 2026. Dalam operasi tersebut, Gatut Sunu Wibowo diamankan bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal.

Setelah melalui pemeriksaan intensif, keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi.

Peran ajudan disebut cukup signifikan, terutama dalam proses pengumpulan uang dari sejumlah pihak.

Modus: Atur Proyek dan Pemenang Lelang

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa Gatut diduga melakukan intervensi dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia disebut mengatur pemenang lelang serta menunjuk langsung rekanan tertentu untuk mengerjakan proyek-proyek pemerintah.

“GSW diduga melakukan pengkondisian pemenang lelang dan mengarahkan proyek kepada pihak tertentu,” jelas Asep.

Praktik tersebut diduga dilakukan secara sistematis untuk mengamankan keuntungan pribadi.

Uang Miliaran Rupiah Diduga Mengalir

Dalam praktik pemerasan tersebut, Gatut diduga meminta sejumlah uang dari para OPD dengan total permintaan mencapai Rp5 miliar.

Namun, dari jumlah tersebut, KPK mencatat realisasi penerimaan uang yang sudah diterima mencapai sekitar Rp2,7 miliar.

Berikut rincian dugaan aliran dana:

  • Total permintaan kepada OPD: Rp5 miliar

  • Uang yang telah diterima: sekitar Rp2,7 miliar

  • Pengumpul dana: ajudan, Dwi Yoga Ambal

Ajudan Gatut disebut aktif melakukan penagihan kepada pihak-pihak terkait untuk memenuhi permintaan tersebut.

Penggeledahan Jadi Kunci Bongkar Jaringan

Langkah penggeledahan yang kini dilakukan KPK diyakini menjadi pintu masuk untuk mengungkap lebih luas jaringan dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Selain mencari barang bukti, penyidik juga berupaya menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan aktor lain dalam praktik korupsi tersebut.

KPK menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini secara menyeluruh.

Penanganan Kasus Jadi Sorotan Publik

Kasus yang menjerat kepala daerah ini kembali menyoroti praktik korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Publik kini menanti langkah tegas KPK dalam mengusut tuntas perkara ini, termasuk mengungkap pihak-pihak yang diduga turut menikmati aliran dana hasil pemerasan.

Dengan penggeledahan yang masih berlangsung, proses hukum terhadap Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo diperkirakan akan terus berkembang dalam waktu dekat. (aha/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat terpuruk akibat cedera dan menjalani operasi pada kedua lututnya, sahabat Megawati Hangestri, Yeum Hye-seon, kini membawa kabar baik bagi Red Sparks.
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT di Jalan Kunir, Kota Madiun, Bibit, ungkap keseharian Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka mutilasi istri siri dan anaknya. DBM dikenal sebagai sosok.
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.

Trending

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Laga Berjalan Seperti Catur, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan Persib Atas Melbourne Victory

Laga Berjalan Seperti Catur, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan Persib Atas Melbourne Victory

Persib menang 2-0 atas Melbourne Victory lewat dua gol Balsa Sekulic. Igor Tolic mengibaratkan laga seperti catur dan mengungkap kunci kemenangan Maung Bandung.
Masih Tak Terima, Carlos Prates Ancam Pensiunkan Islam Makhachev usai Sang Juara Tolak Duel di UFC 336

Masih Tak Terima, Carlos Prates Ancam Pensiunkan Islam Makhachev usai Sang Juara Tolak Duel di UFC 336

Perseteruan Carlos Prates dan Islam Makhachev memanas usai sang juara disebut menolak bertarung di UFC 336. Prates pun melontarkan sindiran tajam ke Makhachev.
Komentar Balsa Sekulic Cetak Brace untuk Antarkan Persib Terus Berjaya di Asia

Komentar Balsa Sekulic Cetak Brace untuk Antarkan Persib Terus Berjaya di Asia

Cetak brace saat Persib mengalahkan Melbourne Victory 2-0, Balsa Sekulic akhirnya lepas dari paceklik gol dan menyoroti assist Berguinho serta Danijel Loncar.
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Selengkapnya

Viral