GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menguak Tabir Kasus Skandal QRIS Palsu Rp2,5 M, Tersangka Vikram Bebas, Korban Minta Keadilan, Ini Kata Kejati Sumut

Kasus skandal dugaan penipuan dan penggelapan melalui modus pemalsuan QRIS yang menimpa Toko The Exclusive Tailor Medan kini memasuki babak baru, bahkan jadi
Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:05 WIB
Skandal QRIS Palsu Rp2,5 M, Tersangka Vikram Bebas, Korban Minta Keadilan, Ini Kata Kejati Sumut
Sumber :
  • tvOnenews

Medan, tvOnenews.com - Kasus skandal dugaan penipuan dan penggelapan melalui modus pemalsuan QRIS yang menimpa Toko The Exclusive Tailor Medan kini memasuki babak baru, bahkan kontroversial. 

Pasalnya, kerugian mencapai angka fantastis Rp2,5 miliar, tetapi tersangka utama bernama Vikram kini dikabarkan menghirup udara bebas usai penahanannya ditangguhkan akibat berkas perkara yang tak kunjung tuntas di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus yang menimpa korban, Karambir Singh Sandhu, ini bermula dari aksi manipulasi transaksi QRIS yang terjadi sekitar pertengahan tahun 2023. Korban kemudian resmi melaporkan kerugian tersebut ke Dit Res Siber Polda Sumut pada 2 November 2025.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap Vikram seolah membentur tembok tebal. Pengacara korban, Tommy Aditia Sinulingga mengungkapkan kekecewaannya lantaran berkas laporan kliennya terus tertahan dengan status P19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi) oleh pihak Kejaksaan.

Ketidakjelasan ini berujung pada habisnya masa penahanan tersangka di kepolisian, sehingga Vikram secara otomatis mendapatkan penangguhan penahanan.

"Pelaporannya sudah pada tahap pelimpahan berkas dari polisi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, namun selalu ditolak atau P19. Ini yang menjadi pertanyaan besar bagi kita, mengingat masa penahanan pelaku telah habis," jelas Tommy, Sabtu (9/5/2026).

Pihak korban mengaku bingung dengan sikap Kejati Sumut yang tidak memberikan jawaban pasti mengenai kekurangan berkas tersebut hingga masa penahanan tersangka berakhir. Melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), korban hanya mengetahui bahwa berkas masih "bolak-balik" antara penyidik dan jaksa.

Menurut Tommy, kondisi ini sangat merugikan kliennya yang telah kehilangan aset miliaran rupiah. Ia mempertanyakan transparansi proses hukum di Kejati Sumut yang menyebabkan tersangka penipuan kakap kini bisa melenggang bebas tanpa status penahanan yang jelas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha di Medan. Modus pemalsuan QRIS yang dilakukan tersangka dinilai sangat rapi sehingga baru terdeteksi setelah kerugian menumpuk hingga miliaran rupiah.

Kini, Karambir Singh Sandhu hanya bisa berharap pihak kepolisian dan kejaksaan dapat bersinergi lebih serius agar kasus ini segera naik ke meja hijau. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Minibus Wisatawan Singapura Rem Blong di Jalur Gunung Bromo, Tabrak Tiga Kendaraan

Minibus Wisatawan Singapura Rem Blong di Jalur Gunung Bromo, Tabrak Tiga Kendaraan

Sebuah minibus yang membawa wisatawan asal Singapura mengalami kecelakaan di jalur wisata Gunung Bromo, Sabtu siang (9/5/2026).
KONI Surabaya Optimistis Perbakin Cetak Lebih Banyak Medali Emas

KONI Surabaya Optimistis Perbakin Cetak Lebih Banyak Medali Emas

Kepengurusan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kota Surabaya periode 2025–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar khidmat di Surabaya
Kata-kata Berkelas Federico Barba usai Laga El Clasico Persija Vs Persib Terusir dari Jakarta

Kata-kata Berkelas Federico Barba usai Laga El Clasico Persija Vs Persib Terusir dari Jakarta

Bek Persib Bandung, Federico Barba menilai Persija tetap berbahaya meski harus terusir dari Jakarta dan bermain di Stadion Segiri, Samarinda.
Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Diprediksi Berjalan Ketat, Bojan Hodak Beri Kabar Buruk Soal Satu Pemain Asing

Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Diprediksi Berjalan Ketat, Bojan Hodak Beri Kabar Buruk Soal Satu Pemain Asing

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyatakan pertandingan melawan Persija Jakarta akan berjalan sangat ketat dan sulit. Juru taktik asal Kroasia mengonfirmasi satu pemain asing.
Terungkap, Pengakuan Mengejutkan Kompol DK soal Isap Pod Getar, Polda Sumut: Tidak Menoleransi Pelanggaran

Terungkap, Pengakuan Mengejutkan Kompol DK soal Isap Pod Getar, Polda Sumut: Tidak Menoleransi Pelanggaran

Terungkap, pengakuan mengejutkan Kompol Dedi Kurniawan atau Kompol DK soal isap pod getar atau Vape Narkoba. Hal itu dibeberkan oleh Kabid Humas Polda Sumut,
Pemain Diaspora Jerman yang Pernah Bermain di Piala Dunia Dipanggil Nova Arianto ke TC Timnas Indonesia U-19 untuk Piala AFF U-19 2026

Pemain Diaspora Jerman yang Pernah Bermain di Piala Dunia Dipanggil Nova Arianto ke TC Timnas Indonesia U-19 untuk Piala AFF U-19 2026

Pemain diaspora Jerman yang pernah bermain di Piala Dunia akhirnya dipanggil pelatih Nova Arianto ke Timnas Indonesia U-19 untuk ikut TC Piala AFF U-19 2026

Trending

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Keputusan akhir diserahkan kepada Megawati Hangestri setelah agennya mengadakan pertemuan tertutup dengan Hillstate, termasuk sang pelatih Kang Sung-hyung.
Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 mulai mematangkan persiapan jelang ajang Piala AFF U-19 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil sejumlah pemain diaspora.
Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Sikap tegas ditunjukkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai melapor kepadanya perihal guru yang jarang masuk kelas untuk mengajar.
Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Meski akui punya garis keturunan Indonesia di hadapan FIFA, gelandang klub Serie A Liga Italia ini dipastikan tidak bisa dinaturalisasi untuk membela Timnas.
Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF U-19 2026 menunjukkan perkembangan. Di tengah fokus TC, muncul kabar mengenai pemanggilan pemain diaspora baru.
Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Bertemu pemuda 31 tahun yang tengah bantu ibunya perbaiki rumah di Ternate, Gubernur Malut Sherly Tjoanda tawarkan pria itu pekerjaan jadi guru olahraga SMA.
Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Pelatih Hyundai Hillstate Kang Sung-hyung tersipu malu ketika tante Megawati Hangestri memberi tahu kalau dirinya mulai populer di kalangan volimania Indonesia.
Selengkapnya

Viral