Gubernur Jabar KDM Siap-siap bakal Buat Pergub, Larang Bangunan Hotel Melebihi Ketinggian Istana Cipanas
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Cianjur, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) melakukan kunjungan kerja ke Istana Kepresidenan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Momen ini diabadikan olehnya pada 7 Mei 2026.
KDM mendapatkan beberapa hal dalam kunjungan ke Istana Kepresidenan di Cipanas. Salah satunya mengenai banyaknya bangunan gedung atau hotel di sekitar kawasan bersejarah ini.
KDM pun menyoroti bangunan gedung maupun hotel yang berdiri di sekitar Istana. Ia menilai pembangunan ini tidak mengutamakan pada estetika hingga keamanan di sekitar objek vital negara.
KDM menilai bagian tersebut perlu diperhatikan oleh para pemiliknya. Ia pun berencana akan membuat Peraturan Gubernur (Pergub) menyikapi pembangunan di sekitar Istana Cipanas.
"Nanti saya buatkan Pergub-nya," ujar KDM dikutip dari Lembur Pakuan Channel, Sabtu (9/5/2026).
Apa Saja Poin Pergub yang akan Dibuat KDM?
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
KDM menjelaskan terkait penggodokan Pergub tentang bangunan di sekitar kawasan ini. Isinya akan mengatur radius pembangunan gedung maupun hotel.
Dedi Mulyadi menegaskan, Istana Kepresidenan merupakan bangunan bersejarah penting terletak di Jabar. Gedung ini telah dibangun sejak tahun 1742.
Mantan Bupati Purwakarta ini tentu ingin tetap menjaga estetika. Selain itu, KDM menginginkan keamanan di Istana Kepresidenan Cipanas terjaga dengan baik.
Keinginan sama halnya saat KDM mengevaluasi kerja sama sebuah hotel di sekitar kawasan Gedung Sate. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sedang menggodok revitalisasi Gedung Sate-Lapangan Gasibu.
KDM ingin memperbaiki pengelolaan aset secara profesional. Bangunan tinggi di sekitarnya membuat bangunan ikonik milik negara tidak sepenuhnya aman.
Maka dari itu, Dedi Mulyadi menginginkan adanya batasan radius. Hal ini sebagai menyikapi pembangunan gedung-gedung tinggi agar tidak berdekatan dengan Istana Kepresidenan di Cipanas.
Tak hanya itu, ia menilai dari pembangunan hotel dan gedung di kawasan wisata di Cipanas. Menurutnya, selama ini para pemilik cuek terhadap aspek tata ruang dan kelestarian lingkungan.
"Harus ada batasan radius, tidak boleh ada bangunan yang ketinggiannya melebihi istana atau desainnya merusak pandangan," tegasnya.
Melalui Pergub, ia selaku Gubernur Jabar tentu menghargai situs sejarah terutama yang berada di Jawa Barat. Ia menginginkan hal-hal yang berkaitan dengan sejarah tetap terlihat indah.
"Ini demi menjaga marwah situs sejarah kita," ucapnya.
Dedi Mulyadi Soroti Persoalan Lingkungan di Sekitar Istana Cipanas
Dalam kunjungan kerja itu, Dedi Mulyadi juga melihat persoalan lingkungan di sekitar area Istana Kepresidenan di Cipanas. Ia menyoroti hal ini setelah mendapat keluhan dari pihak pengelola.
Pihak pengelola istana curhat kepada KDM. Aliran Sungai Cisabuk dan Sungai Jalimun sangat berdampak untuk kawasan Istana Kepresidenan.
Kata dia, banyak sampah rumah tangga dari pemukiman warga terbawa. Ironisnya, sampah-sampah tersebut sampai memasuki area istana.
Selain mengganggu area Istana Kepresidenan, kondisi seperti ini kerap menyebabkan pintu air jebol. Bahkan, grill penahan sampah tidak kuat lagi terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan Puncak.
Terkait hal ini, KDM memberikan tawaran sebagai solusi konkretnya. Ia merencanakan untuk mengerahkan petugas.
Lanjut KDM, setidaknya petugas yang dikerahkan berasal dari PSDA Provinsi. Kehadiran mereka nanti rutin membersihkan sungai.
"Saya akan siapkan petugas pembersih sungai setiap hari di sini. Sambil kita merubah pola pikir masyarakat melalui sistem pengelolaan sampah desa yang lebih baik," terangnya.
Dari permasalahan ini, KDM menyinggung penataan ruang di Jabar. Ia juga menyentil terhadap fenomena banjir yang kerap melanda di kawasan Puncak.
Menurutnya, bencana banjir yang terjadi di kawasan Puncak sangat ironis. Ia menilai penyebabnya akibat perubahan tata ruang yang semakin tidak terkendali.
Mantan anggota DPR RI ini berjanji Pemprov Jabar siap mengembalikan fungsi lahan hijau terutama di kawasan Puncak. Khususnya di Istana Cipanas, ia menginginkan bangunan ini tidak sekadar sebagai saksi bisu peninggalan sejarah, namun menjadi paru-paru untuk wilayah sekitarnya.
KDM kemudian menyempatkan diri untuk melihat kondisi jembatan sepeninggalan di era Belanda. Di akhir kunjungannya, ia memuji jembatan ini masih berdiri kokoh.
Gubernur Jabar itu memberikan penekanan betapa pentingnya perawatan infrastruktur yang sudah lama berdiri kokoh. Setidaknya langkah ini bisa menggunakan sentuhan teknologi modern namun tidak memberikan kerusakan pada nilai asli dan estetikanya.
(hap)
Load more