GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo Kritik Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh 35 Persen, Tapi Angka Kemiskinan Malah Naik

Pernyataan itu disampaikan saat Presiden memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPR, Jakarta.
Rabu, 20 Mei 2026 - 13:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap arah pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tujuh tahun terakhir.

Dalam pidatonya di Sidang Paripurna DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026), Prabowo mempertanyakan manfaat pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai tidak berdampak nyata terhadap penurunan kemiskinan dan penguatan kelas menengah.

Pernyataan itu disampaikan saat Presiden memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPR, Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prabowo mengungkapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tujuh tahun terakhir mencapai 5 persen per tahun. Secara teori, angka tersebut seharusnya membuat masyarakat semakin sejahtera dan ekonomi nasional bertambah kuat secara signifikan.

“Pertumbuhan kita dalam tujuh tahun terakhir memang baik, lima persen tiap tahun, selama tujuh tahun kali lima persen, 35 persen pertumbuhan kita. Harusnya kita tambah kaya 35 persen, tapi apa yang terjadi?” ujarnya.

Namun, menurut Prabowo, realitas di lapangan justru menunjukkan kondisi berbeda. Ia menyoroti meningkatnya angka kemiskinan dan melemahnya kelompok kelas menengah meski ekonomi terus tumbuh.

“Tujuh tahun kali lima persen 35 persen ekonomi kita tumbuh, tapi rakyat kita yang miskin tambah dari 46,1 persen ke 49 persen. Tiga persen naiknya,” sambungnya.

Di hadapan pimpinan partai politik dan anggota legislatif yang hadir dalam sidang, Prabowo secara terbuka mempertanyakan mengapa pertumbuhan ekonomi tidak mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Bagaimana bisa pertumbuhan 35 persen tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat?” tanyanya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan evaluasi keras pemerintah terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini. Prabowo mengisyaratkan bahwa pertumbuhan tinggi saja tidak cukup apabila distribusi manfaat ekonomi tidak dirasakan masyarakat luas.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Target tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berdampak langsung terhadap penurunan kemiskinan nasional. (agr)
 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Murka, Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Jika Tak Mampu Bereskan Carut-Marut

Prabowo Murka, Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Jika Tak Mampu Bereskan Carut-Marut

Prabowo secara terbuka meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera mengevaluasi pimpinan Bea Cukai.
Leo/Daniel Ungkap Biang Kerok Tersingkir di Babak Pertama Malaysia Masters 2026

Leo/Daniel Ungkap Biang Kerok Tersingkir di Babak Pertama Malaysia Masters 2026

Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin buka suara usai langsung tersingkir di babak pertama Malaysia Masters 2026.
Dua Residivis Begal Motor Bersenjata Tajam di Jakarta Utara Ditangkap, Terancam 7 Tahun Penjara

Dua Residivis Begal Motor Bersenjata Tajam di Jakarta Utara Ditangkap, Terancam 7 Tahun Penjara

Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan aksi pencurian kendaraan sepeda motor yang dilakukan oleh dua pria di Jalan Raya Pluit Karang Utara, Jakarta Utara, pada Rabu (20/5/2026).
Derbi DIY Kembali Tersaji di Super League Musim Depan, Nova Arianto: Pertandingan yang Ditunggu Warga Jogja

Derbi DIY Kembali Tersaji di Super League Musim Depan, Nova Arianto: Pertandingan yang Ditunggu Warga Jogja

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, mengaku bahagia melihat PSS Sleman kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Mengaku Emosi ke Dedi Mulyadi, Ahmad Khotibul Sebut Ririn Tak Bayar Lunas Jasa Pencairan Dapen Aman Yani

Mengaku Emosi ke Dedi Mulyadi, Ahmad Khotibul Sebut Ririn Tak Bayar Lunas Jasa Pencairan Dapen Aman Yani

Ahmad Khotibul mengaku emosi ke Dedi Mulyadi karena jasa pencairan dana pensiun Aman Yani belum dibayar lunas oleh Ririn. Simak pengakuan Khotib selengkapnya!
KOSTI Semarakkan IVCA Rally 2026 dengan Gowes Jarak jauh 479 Km

KOSTI Semarakkan IVCA Rally 2026 dengan Gowes Jarak jauh 479 Km

Semarakkan IVCA Rally 2026, DPP Kosti atau Komunitas Sepeda Tua Indonesia, melaksanakan ngontel bareng jarak jauh 479 km.

Trending

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

Berikut rangkuman berita trending hari ini. Mulai dari langkah Dedi Mulyadi luruskan stigma mistis Mahkota Binokasih hingga kabar baik dari Sherly Tjoanda.
News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

Nasib Josepha Alexandra setelah jawabannya dianulir Juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR di Kalimantan Barat. pernyataan MPR mengenai sanksi kepada dewan juri
Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Menurut penuturan agen Chris Kim, Red Sparks ternyata sudah menghubungi Megawati Hangestri lebih awal sebelum tawaran dari Hillstate datang pada Januari silam.
Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate ternyata menyimpan cerita menarik. Sang agen mengungkap bahwa Red Sparks sempat lebih dulu minat ke Megatron.
Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

MPR RI menyatakan telah berdiskusi dengan SMAN 1 Sambas terkait pendampingan psikologis bagi peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar.
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan

Saat touring di kawasan Cipanas, Cianjur, Dedi Mulyadi mendadak menghentikan kendaraannya untuk melakukan inspeksi langsung di area penataan eks Hibisc Fantasy.
Meski Diperkuat Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Masih Punya Satu Kelemahan Ini Menurut Sang Agen

Meski Diperkuat Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Masih Punya Satu Kelemahan Ini Menurut Sang Agen

Kehadiran Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate memang menambah kekuatan, namun tim tersebut masih memiliki sejumlah kelemahan yang perlu dibenahi jika ingin.
Selengkapnya

Viral