News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jimly Berharap Ombudsman RI Miliki Lembaga Pengawas Permanen

Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan bahwa keberadaan majelis etik sangat dibutuhkan dalam pengawasan, seperti halnya Dewas KPK.
Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:23 WIB
Ketua Majelis ORI, Jimly Asshiddiqie
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Majelis etik Ombudsman RI (ORI) mendorong untuk menjadikan lembaga pengawas permanen untuk mengawasi dugaan pelanggaran etik yang dilakukan pimpinan atau jajaran di ORI.

Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan bahwa keberadaan majelis etik sangat dibutuhkan dalam pengawasan, seperti halnya dewan pengawasan (dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seperti KPK gitu ada Dewan Pengawas, tetapi harus mengubah undang-undangnya," katanya, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Oleh karena itu, ia meminta Komisi II DPR RI harus memikirkan jangka panjang. Pasalnya Ombudsman RI memiliki peran penting untuk mengawasi pelayanan publik.

"Tolonglah negara kita ini pikirkan jangka panjang, Ombudsman ini penting untuk kualitas pelayanan publik, kualitas dan istegritas. Mangkanya standarnya harus tinggi," ungkapnya.

Sementara itu, anggota Majelis Etik Ombudsman, Manager Nasution, mengungkapkan, bahwa saat ini munculnya dewan etik dan majelis etik hanya saat ada dugaan pelanggaran saja. Sehingga lembaga ini hanya bersifat sementara.

Dengan begitu adanya pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman yang telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) diharapkan bisa menjadikan majelis etik dapat menjadi lembaga permanen.

"Nah dalam rezim Undang-Undang yang berlaku sekarang, pengawas itu ad hoc, ada kasus bentuk. Kalau pelanggarannya Sekjen ke bawah itu namanya Dewas Etik, kalau pimpinan namanya Majelis Etik," ucapnya.

Sekedar informasi, saat ini Majelis Etik Ombudsman RI sedang memeriksa dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua Ombudsman nonaktif Heri Santoso.

Hery Susanto saat sedang menjalani proses hukum atas kasus dugaan korupsi tata kelola tambang nikel wilayah Sulawesi Tenggara periode 2013-2025.

Jimly menyebut, ada belasan dugaan kasus hukum maupun etik dengan terlapor Hery Susanto.

"Kasus yang terjadi sehubungan dengan HS itu kalau dari dalam kami mendapatkan laporan ada 12 kasusnya, banyak sekali," ucap Ketua majelis etik Ombdusman, Jimly Asshiddiqie, Jumat (29/5/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi Jaksa Agung bilang, ‘Oh, enggak pak, 14.’ Jadi, lebih ekstrem. Itulah kira-kira ya," sambungnya.

Jimly mengungkapkan, bahwa saat ini majelis etik tengah menyusun laporan akhir terkait pelanggaran etik yang dilakukan Hery. Diharapkan pekan depan rampung.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Miris, Generator RS Al-Ahli di Gaza Mati Akibat Krisis Bahan Bakar

Miris, Generator RS Al-Ahli di Gaza Mati Akibat Krisis Bahan Bakar

Generator utama rumah sakit yang memasok listrik ke Rumah Sakit Al-Ahli Arab di Kota Gaza pada Kamis (10/9) mati akibat kekurangan bahan bakar dan suku cadang
Purbaya Blak-blakan soal Isu Jual Beli Jabatan di Kemenkeu, Simak Pengakuannya

Purbaya Blak-blakan soal Isu Jual Beli Jabatan di Kemenkeu, Simak Pengakuannya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membantah isu mengenai praktik jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan.
Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan penyidik masih mengusut kasus tersebut dan melakukan pencarian terhadap keempat pelaku.
Gibran Minta Pelaku Karhutla Ditangkap: Tuntaskan Perkaranya hingga Vonis Pengadilan

Gibran Minta Pelaku Karhutla Ditangkap: Tuntaskan Perkaranya hingga Vonis Pengadilan

Gibran turut mengapresiasi penegakan hukum yang telah dilakukan jajaran Polda Kalimantan Selatan dalam menangani kasus karhutla.
136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG

136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG

Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari lemas, diare, muntah, mual hingga pusing.
Jadwal MotoGP San Marino 2026: Jorge Martin Dibayang-bayangi Kebangkitan Marc Marquez yang Siap Mengkudeta

Jadwal MotoGP San Marino 2026: Jorge Martin Dibayang-bayangi Kebangkitan Marc Marquez yang Siap Mengkudeta

Jadwal MotoGP San Marino 2026 yang menjadi momentum penting dalam perebutan gelar juara dunia antara Jorge Martin dan Marc Marquez.

Trending

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final karena penghitungannya belum rampung.
Seret Anggota Polri Terkait Kasus Suap Proyek di Bekasi, KPK Keluarkan Sprindik Baru

Seret Anggota Polri Terkait Kasus Suap Proyek di Bekasi, KPK Keluarkan Sprindik Baru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru terkait kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia bersama tujuh negara lainnya mendorong masyarakat internasional memperluas tekanan terhadap aktivitas permukiman Israel ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina.
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

KAI Bandara mencatat pertumbuhan positif jumlah pengguna KA Bandara YIA Reguler (PSO) sepanjang periode 1 Januari–31 Agustus 2026 sebanyak 1.230.728 penumpang
136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG

136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG

Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari lemas, diare, muntah, mual hingga pusing.
Selengkapnya

Viral