GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Dalami Pemerasan yang Dilakukan Sudewo Terhadap Calon Perangkat Desa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Pati nonaktif Sudewo atas kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat Desa di Kabupaten Pati.
Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:05 WIB
Bupati Pati nonaktif, Sudewo
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Pati nonaktif Sudewo atas kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat Desa di Kabupaten Pati.

Dalam pemeriksaan tersebut, KPK menggali soal proses pengisian jabatan para calon perangkat desa (Caperdes).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"pemeriksaan berkaitan dengan dugaan perbuatan-perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh saudara SDW berkaitan dengan proses-proses pengisian jabatan untuk calon
perangkat desa," ucap juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (9/5/2026).

Dalam konstruksi perkara Sudewo melakukan pemerasan terhadap para calon perangkat desa untuk pengisian jabatan.

Uang-uang tersebut dikumpulkan melalui tim yang diduga dibentuk oleh tersangka. Sehingga pemeriksaan terhadap Sudewo pada Jumat (8/5) kemarin, mendalami juga soal proses pemerasan yang dilakukan oleh anak buahnya.

"Itu proses dugaan pemerasannya seperti apa, di mana kita lihat dari konstruksinya, dugaan pemerasan itu dilakukan secara berjenjang," jelasnya.

"Ada tim yang secara khusus meneruskan alur perintah dari saudara SDW terkait dengan
pengumpulan sejumlah uang dari para calon perangkat desa," sambungnya.

Oleh karena itu, KPK menegaskan, penyidikan kasus ini terus berlangsung dengan meminta sejumlah keterangan saksi-saksi untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.

"Dari perkara yang bermula dari peristiwa tangkap tangan ini, sebelumnya sejumlah saksi sudah dilakukan pemeriksaan. Baik dari para calon perangkat desa, kemudian para kepala desa, para camat, termasuk pihak-pihak lain untuk
memberikan penguatan alat bukti, dalam proses penyidikan perkara ini," tandasnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan 4 orang tersangka yakni, Sudewo, YON selaku Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan.

Lalu JION selaku Kades Arumanis, Kecamatan Jaken, dan JAN selaku Kades Sukorukun, Kecamatan Jaken.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPK mengungkap, YON dan JION diberikan tugas menghubungi para kepala desa di wilayah masing-masing untuk menginstruksikan pengumpulan uang dari para Caperdes.

"Berdasarkan arahan SDW, YON dan JION kemudian menetapkan tarif sebesar Rp165 juta-Rp225 juta untuk setiap Caperdes yang mendaftar. Besaran tarif tersebut sudah dimark-up oleh YON dan JION dari sebelumnya Rp125 juta-Rp150 juta," ucap Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wamendagri Sebut Kendari Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Kreatif dan MICE Indonesia Timur, Ini Potensinya

Wamendagri Sebut Kendari Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Kreatif dan MICE Indonesia Timur, Ini Potensinya

Salah satu capaian paling menonjol yang membuat Kendari layak jadi pusat ekonomi Indonesia Timur adalah dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 86,36, posisi keenam secara nasional.
Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Miliki Potensi Maju Jadi Ketum PBNU, Ini Alasannya

Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Miliki Potensi Maju Jadi Ketum PBNU, Ini Alasannya

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut, nama Nasaruddin Umar miliki potensi maju sebagai Ketua Umum (Ketum) di Muktamar 2026.
Dulu Jadi Bulan-bulanan Fans Ajax, Gelandang Keturunan Manado Rp347 Miliar Kini Jadi Pemain Kunci Klub Top Serie A

Dulu Jadi Bulan-bulanan Fans Ajax, Gelandang Keturunan Manado Rp347 Miliar Kini Jadi Pemain Kunci Klub Top Serie A

Karier gelandang keturunan Indonesia, Kenneth Taylor, mengalami perubahan drastis dalam satu tahun terakhir. Ternyata ia pernah jadi bulan-bulanan fans Ajax.
Markas Judi Online di Gedung Hayam Wuruk Jakbar Baru Beroperasi 2 Bulan, Para Pelaku Mengetahui Pekerjaannya

Markas Judi Online di Gedung Hayam Wuruk Jakbar Baru Beroperasi 2 Bulan, Para Pelaku Mengetahui Pekerjaannya

Direktorat Tindak Pidana Umum mengamankan 321 WNA yang terlibat kasus judi online jaringan internasional di Gedung Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).
Demi Tingkatkan Performa di MotoGP Prancis 2026, Marc Marquez Pilih Gunakan Paket Aero Ducati Musim Lalu

Demi Tingkatkan Performa di MotoGP Prancis 2026, Marc Marquez Pilih Gunakan Paket Aero Ducati Musim Lalu

Sesi Practice Jumat MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans memperlihatkan perbedaan mencolok di garasi Ducati.
Persija Jakarta Vs Persib Bandung di El Clasico Diprediksi Panas, Mauricio Souza Minta Pemain Saling Hormat

Persija Jakarta Vs Persib Bandung di El Clasico Diprediksi Panas, Mauricio Souza Minta Pemain Saling Hormat

Mauricio Souza berharap duel panas Persija vs Persib berjalan sportif. Rizky Ridho menegaskan Macan Kemayoran siap mati-matian raih kemenangan.

Trending

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Keputusan akhir diserahkan kepada Megawati Hangestri setelah agennya mengadakan pertemuan tertutup dengan Hillstate, termasuk sang pelatih Kang Sung-hyung.
Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Sikap tegas ditunjukkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai melapor kepadanya perihal guru yang jarang masuk kelas untuk mengajar.
Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF U-19 2026 menunjukkan perkembangan. Di tengah fokus TC, muncul kabar mengenai pemanggilan pemain diaspora baru.
Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 mulai mematangkan persiapan jelang ajang Piala AFF U-19 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil sejumlah pemain diaspora.
Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Pelatih Hyundai Hillstate Kang Sung-hyung tersipu malu ketika tante Megawati Hangestri memberi tahu kalau dirinya mulai populer di kalangan volimania Indonesia.
Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Bertemu pemuda 31 tahun yang tengah bantu ibunya perbaiki rumah di Ternate, Gubernur Malut Sherly Tjoanda tawarkan pria itu pekerjaan jadi guru olahraga SMA.
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Nova Arianto, Jangan-jangan Pemain Ini akan Dipanggil ke Timnas Indonesia U19

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Nova Arianto, Jangan-jangan Pemain Ini akan Dipanggil ke Timnas Indonesia U19

Bung Ropan mulai curiga dengan calon pemain yang akan dipanggil Nova Arianto untuk Timnas Indonesia U19 menjelang Piala AFF U19 2026. Kira-kira siapa saja?
Selengkapnya

Viral