Soal Isu Pembatasan Media Sosial, Dr. Stepi Anriani: Pentingnya Melawan Disinformasi
- Istimewa
“Pembatasan tanpa kerangka yang jelas justru bisa menjadi preseden berbahaya bagi demokrasi digital. Yang kita butuhkan adalah smart regulation, bukan sekadar restriksi,” tegas Stepi.
Sebagai alternatif, Stepi menawarkan pendekatan kolaboratif berbasis ketahanan informasi. Ia menekankan empat pilar utama: penguatan literasi digital masyarakat, akuntabilitas platform melalui transparansi algoritma, regulasi negara yang proporsional, serta peran aktif media dalam menjaga standar jurnalisme dan edukasi publik.
“Pertarungan melawan disinformasi tidak bisa dimenangkan oleh negara saja. Ini adalah kerja kolektif, masyarakat harus menjadi aktor yang kritis, bukan sekadar konsumen informasi,” tutupnya.
Diskusi ini menegaskan bahwa pembatasan media sosial bukanlah isu hitam dan putih. Di satu sisi, terdapat kebutuhan mendesak untuk mengendallikan disinformasi yang merusak. Namun di sisi lain, terdapat, terdapa risiko nyata terhadap kebebasan digital jika kebijakan dilakukan secara berlebihan.
Dengan demikian, tantangan ke depan bukan sekadar memilih antara pembatasan atau kebebasan, melainkan merumuskan keseimbangan antara keamanan informasi dan prinsip demokrasi di ruang digital.
Load more