News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prajurit Kopassus jadi Tersangka Usai Tak Sengaja Tembak Temannya hingga Tewas

Indra melanjutkan saat ini pihak Kopassus telah melakukan berbagai upaya penyelidikan mulai dari olah TKP, memeriksa beberapa saksi, dan mengambil rekaman CCTV.
Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:48 WIB
Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid, meninggal dunia akibat diduga ditembak oleh rekan sejawatnya saat bertugas di Solo, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Instagram @srikandi_indonesiaid

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang prajurit Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, berinisial Letda Inf. AG ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi Militer setelah terbukti lalai menggunakan senjata.

Kelalaiannya tersebut menyebabkan Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid meninggal dunia di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus Kartasura, pada Sabtu (24/10/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Inf. Indra Mardianto mengatakan AG saat ini telah ditahan di Denpom IV/4 Surakarta.

"Penahanan di Denpom IV/4 Surakarta guna proses penyidikan lebih lanjut. Adapun, barang bukti berupa satu pucuk senjata pistol, satu buah magasin, satu butir kelongsong peluru, rekaman CCTV di sekitar TKP," kata Indra di Jakarta pada Rabu (28/10/2026).

Jenazah anggota Kopassus yang tewas di gudang senjata Surakarta, Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid akan dimakamkan
Jenazah anggota Kopassus yang tewas di gudang senjata Surakarta, Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid akan dimakamkan
Sumber :
  • Instagram/@srikandi_indonesiaid

Indra menjelaskan beberapa bukti dari hasil penyelidikan menyatakan bahwa tersangka lalai dalam menggunakan senjata.

Tersangka, diduga melanggar prosedur operasional standar (SOP), yakni membiarkan bagian kamar peluru terisi amunisi saat mengokang pistol.

Selain itu, jari AG diduga masuk ke bagian sensitif pistol, yaitu pelatuk yang dapat memicu tembakan. 

Hal tersebut menyebabkan senjata mengeluarkan peluru dan mengenai korban hingga tewas.

Indra melanjutkan saat ini pihak Kopassus telah melakukan berbagai upaya penyelidikan mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa beberapa saksi, dan mengambil rekaman CCTV.

Seluruh hasil penyelidikan telah diserahkan ke pihak Pom untuk proses penindakan hukum lebih lanjut.

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan pembinaan, satuan juga telah melakukan tindakan administratif berupa pencabutan tanda kualifikasi para, komando, dan antiteror terhadap oknum yang terlibat dalam kelalaian tersebut," ucap Indra.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan pasal 474 ayat (3) KUHP soal kelalaian yang mengakibatkan matinya orang lain dengan ancaman pidana hingga 5 tahun penjara.

"Kami komitmen untuk transparan dan tersangka akan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku," katanya. 

Viral di Media Sosial

Kabar duka yang mendalam kembali menyelimuti jajaran satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat menyusul insiden tragis yang merenggut nyawa seorang perwira pertama, Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) Jihad Ahmad Al Rasyid.

Kepergian perwira muda yang bertugas di Yon 26 Grup Kopassus ini seketika menjadi sorotan setelah narasi yang tersebar di media sosial mengenai penyebab kematiannya.

Akun Instagram @srikandi_indonesia sempat mengunggah foto dan narasi perihal kematian Jihad Ahmad Al Rasyid. Dalam postingan yang diunggah pada 26 Oktober 2026, disebutkan bahwa anggota Kopassus tersebut meninggal dunia akibat diduga ditembak oleh rekan sejawatnya sendiri saat sedang menjalankan tugas di wilayah Solo, Jawa Tengah.

"Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid, S.Tr. (Han), meninggal dunia akibat insiden dugaan penembakan oleh rekan sejawatnya saat bertugas di Solo, Jawa Tengah," tulis akun tersebut.

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang liar dan berpotensi menyesatkan ruang publik, satuan Kopassus TNI AD dengan sigap bergerak cepat untuk memberikan klarifikasi resmi.

Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Inf Indra Mardianto, dengan tegas membantah dan meluruskan narasi yang beredar di media sosial, bahwa korban tewas akibat tindakan penembakan yang disengaja oleh sesama prajurit atau rekan sejawatnya.

"Itu kejadiannya di gudang senjata karena pistol meledak. Murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan," kata Indra, dikutip Antara.

Lebih lanjut, insiden tragis yang merenggut nyawa Jihad Ahmad Al Rasyid tersebut dilaporkan terjadi di Surakarta, Jawa Tengah, pada hari Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Pihak pimpinan Kopassus memastikan bahwa seluruh rangkaian kejadian di lokasi peristiwa terekam secara utuh melalui kamera pengawas atau CCTV.

"Kami serahkan rekaman sehingga nanti akan di perjelas oleh penyidik Pom kelanjutan kasusnya. Rencana akan diserahkan besok," kata Indra. (ant)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi OKI Sita 100 Pod Getar Diduga Berisi Etomidate, Nilainya Ditaksir Rp500 Juta

Polisi OKI Sita 100 Pod Getar Diduga Berisi Etomidate, Nilainya Ditaksir Rp500 Juta

Satuan Reserse Narkoba Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menangkap seorang pria berinisial M (31) yang diduga menjadi kurir narkotika jenis baru berupa cairan pod getar. Polisi menyita 100 pod getar merek Wang Lai yang diduga mengandung etomidate dengan nilai barang diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Korupsi Lampu Jalan Palembang, Dua Tersangka Ditahan dan Negara Rugi Rp3,07 Miliar

Korupsi Lampu Jalan Palembang, Dua Tersangka Ditahan dan Negara Rugi Rp3,07 Miliar

Kedua tersangka berinisial IS, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan D, selaku penyedia sekaligus Direktur PT Amanda Tiga Mandiri.
Survei Voxpol Center: Kinerja Pemerintah Prabowo-Gibran di Sektor Sosial Budaya Paling Memuaskan

Survei Voxpol Center: Kinerja Pemerintah Prabowo-Gibran di Sektor Sosial Budaya Paling Memuaskan

Dalam evaluasi terhadap sembilan sektor prioritas, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah di bidang pendidikan mencapai 68,4 persen, infrastruktur dan layanan dasar 59,6 persen
Mengenal AKBP Edy Herwiyanto, Perwira Polda Jatim yang Diduga Diperiksa Propam terkait Korupsi

Mengenal AKBP Edy Herwiyanto, Perwira Polda Jatim yang Diduga Diperiksa Propam terkait Korupsi

Mengenal profil AKBP Edy Herwiyanto, perwira Polda Jatim yang dikabarkan diperiksa Propam Mabes Polri terkait korupsi. Simak rekam jejak hingga kekayaannya.
Tangis Pilu Istri Sah Pecah saat Peluk Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Dwi Bagus sampai Bersujud

Tangis Pilu Istri Sah Pecah saat Peluk Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Dwi Bagus sampai Bersujud

Suasana haru mewarnai proses rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak di Kota Madiun, Jawa Timur. Pelaku sampai sujud minta maaf di depan istri sah.
Kapolda Jatim Tanggapi Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto di Mabes Polri

Kapolda Jatim Tanggapi Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto di Mabes Polri

Divpropam Mabes Polri melakukan pemeriksaan intensif terhadap perwira menengah Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Herwiyanto. Kapolda Jatim

Trending

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mendapatkan kabar baik usai dicadangkan oleh Rayo Vallecano. Itu terjadi dalam laga kontra Recreativo Huelva pada pentas Copa del Rey.
NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 akan segera hadir pada 4–7 November di ICE BSD City untuk memperkuat kolaborasi industri peternakan dan pertanian Indonesia.
5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, menyampaikan pengakuan mengerikan saat melakukan rekonstruksi. Salah satu yang dikatakannya, yakni “Dilakukan pagi, istirahat, saya biarkan, nanti saya lanjut lagi".
Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, menang dalam pemilihan Wali Kota Mississauga, Kanada, dengan 74.479 suara. Kenali profil dan perjalanan.
Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update daftar pemain Timnas Voli Indonesia yang berkarier di luar negeri untuk musim 2026-2027. Megawati Hangestri kini bukan satu-satunya, usai Luvi Febrian Nugraga menambah daftar nama pevoli Indonesia yang bermain abroad.
Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Jay Idzes Kembali, Nathan Tjoe-A-On Menang

Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Jay Idzes Kembali, Nathan Tjoe-A-On Menang

Klub-klub luar negeri yang dibela para pemain Timnas Indonesia kembali beraksi semalam. Jay Idzes akhirnya kembali namun belum mendapatkan menit bermain bersama Sassuolo.
Link Live Streaming Liga Voli Vietnam 2026: Mulai Siang Ini Ada Rivan Nurmulki, Boy Arnez, Farhan Halim Main

Link Live Streaming Liga Voli Vietnam 2026: Mulai Siang Ini Ada Rivan Nurmulki, Boy Arnez, Farhan Halim Main

Link live streaming Liga Voli Vietnam 2026 putaran kedua, di mana bakal tersaji duel menarik termasuk tiga pemain Timnas Voli Indonesia, Rivan Nurmulki dan Boy Arnez Arabi hingga Farhan Halim yang akan unjuk gigi.
Selengkapnya

Viral