News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Sentil Sistem Pengawasan WNA di Bali, Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak: Bukan Negara Tanpa Hukum!

DPR minta Imigrasi perkuat pengawasan WNA di Bali dengan berbasis data dan intelijen. Penindakan perlu dilakukan sebelum pelanggaran viral dan tidak berhenti pada deportasi.
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:01 WIB
Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion.
Sumber :
  • Youtube TV Parlemen

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion menyentil Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memperbaiki sistem pengawasan warga negara asing (WNA) di Bali.

Ia menegaskan bahwa penindakan terhadap pelanggaran WNA di Pulau Dewata tidak boleh baru dilakukan setelah kasus tersebut ramai di masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau persoalan WNA sudah berulang kali muncul di Bali, berarti yang harus dievaluasi bukan hanya WNA-nya, tetapi juga sistem pengawasannya. Negara tidak boleh kalah cepat dengan pelanggaran," kata Mafirion dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Mafirion memang mengapresiasi operasi pengawasan orang asing yang dipimpin Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko di kawasan Canggu, Kabupaten Badung, Kamis (27/8) malam. 

Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan tidak menggunakan pola "tunggu viral baru bertindak".

Menurutnya, operasi tersebut dapat menjadi titik awal bagi jajaran Imigrasi untuk memperkuat sistem pengawasan WNA, khususnya di Bali yang menjadi salah satu tujuan utama wisatawan dan warga asing.

Ia menilai pengawasan harus dilakukan sejak WNA memasuki Indonesia, selama menjalankan aktivitas di Tanah Air, hingga meninggalkan wilayah Indonesia.

"Jangan hanya memeriksa paspor dan izin tinggal. Lihat juga aktivitasnya. Dia tinggal di mana, bekerja apa, menjalankan usaha apa, dengan siapa berusaha, dan apakah kegiatan tersebut sesuai dengan izin yang dimilikinya," paparnya.

Mafirion juga mendorong Ditjen Imigrasi menggunakan sistem pengawasan berbasis data dan intelijen. Langkah itu dinilai penting terutama di wilayah dengan konsentrasi WNA tinggi, seperti Canggu, Kuta, Seminyak, Ubud, serta kawasan pariwisata lainnya.

Menurut dia, pengawasan dapat diperkuat dengan mengintegrasikan berbagai sumber informasi. Data keimigrasian, laporan warga, informasi pemerintah daerah dan kepolisian, data pengelola akomodasi, hingga informasi aktivitas usaha WNA dapat menjadi bahan untuk melakukan deteksi dini.

"Jangan menunggu masyarakat mengunggah video ke media sosial. Kalau masyarakat sudah lebih dahulu mengetahui keberadaan WNA yang bermasalah, berarti sistem pengawasan kita harus dipertanyakan," katanya.

Politikus PKB itu menambahkan, pengawasan tidak cukup hanya menyasar pelanggaran administratif, seperti melebihi masa berlaku izin tinggal atau overstay.

Aparat juga perlu mendeteksi dugaan penyalahgunaan izin tinggal, bekerja tanpa izin, menjalankan usaha secara ilegal, penggunaan dokumen yang tidak sesuai, gangguan terhadap ketertiban umum, serta berbagai pelanggaran hukum lainnya.

Mafirion turut meminta koordinasi antara Imigrasi dan sejumlah pihak di daerah diperkuat. Pemerintah daerah, kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), aparat desa dan kelurahan, serta masyarakat perlu dilibatkan melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).

"Imigrasi tidak mungkin bekerja sendirian. Tetapi koordinasi juga jangan hanya rapat dan membuat berita acara. Harus ada operasi bersama, pertukaran data dan tindak lanjut yang jelas," ujarnya.

Selain memperkuat pengawasan, Mafirion meminta WNA yang terbukti melakukan pelanggaran berat atau berulang tidak berhenti pada sanksi deportasi. Menurutnya, tindakan penangkalan juga perlu diterapkan sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia menegaskan, peningkatan pengawasan bukan berarti Indonesia menutup diri dari kedatangan orang asing. Pemerintah tetap terbuka bagi wisatawan, investor, maupun WNA yang datang secara legal dan memberikan manfaat bagi Indonesia.

"Kita 'welcome' terhadap wisatawan, investor dan orang asing yang datang secara legal dan memberikan manfaat. Tetapi Indonesia bukan negara tanpa hukum. Siapa pun yang datang wajib tunduk pada hukum Indonesia," katanya.

Mafirion berharap operasi pengawasan di Canggu menjadi momentum untuk mengubah pendekatan pengawasan WNA di Bali.

Ia mendorong sistem yang sebelumnya dinilai reaktif menjadi lebih preventif, serta tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen tetapi turut memantau aktivitas WNA secara berkelanjutan.

"Bali jangan sampai menjadi tempat orang asing merasa bebas melakukan apa saja. Negara harus hadir sebelum pelanggaran terjadi, bukan setelah masalah menjadi viral. Jangan sampai masyarakat lokal merasa menjadi tamu di tanahnya sendiri. Ini yang harus dijaga," ujar Mafirion. (ant/rpi)

 
 
 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sidang Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Berlanjut, Pihak SW Perbaiki Bukti

Sidang Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Berlanjut, Pihak SW Perbaiki Bukti

Sidang hak asuh anak Ruben Onsu dan Sarwendah berlanjut dengan agenda perbaikan bukti dari pihak SW. Pemeriksaan saksi diperkirakan dimulai pekan depan nanti.
Polisi Ungkap Aksi Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran Sempat Tiga Kali Audiensi

Polisi Ungkap Aksi Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran Sempat Tiga Kali Audiensi

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden aksi unjuk rasa penolakan konser musisi Italia, Andrea Bocelli, di JIExpo Kemayoran, yang sempat berujung ricuh pada Selasa (3/11/2026).
Hanny Kristiano Bongkar Rekam Jejak Herri Pras, Sebut Pernah Ditangkap dan Berulang Kali Minta Maaf

Hanny Kristiano Bongkar Rekam Jejak Herri Pras, Sebut Pernah Ditangkap dan Berulang Kali Minta Maaf

Pendakwah Hanny Kristiano mengungkap sejumlah hal mengenai rekam jejak konten kreator Herri Pras yang kembali menuai kontroversi akibat pernyataannya ke ulama.
Link Live Streaming Persib Bandung Vs Melbourne Victory: Kick Off 14.45 WIB, Disiarkan Gratis Tanpa Perlu VPN

Link Live Streaming Persib Bandung Vs Melbourne Victory: Kick Off 14.45 WIB, Disiarkan Gratis Tanpa Perlu VPN

Persib Bandung akan menghadapi Melbourne Victory dalam babak penyisihan Grup E AFC Champions League Two2026-2027, Rabu (4/11/2026).
Singgung Calvin Verdonk, Media Prancis Lega Piala Asia 2027 Diundur hingga Akhir Tahun

Singgung Calvin Verdonk, Media Prancis Lega Piala Asia 2027 Diundur hingga Akhir Tahun

Media Prancis menyampaikan reaksinya atas pengunduran pelaksanaan Piala Asia 2027. Hal ini berimplikasi kepada nasib pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk.
Herri Pras Bantah Takut saat Didatangi Adi Paryanto, Sebut Tak Mau Diprovokasi

Herri Pras Bantah Takut saat Didatangi Adi Paryanto, Sebut Tak Mau Diprovokasi

Herri Pras bantah takut saat didatangi Adi Paryanto. Ia mengaku menghindari konfrontasi karena tak mau terpancing emosi, intimidasi, dan provokasi pihak lawan.

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser di Andrea Bocelli JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Jabatan KSP, Ariyo Windutomo Jadi Plt

Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Jabatan KSP, Ariyo Windutomo Jadi Plt

Presiden RI Prabowo Subianto mencopot Listyo Sigit Prabowo dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Selengkapnya

Viral