GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tokoh Suku Besar Sebyar Soroti Komentar Novel Baswedan soal film Dokumenter 'Pesta Babi'

Tokoh Suku Besar Sebyar, Malkin Kosepa, mengkritik komentar Novel Baswedan terhadap film dokumenter “Pesta Babi” yang dinilai membangun narasi sepihak mengenai situasi Papua dan berpotensi memperkeruh ruang sosial masyarakat adat.
Selasa, 12 Mei 2026 - 08:45 WIB
Novel Baswedan
Sumber :
  • Eko-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Tokoh Suku Besar Sebyar, Malkin Kosepa, mengkritik komentar Novel Baswedan terhadap film dokumenter “Pesta Babi” yang dinilai membangun narasi sepihak mengenai situasi Papua dan berpotensi memperkeruh ruang sosial masyarakat adat.

Malkin menegaskan, Papua saat ini sedang berupaya menjaga stabilitas, memperkuat pembangunan, dan membangun kepercayaan publik melalui pendekatan dialog serta pemberdayaan masyarakat. Karena itu, menurut dia, narasi yang tidak utuh dan cenderung provokatif justru dapat memunculkan keresahan baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami bingung dengan cara pandang yang disampaikan Novel Baswedan terhadap film dokumenter tersebut. Sebagai figur publik yang juga berada dalam lingkungan ASN Polri, seharusnya lebih objektif dan bijak melihat Papua, bukan malah membangun opini yang membuat situasi semakin gaduh,” kata Malkin dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Menurut Malkin, komentar Novel terhadap film “Pesta Babi” terkesan menggiring persepsi publik bahwa Papua identik dengan kekerasan, ketakutan, dan eksploitasi, tanpa menghadirkan realitas utuh mengenai kehidupan masyarakat adat maupun berbagai upaya perdamaian yang sedang berjalan.

Ia menilai, film maupun komentar yang menyertainya harus dilihat secara kritis karena berpotensi mengandung disinformasi apabila hanya menampilkan sudut pandang tertentu tanpa verifikasi dan keseimbangan informasi.

“Papua tidak boleh terus-menerus dipotret hanya dari sisi konflik. Ada masyarakat adat yang hidup damai, ada pembangunan kampung, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan berbagai upaya rekonsiliasi yang juga harus dilihat secara adil,” ujarnya.

Malkin mengatakan, kebebasan berpendapat memang dijamin dalam negara demokrasi. Namun, menurut dia, kebebasan tersebut tetap memiliki batas etik dan tanggung jawab hukum, terlebih ketika menyangkut isu sensitif seperti Papua yang berdampak langsung terhadap stabilitas sosial dan rasa aman masyarakat.

“Dalam prinsip negara hukum, setiap penyampaian informasi di ruang publik harus mengedepankan asas kehati-hatian, akurasi, dan tidak memicu kegaduhan. Jangan sampai opini yang dibangun justru memperbesar stigma negatif terhadap Papua dan masyarakat adat,” katanya.

Malkin juga meminta Kapolri melakukan evaluasi terhadap sikap maupun pandangan pihak-pihak di lingkungan ASN dan anggota Polri yang dinilai tidak mencerminkan semangat menjaga ketertiban dan kondusivitas nasional.

“Kami meminta Kapolri memberikan evaluasi tegas terhadap yang bersangkutan. Papua hari ini membutuhkan narasi persatuan dan solusi, bukan narasi yang memperkeruh keadaan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Papua saat ini lebih membutuhkan dukungan terhadap pembangunan ekonomi, pendidikan generasi muda, dan penguatan ruang damai dibandingkan perdebatan yang berpotensi memicu polarisasi.

“Jangan jadikan Papua sebagai komoditas narasi konflik. Kami masyarakat adat ingin hidup tenang, membangun kampung, menjaga budaya, dan menyiapkan masa depan anak-anak Papua dengan damai,” tutup Malkin.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tetap Bisa Lolos, Media Jepang Rela Kalah 0-2 dari Timnas Indonesia U-17 di Laga Terakhir Piala Asia U-17 2026?

Tetap Bisa Lolos, Media Jepang Rela Kalah 0-2 dari Timnas Indonesia U-17 di Laga Terakhir Piala Asia U-17 2026?

Media Jepang mengungkap skenario di pekan terakhir Piala Asia U–17 2026. Timnas Indonesia U-17 harus meraih kemenangan pada pertandingan terakhir melawan Jepang.
Francesco Bagnaia Ungkap Biang Kerok Gagal Finis di MotoGP Prancis 2026, Gara-gara Hal Ini

Francesco Bagnaia Ungkap Biang Kerok Gagal Finis di MotoGP Prancis 2026, Gara-gara Hal Ini

Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia mengungkapkan alasan mengapa dirinya bisa gagal finis di MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).
Kabar Penting untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Ubah Peraturan Pajak Kendaraan Motor jadi Sistem Jalan Berbayar

Kabar Penting untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Ubah Peraturan Pajak Kendaraan Motor jadi Sistem Jalan Berbayar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mewacanakan adanya perubahan pajak bermotor menjadi sistem jalan berbayar. Begini penjelasan lengkapnya.
Dengan Suara Bergetar, Ayah Korban Bongkar Awal Aksi Bejat Kiai Ashari Ketahuan: Disuruh Nemenin Tidur

Dengan Suara Bergetar, Ayah Korban Bongkar Awal Aksi Bejat Kiai Ashari Ketahuan: Disuruh Nemenin Tidur

Dengan suara bergetar, ayah korban akhirnya ungkap awal mula dugaan perlakuan menyimpang yang dilakukan Kiai Ashari terhadap putrinya di lingkungan pesantren.
Lensa Berbicara: SPG Berkostum Ala Pramugari Ramaikan Penjualan Hewan Kurban

Lensa Berbicara: SPG Berkostum Ala Pramugari Ramaikan Penjualan Hewan Kurban

Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban mulai meningkat di berbagai wilayah Jabodetabek, termasuk di Depok, Jawa Barat.
Aparatur Desa di Aceh Barat Tunggak Pajak Miliaran Rupiah

Aparatur Desa di Aceh Barat Tunggak Pajak Miliaran Rupiah

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Inspektorat mengungkapkan temuan dugaan aparatur desa (gampong) belum menyetorkan dana pajak yang telah dipungut pada tahun anggaran 2025 dan jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana untuk mengganti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dengan sistem jalan berbayar pada setiap ruas jalan milik provinsi.
Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Pak Di, nama samaran, yang telah bekerja 10 tahun lebih di Ponpes Ndholo Kusumo sebetulnya telah lama curiga terhadap gelagat Kiai Ashari terhadap santriwati.
AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyampaikan kabar buruk kepada Timnas Indonesia U-17. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut akan bermain menghadapi Jepang di lanjutan Piala Asia U-17 2026.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Selengkapnya

Viral