Polisi Bocorkan Liciknya Sindikat Judol Internasional di Hayam Wuruk, Mulai dari Visa hingga Singgung Kamboja
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Bareskrim Polri bocorkan liciknya sindikat judi online (Judol) Internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Kata pihak polisi, sebanyak 321 warga negara asing (WNA) dari China hingga Kamboja ditangkap dalam kasus itu dan para WNA itu masuk dan bermarkas ke Indonesia dengan berbekal visa wisata.
Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widyatmoko jelaskan, para WNA tersebut datang ke Indonesia atas undangan jaringan yang sudah lebih dulu beroperasi, dengan kemudian memanfaatkan kemudahan fasilitas bebas visa kunjungan.
“Sebetulnya bukan akhirnya menjadi daerah tujuan, tetapi berdasarkan undangan, ajakan. Dan ada fasilitas bebas visa kunjungan,” beber Untung dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Sabtu (9/5/2026).
Untung menyebut, yang mengundang para WNA itu adalah eks operator judol yang pernah beroperasi di Kamboja.
“Alasannya? Nah, tentunya mereka ke sini ada yang mengundang. Yang mengundang siapa? Teman-temannya, eks veteran-veteran dari Kamboja,” beber Untung.
Sebagai informasi, Bebas Visa Kunjungan (BVK) adalah fasilitas masuk ke Indonesia tanpa visa bagi warga negara tertentu untuk tujuan wisata, sosial, atau budaya. Sesuai Perpres Nomor 95 Tahun 2024, pemegang BVK hanya diizinkan tinggal maksimal 30 hari, tidak bisa diperpanjang, dan gratis.
Diungkapkan, jaringan ini telah beroperasi selama dua bulan, para WNA tersebut otomatis telah melanggar aturan keimigrasian.
“Jika dia sudah 2 bulan, yang bersangkutan sudah overstay. Dan mereka sudah melakukan tindak pidana keimigrasian,” ujar Untung.
Untung juga menambahkan, Indonesia bukan satu-satunya negara yang dijadikan sasaran aksi serupa. Filipina, Timor Leste, bahkan Uni Emirat Arab dan Afrika Selatan juga menjadi tujuan jaringan serupa. Menurutnya, fasilitas bebas visa yang ditujukan untuk mendorong pariwisata justru menjadi celah yang dimanfaatkan secara tidak tepat.
“Kan kita juga sadar, di satu sisi pemerintah kita juga butuh adanya peningkatan angka pariwisata. Itu tidak bisa dipungkiri. Kita butuh adanya kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tetapi di sisi lain, memang ini ada seperti dua sisi mata uang, sisi terang dan sisi gelapnya,” ujar Untung.
Load more