News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, Menkes Aktifkan Health Emergency Operating Center di Wilayah Terdampak

Budi juga mengungkapkan, hari ini pihaknya akan mengeluarkan surat edaran terkait pedoman khusus bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di daerah terdampak
Minggu, 6 September 2026 - 14:59 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan dalam penanganan penyebaran abu vulkanik yang diakibatkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

Langkah yang dilakukan Kemenkes saat ini yakni mengaktifkan Health Emergency Operating Center di wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kementerian Kesehatan sudah mulai mengaktifkan semua Health Emergency Operating Center di seluruh kabupaten/kota terdampak," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Ilustrasi hujan abu vulkanik
Ilustrasi hujan abu vulkanik
Sumber :
  • Ilustrasi AI Gemini

Budi juga mengungkapkan, hari ini pihaknya akan mengeluarkan surat edaran terkait pedoman khusus bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di daerah terdampak.

"Hari ini juga segera akan mengeluarkan surat edaran untuk memberikan guidance yang rinci terhadap para petugas tenaga kesehatan di seluruh kabupaten kota yang terdampak," ungkapnya.

"Dan yang ketiga kita akan segera melakukan koordinasi Zoom rutin antara Health Emergency Center Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan seluruh kabupaten kota untuk memonitor perkembangannya seperti apa," sambungnya.

Sebelumnya Budi meminta masyarakat tidak panik menghadapi abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu terakhir.

Budi mengungkapkan abu vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan khususnya pernapasan mata, kulit.

Namun ia mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan alat pelindung seperti masker hingga kacamata pada saat hendak berpergian ke luar rumah.

"Bagaimana caranya supaya kita tetap sehat ketiganya, kalau bisa jangan keluar rumah saja. Tapi kalau keluar rumah pakai masker, kalau mata mesti pakai kacamata, kalau kulit begitu pula langsung dibersihkan," katanya saat konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Ia juga meminta masyarakat untuk pergi ke puskesmas jika merasakan ada hal-hal yang sudah mengganggu pernapasan untuk segera mendapatkan penanganan medis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau ternyata sudah sakit, ya segera ke puskesmas, kita sudah siapkan kalau pernapasan ada nebulizer dan oksigen konsentrator, kalau misalnya mata kita siapkan tetes mata, kalau kulit juga kita siapkan salep kulit," jelasnya.

Meski begitu, Budi mengimbau agar masyarakat tidak terlalu panik dan tetap berada si rumah hingga situasi mulai kembali kondusif. Namun jika harus berpergian ia menyarankan agar memakai pelindung.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Berhasil Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2 

Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Berhasil Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2 

Kolaborasi dalam pengelolaan sampah tidak cukup berhenti pada pertemuan atau kesepakatan di atas kertas. Kemitraan lintas sektor perlu diwujudkan melalui pening
Tak Cuma karena Dibantai Persija 1-5, Arema FC Ungkap Alasan Sebenarnya Pecat Marcos Santos

Tak Cuma karena Dibantai Persija 1-5, Arema FC Ungkap Alasan Sebenarnya Pecat Marcos Santos

Arema FC memecat Marcos Santos usai lima laga tanpa kemenangan dan kalah 1-5 dari Persija Jakarta. Manajemen mengungkap alasan lain di balik keputusan tersebut.
Viral Anak 10 Tahun di Subang Dilecehkan Tetangga Sendiri, RT dan Orang Desa Enggan Bantu Lapor ke Pihak Berwajib

Viral Anak 10 Tahun di Subang Dilecehkan Tetangga Sendiri, RT dan Orang Desa Enggan Bantu Lapor ke Pihak Berwajib

Kejadian tersebut terjadi pada 15 Oktober 2026 sekitar pukul 23.37 WIB, dimana pintu rumah lupa dikunci, sementara semua orang di rumah tersebut sudah tertidur.
Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Try Putra mengatakan korban pembacokan yang diketuai eks Kopassus itu yakni Muhammad Fahrul alias MF. Ternyata ini awal mulanya.
Viral Foto Diduga Mirip Dirinya, Ruben Onsu Tulis Pesan Tegas

Viral Foto Diduga Mirip Dirinya, Ruben Onsu Tulis Pesan Tegas

Ruben Onsu menanggapi polemik foto tak senonoh yang diduga mirip dirinya lewat unggahan Instagram. Ia menyinggung cerita bohong, tuduhan, dan framing.
Petaka Usai Dihancurkan Persija 1-5, Marcos Santos Resmi Dipecat sebagai Pelatih Arema FC

Petaka Usai Dihancurkan Persija 1-5, Marcos Santos Resmi Dipecat sebagai Pelatih Arema FC

Arema FC secara resmi mengambil langkah dengan memecat Marcos Santos dari kursi kepelatihan. Keputusan ini diambil setelah kekalahan telak 1-5 dari Persija.

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
Peringati Hari Santri Nasional, 1 Juta Liter Air Disalurkan ke Daerah Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Peringati Hari Santri Nasional, 1 Juta Liter Air Disalurkan ke Daerah Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Momentum Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis (22/10) diperingati dengan cara yang berbeda oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara. 
Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri kembali mendapat julukan baru dari media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
Selengkapnya

Viral