Kata-kata Bu Atun Usai Diolok-olok Murid-muridnya, Guru PKN SMAN 1 Purwakarta Ini Malah Mendoakan Kalau..
- Tangkapan Layar Halo Purwakarta
Purwakarta, tvOnenews.com - Guru korban olok-olok puluhan siswa SMAN 1 Purwakarta, Jawa Barat ini akhirnya buka suara.
Syamsiah yang akrab disapa Bu Atun merupakan guru mata pelajaran PKN di SMAN 1 Purwakarta.
Ia mengaku baru mengetahui adanya video tersebut setelah viral di media sosial.
Bahkan, Syamsiah juga tidak mengetahui bahwa dirinya direkam oleh siswa seusai mengajar di kelas tersebut.
- Instagram @dedimulyadi71
"Saya tahu dari video (viral), saya juga enggak tahu (direkam dan dilecehkan murid)," kata Syamsiah, kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Syamsiah mengaku sedih saat mengetahui perbuatan murid-muridnya dalam video viral tersebut.
Namun, wanita paruh baya ini tetap tulus mendoakan murid-muridnya yang telah melecehkannya.
"Manusiawi dong kalau saya sedih. Tapi keimanan saya tidak akan dirusak oleh rasa sedih. Sakit manusiawi, tapi keimanan saya akan mengobati luka hati saya, agar anak-anak selamat dunia akhirat. Itu yang ada di hati saya," tuturnya tulus.
Bahkan, Syamsiah dengan sangat bijak mengaku sudah memaafkan murid-murid kelas XI IPS tersebut.
"Sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Dan di saat itupun anak-anak menangis dengan kesalahannya, karena saya selaku guru, wajib memaafkan anak didik agar menjadi generasi yang berahklak, menjadi generasi yang menyadari kesalahan dari kekeliruannya," tuturnya.
Syamsiah menilai jika murid-muridnya tersebut hanya salah melangkah. Oleh karena itu ia berharap para siswa dapat sukses di kemudian hari.
"Saya berharap anak itu selamat dunia akhirat, dan sukses untuk dunia akhirat, sekalipun dia melakukan kesalahan terbesar," ujarnya.
Syamsiah juga mengaku tidak akan memperpanjang permasalahan ini. Ia menegaskan tidak akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
"Tidak akan pernah, karena punya niat, saya ingin merubah bahwa saya ingin merubah anak didik menjadi orang yang berakhlak tinggi, yang selamat dunia akhirat. Itu yang ada di mindset saya, dan ingin merubah sikap anak berprilaku baik, karena yang salah tidak selamanya salah," pungkasnya.
Dedi Mulyadi Tak Setuju Siswa Hanya Diskors
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons negatif soal sanksi yang diberikan SMAN 1 Purwakarta terhadap puluhan siswa yang mengolok-olok guru.
Kang Dedi Mulyadi alias KDM menilai sanksi berupa skorsing selama 19 hari kepada sejumlah siswa tersebut kurang efektif.
Pasalnya, kata KDM, sanksi skorsing tidak akan memberikan efek jera maupun pembinaan dalam pembentukan karakter yang nyata.
Bahkan KDM memberikan saran hukuman dengan kerja sosial selama 1-3 bulan tergantung dari perkembangan para siswa tersebut.
Di mana siswa tetap pergi ke sekolah untuk membersihkan halaman dan juga toilet setiap hari, bukan untuk belajar di kelas.
"Tetapi, saya memberikan saran. Anak itu (para siswa yang terlibat olok-olok guru) tidak skorsing selama 19 hari. Ini saran mudah-mudahan sarannya bisa digunakan. Tetapi diberikan hukuman untuk membersihkan halaman sekolah, yaitu dengan menyapu setiap hari dan juga membersihkan toilet," ucapnya dikutip pada Senin (20/4/2026).
Menurutnya, hukuman harus bermanfaat bagi pembentukan karakter setiap siswa, yang masih membutuhkan bimbingan dari orang tua maupun gurunya.
"Prinsip dasarnya yaitu setiap hukuman yang diberikan itu harus hukuman yang dapat memberikan manfaat, bagi pembentukan karakter. Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan juga oleh gurunya," terangnya. (muu)
Load more