Menkeu Purbaya Bocorkan Rencana Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta demi Tekan Konsumsi BBM
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah tengah mematangkan langkah strategis untuk menggenjot penggunaan kendaraan listrik (EV) di tanah air.
Dalam pengumuman terbaru, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa dukungan fiskal akan dialokasikan untuk 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit motor listrik pada tahun ini.
Rencana ini menjadi prioritas guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap stabil di paruh kedua tahun ini. Menkeu menegaskan bahwa jika kuota tersebut terpenuhi, pemerintah membuka peluang untuk menambah dukungan tersebut.
“100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Nanti skemanya Pak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) akan menjelaskan seperti apa, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) juga akan memberikan seperti apa (skemanya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,” terang Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5).
Meskipun detail resminya akan segera diumumkan bersama kementerian terkait, Purbaya memberikan gambaran bahwa subsidi untuk setiap unit motor listrik diperkirakan mencapai Rp5 juta.
Keputusan ini didorong oleh visi pemerintah untuk memperkuat daya tahan ekonomi dari fluktuasi harga minyak mentah dunia yang kian tidak menentu.
Purbaya mengungkapkan ketertarikannya pada program ini setelah berdiskusi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menurutnya, peralihan ke EV akan berdampak langsung pada penghematan kas negara dari beban subsidi bahan bakar minyak.
“Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel BBM. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, kebijakan ini dipandang sebagai instrumen vital untuk melindungi sektor industri manufaktur serta menjaga lapangan kerja di dalam negeri.
Dengan mendorong permintaan pasar, pemerintah berharap roda ekonomi di sektor otomotif bisa bergerak lebih cepat mulai awal Juni mendatang.
“Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ke tiga dan triwulan keempat, Juni awal saya mulai jalan. Itu kebijakan yang sudah didiskusikan tapi nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian, Menko Perekonomian, dan lain-lain,” jelas Menkeu.
Purbaya menambahkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh elemen pendukung ekonomi tetap produktif.
“Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur kita dorong,” imbuhnya.
Sebelumnya, pihak Kementerian Perindustrian menekankan bahwa insentif ini bukan sekadar upaya penurunan emisi karbon, melainkan respons terhadap perubahan tren global.
Ketidakpastian energi akibat ketegangan geopolitik menjadikan kendaraan berbasis listrik sebagai solusi yang kian relevan untuk memperkuat ketahanan industri nasional. (ant/dpi)
Load more