Reaksi Tegas Rumah Zakat saat Tahu Aktivisnya telah Diculik Zionis Israel
- dok.kolase tvOnenews.com/ Instagram Republika
Jakarta, tvOnenews.com- Di tengah kabar jurnalis Republika hilang kontak saat menjadi bagian aksi kemanusiaan di Gaza. Muncul juga informasi ada relawan Rumah Zakat ikut diculik zionis Israel.
Kabar ini tersiarkan, setelah adanya kabar jurnalis asal Indonesia diculik tentara Zionis Israel. Hal ini dikonfirmasi oleh media Republika karena 2 jurnalisnya hilang kontak.
- dok.kolase tvOnenews.com/ Instagram Republika
Dalam keterangannya, dua jurnalis itu bernama Thoudy Badai dan Bambang noroyono alias Abeng. Mereka menyampaikan pesan mendalam dan singkat lewat video.
"Penangkapan Thoudy menambah jumlah jurnalis Republika yang ditangkap. Sebelumnya, Bambang Noroyono juga mengalami hal serupa," bunyi keterangan Republika dalam Instagramnya, Selasa (19/5).
- dok.kolase tvOnenews.com
Respons Rumah Zakat Aktivisnya Ikut Diculik Zionis Israel
Sehubungan dengan ini, muncul juga kabar terbaru kalau dalam aksi penangkapan oleh tentara Zionis Israel, didalamnya juga ada relawan atau aktivis dari Rumah Zakat.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Rumah Zakat yang juga anggota Dewan Pengarah GPCI Irvan Nugraha.
Dalam keterangannya, ia memastikan relawan Rumah Zakat atas nama Andi Angga Prasadewa diculik Zionis Israel. Bersamaan dengan dua Jurnalis Republika yang juga dikabarkan diculik.
Dengan kondisi ini, Irvan mengutuk keras tindakan Israel ini, yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan prinsip hak asasi manusia (HAM).
Pihaknya menjelaskan keikutsertaan sejumlah aktivis Indonesia dalam konvoi internasional via jalur laut ini direncanakan dengan saksama.
Bahkan aksi ini bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pun telah memberitahukan perihal misi kemanusiaan ini kepada pihak-pihak terkait di dalam negeri, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan Kementerian Pertahanan RI.
“Begitu mendapatkan kabar itu, secepatnya kita akan berkoordinasi kepada pemerintah Indonesia, untuk memastikan keselamatan para relawan, dan juga berharap tentu tercapainya misi kemanusiaan ini,” ujar Irvan Nugraha dalam Jumpa Persnya.
Perlu diketahui, aksi kemanusiaan ini, masuk dalam bersama Global Sumud Flotilla (GSF). Di dalamnya banyak jurnalis dan aktivis dari berbagai media dan organisasi.
Dalam perjalanannya untuk memberikan bantuan ke Gaza. Kapal-kapal yang mereka naiki, yakni Boralize dan Ozgurluk sempat lama kehilangan kontak dan tak diketahui nasibnya.
Sehuhungan dengan ini, Jurnalis foto Republika, Thoudy Badai pastisipan dari Global Sumut Flotilla 2026 menyampaikan harapannya.
"Tolong kabarkan ke pemerintah Indonesia segera bebaskan saya, segera bebaskan warga negara Indonesia lainnya."
"Kemudian juga, tetap terus dukung dan suarakan kemerdekaan untuk Palestina," pesan Thoudy.
Sementara itu, pesan mendalam dari Abeng pun sama seperti Thoudy yang meminta ingin dilepaskan. Juga tetap mendukung Palestina.
"Saya Bambang noroyono alias Abeng saya warga negara Indonesia dan saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud flotilla 2006. Mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia, saat ini saya dalam penculikan tentara Zionis Israel," katanya.(klw)
Load more