News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Kisah Evan, Gubernur Dedi Mulyadi Nilai Pembunuh Satu Keluarga Haji Sahroni di Indramayu Jago Manipulatif

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyikapi babak baru kasus pembunuhan Haji Sahroni sekeluarga di Indramayu. Pelaku dinilai jago merekayasa berkaca dari Evan.
Rabu, 6 Mei 2026 - 01:47 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Youtube Kang Dedi Mulyadi

Indramayu, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menyoroti video viral Terdakwa, Ririn Rifanto (35). Ririn histeris menepis sebagai pelaku kasus pembunuhan Haji Sahroni dan satu keluarga di Indramayu.

Kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni masih berjalan dengan terdakwa Ririn Rifanto (35) dan Priyo Bagus Setiawan (27). Menariknya, Ririn mengungkap dugaan empat orang lain terlibat dalam kasus ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi Mulyadi langsung mengawal babak baru ini. Ia bertemu dengan dua orang sebagai perwakilan keluarga korban sehingga momen itu diunggah lewat kanal YouTube pribadinya.

KDM sapaan akrabnya mulanya tidak menyoroti sosok terdakwa Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan. Ia lebih menilai pelaku jago membuat rekayasa kasus pembunuhan ini.

"Pelaku asli sangat pintar merekayasa keadaan," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Rabu (6/5/2026).

Kenapa Dedi Mulyadi Nilai Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Haji Sahroni Jago Manipulatif?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) sikapi babak baru kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) sikapi babak baru kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Dedi Mulyadi sudah tidak asing dengan kasus ini. Ia pernah mengundang Evan, mantan karyawan toko milik Budi, salah satu korban yang hampir menjadi kambing hitam oleh siasat pelaku.

Dedi Mulyadi kembali mengenang saat menghadirkan Evan. Hal ini sebagai sikap agar tidak ada pihak yang menjadi korban fitnah dalam kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu ini.

"Seperti yang hampir menimpa Evan dulu. Saking pintarnya, asumsi orang pada waktu itu sudah beranggapan pelakunya adalah Evan," terangnya.

Kala itu KDM mempersilakan Evan menceritakan situasi saat difitnah. Tuduhan itu mengakibatkan Evan ikut terjebak dalam kasus tersebut.

Evan mulanya mengaku cukup dekat dengan Budi Awaludin (45), anak dari Haji Sahroni. Ia pernah bekerja di toko sembako korban pada 2023.

Evan menjelaskan dirinya tidak mengetahui satu keluarga Haji Sahroni dibunuh R dan P. Ia baru mendengar mantan bosnya menjadi korban pembunuhan usai dikabari kawannya.

Kasus ini menyadarkan dirinya. Evan mengaku sempat dihubungi Budi untuk menggadaikan mobil pikap. Pengakuan ini selaras dengan pernyataan Humas Polda Jabar. Perintah itu bagian dari siasat terdakwa, R.

R sudah memprediksi kasus ini viral. Terdakwa menyalahgunakan nomor WhatsApp dan ponsel milik Budi agar Evan menjual sejumlah mobil korban.

Evan pun menerima perintah menggadaikan mobil pikap jenis Carry korban seharga Rp30 juta, selain mobil Avanza (Rp50 juta). Namun, ia belum melakukannya lantaran fisik mobil itu belum ada.

Evan semakin heran lantaran didesak menjual dua mobil tersebut. Ia juga kesal pelaku memaksa uang hasil penggadaian segera ditransfer.

KDM Pertanyakan Kemunculan 4 Nama Lain yang Disebut Terdakwa

Di momen ini, KDM juga menyoroti empat nama lain. Kemunculan mereka ketika terdakwa tidak diberikan kesempatan berbicara di depan kamera seusai persidangan di PN Indramayu.

Ririn mengaku kakinya dipatahkan. Motifnya akibat dipaksa agar mengakui dirinya adalah pelaku.

Ririn pun membantah sebagai pelaku. Terdakwa menyebut ada empat pelaku lain yang membunuh lima korban, beberapa di antaranya berinisial J, AY, H, dan Y.

Dedi Mulyadi justru merasa heran terkait pengungkapan empat pelaku tersebut. Menurutnya, hal ini dinilai sebagai bukti bahwa terdakwa mengetahui pelaku lainnya.

"Kalau pelaku sebenarnya adalah mereka, berarti Ririn ini tahu dong pelakunya. Tinggal lihat saja data KTP-nya, alamatnya di mana, kan gampang tangkapnya. Pertanyaan saya, kenapa yang empat ini belum ditangkap? Apakah wujudnya ada? Jangan-jangan ini infonya kosongan," imbuhnya.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut berharap agar pihak berwenang menjalani tugasnya secara transparan. Ia tidak memihak siapa pun, tetapi kasus ini harus diselesaikan lantaran korban berakhir tragis.

"Kasus ini harus dikawal agar transparan. Namun, fakta-fakta hukum diuji di pengadilan, seperti CCTV hingga keterangan saksi harus menjadi acuan utama bagi hakim untuk mengambil keputusan seadil-adilnya," desak KDM.

Sementara, kuasa hukum korban, Hery Reang turut mengungkap perkembangan kasus pembunuhan keluarga di Paoman, Indramayu. Hal itu terjadi saat diundang oleh Dedi Mulyadi.

Hery meyakini R dan P adalah pembunuhnya. Keyakinan itu didasari ada bukti dan fakta yang berhasil diungkap dalam persidangan awal sejak 25-29 April.

"Kami meyakini bahwa kedua pelaku itulah yang membunuh, yang pertama ada buktinya CCTV. Kemudian, mobil korban dipakai oleh pelaku, yang dielak dalam persidangan, dibawa oleh pelaku dan mereka menginap di Hotel Adis Syariah. Yang lebih hebatnya, dua pelaku ini check-in menggunakan KTP korban difotokopi. Jadi, bukan KTP pelaku yang dua orang," ucap Hery.

Diketahui, kasus pembunuhan ini terungkap setelah warga menemukan satu keluarga Haji Sahroni tewas terkubur dalam satu liang lahat di dekat rumahnya di Paoman, Indramayu, Senin (1/9/2025).

Kasus ini mengakibatkan lima jenazah dalam satu keluarga, yakni Haji Sahroni (75), Budi (45), Euis (40), Ratu (7), dan bayi berusia 8 bulan.

Awal mula kasus ini terungkap saat Ayu, tetangga korban tidak bisa menghubungi Euis sejak sepekan terakhir. Ia pun mencari informasi alasan Euis tidak merespons telepon dan WA miliknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alhasil, warga memaksa masuk rumah korban. Bau busuk dari belakang rumah menjadi titik awal mereka menemukan lima jasad keluarga Haji Sahroni terkubur dalam satu gundukan tanah.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Vietnam mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Kenji Nishioka sempat menyamakan skor, tetapi dianulir karena offside.
Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic mulai menatap tantangan baru bersama Juventus. Pemain muda Bosnia itu membawa ambisi besar setelah menerima tawaran dari Bianconeri.
Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Inter Milan mulai memantau kiper muda River Plate, Santiago Beltran. Nerazzurri harus bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkan tanda tangannya.
Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Fabio Capello menyoroti penampilan Timnas Italia saat menghadapi Belgia. Ia meminta Gli Azzurri bermain lebih efektif ketika membangun serangan.
Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Liverpool resmi menunjuk Julian Ward sebagai direktur olahraga baru. Ia kembali ke Anfield untuk menjalani periode keduanya di posisi tersebut.
Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Penyegelan lebih dari 1.000 ton udang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) di sejumlah wilayah Jawa Timur menuai sorotan.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral