Pjs Dirut BEI Buka Suara soal IHSG Melemah, Tetap Yakin Prospek Ekonomi Indonesia Cerah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyampaikan optimismenya terhadap prospek ekonomi nasional dan pasar modal Indonesia di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (20/5/2026).
Optimisme tersebut disampaikan Jeffrey saat menanggapi pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.
“Kita optimistis, optimis dengan prospek ekonomi kita,” ujar Jeffrey saat diwawancarai cegat di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu.
Menurut Jeffrey, prospek pasar modal Indonesia ke depan masih sangat menjanjikan, terutama jika didukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi serta iklim investasi yang semakin kondusif.
“Iya, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan kemudahan berusaha dan investasi tentu kita optimis,” katanya.
IHSG Melemah, BEI Sebut Faktor Teknikal
Di tengah optimisme tersebut, IHSG tercatat mengalami pelemahan pada perdagangan sesi I hari ini. Namun, Jeffrey menegaskan kondisi tersebut hanya dipengaruhi faktor teknikal dan bukan karena perubahan fundamental ekonomi nasional.
“Itu kan teknikal,” jelas Jeffrey singkat.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada penutupan sesi I, IHSG ditutup melemah 38,50 poin atau turun 0,60 persen ke level 6.332,18.
Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru masih mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,23 poin atau 0,04 persen ke posisi 635,05.
Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini turut dipengaruhi tekanan di sejumlah sektor saham utama.
Sektor Transportasi hingga Energi Jadi Penekan IHSG
Mengacu pada Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat sembilan sektor yang mengalami pelemahan selama perdagangan berlangsung.
Sektor transportasi dan logistik menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi hingga 4,12 persen.
Selain itu, sektor barang baku dan sektor energi juga mengalami tekanan cukup besar.
Berikut rincian pelemahan sektor pada perdagangan hari ini:
-
Sektor transportasi dan logistik turun 4,12 persen
-
Sektor barang baku turun 4,07 persen
-
Sektor energi turun 2,73 persen
Pelemahan di sejumlah sektor tersebut turut membebani pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan.
Meski demikian, BEI tetap melihat fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur positif untuk menopang pasar modal ke depan.
Prabowo Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh hingga 6,5 Persen
Dalam pidatonya di hadapan anggota DPR RI, Presiden Prabowo menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 diperkirakan berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.
Menurut Presiden, target tersebut dapat dicapai melalui strategi ekonomi yang tepat serta penerapan kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan bergerak pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 di tahun 2027.
Pemaparan kerangka ekonomi makro dan pokok kebijakan fiskal tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Presiden RI menyampaikan langsung pendahuluan RAPBN di hadapan anggota DPR RI.
Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal pemerintah dalam memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan arah pembangunan ekonomi nasional ke depan.
BEI Optimistis Iklim Investasi Tetap Positif
Pernyataan optimistis dari Pjs Dirut BEI mencerminkan keyakinan pelaku pasar terhadap peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Kemudahan investasi, peningkatan aktivitas usaha, serta target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diyakini dapat menjadi katalis positif bagi pasar modal domestik.
Di sisi lain, kondisi pergerakan IHSG yang fluktuatif dinilai masih wajar sebagai bagian dari dinamika pasar saham.
BEI pun memastikan kondisi pasar modal Indonesia tetap berada dalam situasi yang stabil di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan sentimen eksternal yang memengaruhi perdagangan saham.
Dengan proyeksi ekonomi yang tetap tumbuh kuat, pasar modal Indonesia diperkirakan masih memiliki ruang penguatan seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional. (ant/nsp)
Load more