Cegah Sakit Ginjal Sejak Dini, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya
- Pexels/Andrea Piacquadio
Jakarta, tvOnenews.com - Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah sakit ginjal sejak dini. Salah satunya adalah dengan menjalani gaya hidup yang sehat dan seimbang, serta mengonsumsi obat herbal yang tepat dan aman.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di Indonesia sebesar 0,38 persen atau 3,8 orang per 1000 penduduk.
Angka yang tampak kecil ini menyimpan realita mengkhawatirkan, terutama ketika penelitian Perhimpunan Nefrologi Indonesia menunjukkan prevalensi sebenarnya bisa mencapai 12,5 persen.
Kenali gejala penyakit ginjang berikut:
• Jumlah urine yang keluar saat buang air kecil berkurang
• Perubahan warna pada urine, termasuk urine keruh atau bercampur darah
• Pembengkakan pada tungkai
• Nyeri di punggung bagian bawah yang menjalar ke perut bawah atau selangkangan
• Nyeri saat buang air kecil
• Kram atau kedutan di otot
• Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
• Mudah lelah
• Sesak napas
• Kulit terasa gatal tanpa sebab
• Tekanan darah meningkat
• Anemia
Kondisi ini mendorong Hollis Media Bariklana untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat tentang penggunaan produk herbal yang tepat.
Akhmad Rois menekankan pentingnya edukasi kesehatan di tengah tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal.
“Kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih produk herbal yang tepat masih rendah. Banyak yang mengonsumsi tanpa memahami komposisi, dosis yang benar, atau cara penyimpanan yang tepat,” katanya.
Dokter biasanya akan memberikan berbagai obat bagi penderita dengan pilihan seperti obat pengontrol darah tinggi, antibiotik, obat diuretik, obat penghambat alfa. Namun ada juga obat herbal seperti Tugingo yang mengandung empat ekstrak daun berkhasiat yakni alpukat, sukun, tempuyung, dan keji beling.
“Ekstrak daun sukun dan tempuyung secara khusus membantu meluruhkan batu ginjal, sementara daun keji beling efektif mengatasi infeksi saluran kemih. Daun alpukat berperan dalam meningkatkan fungsi ginjal secara keseluruhan,” jelas Akhmad.
Edukasi yang diberikan kepada konsumen tidak hanya sebatas pada komposisi produk. Akhmad juga menegaskan pentingnya pemahaman akan cara mengonsumsi herbal yang benar.
Ia juga menekankan soal edukasi tentang deteksi dini gangguan ginjal. Masyarakat perlu mewaspadai gejala seperti kencing berbusa, kaki bengkak tanpa sebab jelas, mudah lelah, dan sakit pinggang berkepanjangan.
“Gejala-gejala ini sering diabaikan, padahal bisa menjadi indikator awal masalah ginjal,” tambah Akhmad.
Target edukasi ini meliputi masyarakat usia 12 tahun ke atas, terutama mereka yang memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. “Kelompok ini memiliki risiko tinggi mengalami masalah ginjal di kemudian hari,” tutup Akhmad.
Load more