News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kata-kata Bu Atun Usai Diolok-olok Murid-muridnya, Guru PKN SMAN 1 Purwakarta Ini Malah Mendoakan Kalau..

Syamsiah yang akrab disapa Bu Atun merupakan guru pelajaran PKN di SMAN 1 Purwakarta. Ia mengaku baru mengetahui adanya video tersebut setelah viral di medsos.
Selasa, 21 April 2026 - 07:53 WIB
Syamsiah atau Bu Atun Guru PKN SMAN 1 Purwakarta yang Diolok-olok Muridnya
Sumber :
  • Tangkapan Layar Halo Purwakarta

Purwakarta, tvOnenews.com - Guru korban olok-olok puluhan siswa SMAN 1 Purwakarta, Jawa Barat ini akhirnya buka suara.

Syamsiah yang akrab disapa Bu Atun merupakan guru mata pelajaran PKN di SMAN 1 Purwakarta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengaku baru mengetahui adanya video tersebut setelah viral di media sosial.

Bahkan, Syamsiah juga tidak mengetahui bahwa dirinya direkam oleh siswa seusai mengajar di kelas tersebut.

Siswa SMAN 1 Purwakarta ejek guru
Siswa SMAN 1 Purwakarta ejek guru
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

"Saya tahu dari video (viral), saya juga enggak tahu (direkam dan dilecehkan murid)," kata Syamsiah, kepada wartawan, Senin (20/4/2026).

Syamsiah mengaku sedih saat mengetahui perbuatan murid-muridnya dalam video viral tersebut. 

Namun, wanita paruh baya ini tetap tulus mendoakan murid-muridnya yang telah melecehkannya.

"Manusiawi dong kalau saya sedih. Tapi keimanan saya tidak akan dirusak oleh rasa sedih. Sakit manusiawi, tapi keimanan saya akan mengobati luka hati saya, agar anak-anak selamat dunia akhirat. Itu yang ada di hati saya," tuturnya tulus.

Bahkan, Syamsiah dengan sangat bijak mengaku sudah memaafkan murid-murid kelas XI IPS tersebut.

"Sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Dan di saat itupun anak-anak menangis dengan kesalahannya, karena saya selaku guru, wajib memaafkan anak didik agar menjadi generasi yang berahklak, menjadi generasi yang menyadari kesalahan dari kekeliruannya," tuturnya.

Syamsiah menilai jika murid-muridnya tersebut hanya salah melangkah. Oleh karena itu ia berharap para siswa dapat sukses di kemudian hari.

"Saya berharap anak itu selamat dunia akhirat, dan sukses untuk dunia akhirat, sekalipun dia melakukan kesalahan terbesar," ujarnya.

Syamsiah juga mengaku tidak akan memperpanjang permasalahan ini. Ia menegaskan tidak akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

"Tidak akan pernah, karena punya niat, saya ingin merubah bahwa saya ingin merubah anak didik menjadi orang yang berakhlak tinggi, yang selamat dunia akhirat. Itu yang ada di mindset saya, dan ingin merubah sikap anak berprilaku baik, karena yang salah tidak selamanya salah," pungkasnya. 

Dedi Mulyadi Tak Setuju Siswa Hanya Diskors

Dedi Mulyadi Tak Terima Siswa SMAN 1 Purwakarta hanya Diskors 19 Hari, KDM Sarankan Sanksi Lebih Berat Ini
Dedi Mulyadi Tak Terima Siswa SMAN 1 Purwakarta hanya Diskors 19 Hari, KDM Sarankan Sanksi Lebih Berat Ini
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons negatif soal sanksi yang diberikan SMAN 1 Purwakarta terhadap puluhan siswa yang mengolok-olok guru.

Kang Dedi Mulyadi alias KDM menilai sanksi berupa skorsing selama 19 hari kepada sejumlah siswa tersebut kurang efektif.

Pasalnya, kata KDM, sanksi skorsing tidak akan memberikan efek jera maupun pembinaan dalam pembentukan karakter yang nyata.

Bahkan KDM memberikan saran hukuman dengan kerja sosial selama 1-3 bulan tergantung dari perkembangan para siswa tersebut.

Di mana siswa tetap pergi ke sekolah untuk membersihkan halaman dan juga toilet setiap hari, bukan untuk belajar di kelas.

"Tetapi, saya memberikan saran. Anak itu (para siswa yang terlibat olok-olok guru) tidak skorsing selama 19 hari. Ini saran mudah-mudahan sarannya bisa digunakan. Tetapi diberikan hukuman untuk membersihkan halaman sekolah, yaitu dengan menyapu setiap hari dan juga membersihkan toilet," ucapnya dikutip pada Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, hukuman harus bermanfaat bagi pembentukan karakter setiap siswa, yang masih membutuhkan bimbingan dari orang tua maupun gurunya.

"Prinsip dasarnya yaitu setiap hukuman yang diberikan itu harus hukuman yang dapat memberikan manfaat, bagi pembentukan karakter. Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan juga oleh gurunya," terangnya. (muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bursa Transfer AC Milan: Tak Hanya Dusan Vlahovic, Massimiliano Allegri Incar Eks Juventus Jelang Musim Panas

Bursa Transfer AC Milan: Tak Hanya Dusan Vlahovic, Massimiliano Allegri Incar Eks Juventus Jelang Musim Panas

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, masih berupaya untuk menggaet sejumlah mantan anak buahnya di Juventus. Tak hanya Dusan Vlahovic, Allegri juga dikabarkan menginginkan Paulo Dybala.
Empat Remaja Pelaku Curanmor di Tangerang Diringkus, Barang Bukti Senjata Api Rakitan hingga Kunci Letter T Diamankan

Empat Remaja Pelaku Curanmor di Tangerang Diringkus, Barang Bukti Senjata Api Rakitan hingga Kunci Letter T Diamankan

Empat remaja pelaku pencurian kendaraan bermotor diringkus tim gabungan Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Jatiuwung usai beraksi di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Daftar Harga Terbaru iPhone 16 Series 21 April 2026, Mulai dari Rp10 Jutaan

Daftar Harga Terbaru iPhone 16 Series 21 April 2026, Mulai dari Rp10 Jutaan

Simak daftar harga terbaru iPhone 16 Series per 21 April 2026 di Indonesia. Mulai dari Rp10 jutaan untuk iPhone 16e hingga varian Pro Max dengan kapasitas 1 TB.
Bu Atun Guru yang Diolok-olok Muridnya di Purwakarta Buka Pintu Maaf, Sebut Tidak akan Pernah Laporkan Mereka

Bu Atun Guru yang Diolok-olok Muridnya di Purwakarta Buka Pintu Maaf, Sebut Tidak akan Pernah Laporkan Mereka

Bu Atun atau guru yang viral karena diolok-olok muridnya di Purwakarta akhirnya buka suara.
Polisi Tangkap Pria Pengedar Narkoba di Tanah Abang, Ganja 3,6 Kilogram Disita

Polisi Tangkap Pria Pengedar Narkoba di Tanah Abang, Ganja 3,6 Kilogram Disita

Seorang pria berinisial AA (30) ditangkap tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat usai didapati mengedarkan narkotika di depan Stasiun Kereta Api Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Megawati Hangestri 'Hanya Bisa' Gabung Tiga Klub Ini Jika Kembali Bermain di Liga Voli Korea 2026-2027, Salah Satunya Red Sparks

Megawati Hangestri 'Hanya Bisa' Gabung Tiga Klub Ini Jika Kembali Bermain di Liga Voli Korea 2026-2027, Salah Satunya Red Sparks

Megawati Hangestri dikabarkan kemungkinan besar hanya bisa bergabung bersama tiga klub yang tersisa sebagai pemain kuota Asia yang baru, jika dirinya resmi kembali bermain di Liga Voli Korea 2026-2027.

Trending

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan oleh tiga kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri hingga Timnas Indonesia.
Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Nama Fadly Alberto viral di media sosial. Buntut tendangan kungfunya terhadap satu pemain Dewa United
Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Kawasan wisata Pacira (Pangalengan, Ciwidey, Rancabali) di Bandung menjadi fokus utama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. 
Indonesia akan Terapkan Dwi Kewarganegaraan Terbatas, Siapa Saja yang Bisa Mengaksesnya?

Indonesia akan Terapkan Dwi Kewarganegaraan Terbatas, Siapa Saja yang Bisa Mengaksesnya?

Saat ini, pemerintah tengah merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewarganegaraan yang membuka peluang bagi penerapan dwi kewarganegaraan terbatas. Regulas
Top Skor Sepanjang Masa Ketiga Timnas Jepang Blak-blakan Soal Masa Depan Timnas Indonesia Era John Herdman, Prediksi Nasib Skuad Garuda akan Begini

Top Skor Sepanjang Masa Ketiga Timnas Jepang Blak-blakan Soal Masa Depan Timnas Indonesia Era John Herdman, Prediksi Nasib Skuad Garuda akan Begini

Top skor sepanjang masa ketiga Timnas Jepang menilai Timnas Indonesia di era John Herdman punya masa depan cerah dan peluang besar lolos ke Piala Dunia 2030.
Dua Hukuman Ini Diusulkan Dedi Mulyadi untuk Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Viral, KDM Ingatkan tetap Ikut KBM di Sekolah

Dua Hukuman Ini Diusulkan Dedi Mulyadi untuk Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Viral, KDM Ingatkan tetap Ikut KBM di Sekolah

Video beberapa waktu lalu yang menampilkan seorang siswa acung jari tengah yang viral, menuai kritikan. Hal ini juga direspons Dedi Mulyadi
Ngaku Kena Serangan Rasis Sebelum Layangkan Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Disindir Pemain Dewa United: Gak Usah Lebay

Ngaku Kena Serangan Rasis Sebelum Layangkan Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Disindir Pemain Dewa United: Gak Usah Lebay

Kena serangan rasis jadi alasan Fadly Alberto lakukan tendangan kungfu ke lawan, pemain Dewa United ini kasih sindiran telak untuk eks Timnas Indonesia U-17 itu
Selengkapnya

Viral