Target Besar Gubernur Dedi Mulyadi, bakal Bebaskan Jabar dari Kabel Semrawut pada 2029: Merusak Wajah Kota
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Pria berusia 55 tahun ini mencontohkan perluasan penataan setelah dilakukan di kawasan Gedung Sate, salah satunya Karawang. Nantinya, pemerintah akan melibatkan operator telekomunikasi dan asosiasi terkait.
"Kami mulai dari pusat dulu, misalnya dari Gedung Sate. Itu kan simbol, kalau di sana rapi, daerah lain harus ikut," terangnya.
Dedi Mulyadi memberikan penilaian terkait keberadaan kabel semrawut. Ia yang suka dengan estetika pemandangan tentu tidak menginginkan persoalan ini berada di Jabar.
Kata dia, selain mengganggu pemandangan, persoalan kabel telekomunikasi dan listrik yang semrawut juga berdampak pada keselamatan masyarakat.
Kemudian, kabel-kabel yang tidak terurus juga menyangkut pada efisiensi tata kota. Maka dari itu, Pemprov Jabar menargetkan penataan hal ini setidaknya pada 2029.
"Kabel yang tidak tertata itu rawan putus, rawan kebakaran, dan membahayakan masyarakat. Ini bukan sekadar soal enak dilihat, tapi soal keamanan," jelasnya.
Maka dari itu, Dedi Mulyadi menginginkan program penataan kabel melalui sistem bawah tanah berjalan efektif. Ia pun memberikan penekanan terhadap integrasi pekerjaan infrastruktur di Jabar.
Kata KDM, minimal tidak ada lagi kegiatan pembongkaran fasilitas yang terjadi secara berulang. Contohnya terletak pada pembangunan trotoar, kemudian dibongkar akibat banyak kabel.
"Semua harus masuk satu sistem sejak awal. Sekali kita bangun, harus tuntas. Jangan ada gali-tutup yang merusak fasilitas publik," minta dia secara tegas.
Mantan anggota DPR RI ini menyadari target ini tidak bisa dijalankan sendiri oleh Pemprov Jabar. Ia mendesak pemerintah kabupten dan kota ikut terlibat dalam komitmen tersebut.
Ia menambahkan, setidaknya pemerintah daerah menggunakan pola yang sama. Tujuannya untuk menghindari ketimpangan penataan antarwilayah sehingga nantinya akan bersifat merata.
"Provinsi dan kabupten/kota harus satu pola. Kalau tidak, yang rapi hanya sebagian, tapi yang lain tetap semrawut," ucapnya.
Dalam penutupnya, Dedi Mulyadi menyampaikan alasan utama dari penataan kabel bawah tanah. Hal ini menjadi bagian dari transformasi besar pemerintah membuat kota modern agar Jabar semakin rapi dan aman.
"Kita ingin kota-kota di Jawa Barat naik kelas-lebih tertib, lebih aman, dan punya standar infrastruktur yang baik. Ini bukan proyek jangka pendek, ini fondasi masa depan Jawa Barat," tukasnya.
Load more