PMU Indonesia Festival 2026 di PIK Diikuti 700 Peserta dari Berbagai Negara
- ist
Jakarta, tvOnenews.com – Industri kecantikan khususnya seni sulam atau permanent make-up (PMU) di Indonesia mencatatkan tonggak baru melalui penyelenggaraan PMU Indonesia Festival 2026. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), yakni Aloha PIK dan Noya Hollowing PIK 2, pada 20–23 Oktober 2026.
Festival tersebut diikuti sekitar 700 peserta dari Indonesia dan 23 negara lainnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 400 peserta merupakan perwakilan Indonesia, sedangkan sekitar 300 peserta lainnya berasal dari berbagai negara di kawasan Asia, Eropa, Afrika, hingga Amerika.
Partisipasi peserta dari berbagai belahan dunia tersebut mencerminkan besarnya perhatian komunitas PMU internasional terhadap perkembangan industri kecantikan di Tanah Air.
Diikuti Peserta dari Berbagai Negara
Sejumlah negara dan wilayah yang mengirimkan perwakilan dalam kegiatan ini meliputi Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Myanmar, Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgistan, Rusia, Turki, Republik Turki Utara Siprus, Irak, Nigeria, Spanyol, Polandia, Jerman, Inggris Raya, Irlandia, serta Brasil.
Ajang Kompetisi dan Berbagi Teknik PMU
Selama empat hari pelaksanaan, PMU Indonesia Festival 2026 menjadi wadah kompetisi sekaligus pertukaran ilmu dan keterampilan di tingkat internasional.
Terdapat tiga kategori utama yang diperlombakan dalam festival tersebut, yakni sulam alis, sulam bibir, dan eyeliner.
Selain kompetisi, sejumlah perwakilan negara turut memperagakan berbagai teknik serta metode terkini dalam bidang PMU secara langsung kepada peserta yang hadir.
Sertifikasi Profesi Jadi Perhatian Utama
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya kepemilikan sertifikasi profesi bagi tenaga profesional yang bergerak di bidang sulam.
Menurutnya, sertifikasi menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kualitas layanan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah persaingan internasional.
"Sertifikasi profesi bukan sekadar syarat administratif, melainkan jaminan kualitas bagi konsumen dan pengakuan kompetensi bagi para praktisi. Di era persaingan global ini, tenaga kerja di bidang PMU harus terus meningkatkan keahliannya agar dapat bersaing dan memberikan layanan terbaik. Standarisasi kompetensi adalah kunci untuk melindungi sekaligus mengangkat martabat profesi ini," ujar Afriansyah.
Load more