News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Karir Ferdy Sambo Cepat Melejit dari AKBP ke Irjen Jadi Sorotan, Eks Komisioner Kompolnas: Ada Upeti Naik Pangkat

Publik bertanya-tanya, bagaimana karir Ferdy Sambo cepat melejit dari AKBP ke Irjen jadi sorotan, Eks Komisioner Kompolnas: Ada Upeti Naik Pangkat, Senin (22/8)
Senin, 22 Agustus 2022 - 16:18 WIB
Irjen Ferdy Sambo Mantan Kadiv Propam Polri
Sumber :
  • Kolase tvonenews.com

Jakarta - Pengungkapan kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo, membongkar semua praktik-praktik skenario yang disusun yang melibatkan sejumlah personil kepolisian yang ikut terseret. Kini publik bertanya, karir Ferdy Sambo cepat melejit dari AKBP ke Irjen Jadi Sorotan, Eks Komisioner Kompolnas: ada upeti naik pangkat, Senin 22 Agustus 2022.

Terbongkarnya kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang menyeret banyak personil kepolisian ikut terlibat dalam skenario Ferdy Sambo, sehingga publik bertanya-tanya bagaimana sistem yang berlaku dalam Instansi Kepolisian dalam menjalankan tugas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Publik bertanya-tanya, karir Ferdy Sambo cepat melejit dari AKBP ke Irjen jadi sorotan, Eks Komisioner Kompolnas: Ada upeti naik pangkat.

  

                                       Irjen Pol Ferdy Sambo (Mantan Kadiv Propam Polri). (ist)

Dr M Nasser, Selaku mantan Komisioner Kompolnas hadir sebagai narasumber di Apa Kabar Indonesia Malam, mengemukakan pendapatnya soal kasus Irjen Ferdy Sambo serta merasa heran dengan Ferdy Sambo yang terbilang sangat cepat.

M Nasser menyebutkan bahwa subsistem mengenai pengembangan karir di Instansi Kepolisian yang mempertanyakan seorang Ferdy Sambo dapat posisi karir melejit.

"Orang seperti ini, ada kelainan jiwa kok bisa jadi pimpinan tertinggi polisinya polisi, itu nggak bisa diterima oleh akal sehat," tuturnya.

Menurutnya, Seorang polisi yang mengemban jabatan sebagai Kadiv Propam Polri seharusnya orang yang bersih dan pantas jadi panutan.

"Kalau orang ini (Ferdy Sambo) kita punya catatan, jaman saya jadi Kompolnas, dulu waktu jadi Wadirkrimum di Polda Metro Jaya beberapa kali saya mengeluh pada Krisnha Murti sebagai Dirkrimum tentang beliau." ungkapnya.

Namun, M Nasser tidak membeberkan secara lengkap menyoal keluhan yang disampaikan kepada Krisnha Murti tentang Ferdy Sambo.

"Saya lihat benar Krisnha Murti itu benar-benar membina beliau, Pak Krisnha Murti itu pimpinan benar saat itu kepada Sambo,  tapi entah bagaimana dia bisa melambung." katanya.

M Nasser menduga salah satu alasan yang menjadikan karir Ferdy Sambo begitu cepat hingga menjadi Kadiv Propam bukan karena prestasinya, melainkan karena faktor lain, yakni memberikan upeti atau sogokan.

"Hal lain yang sangat penting adalah persoalan-persolan terkait upeti, coba diperiksa baik-baik bagaimana dia bisa naik pangkat, bagaimana dia bisa mencapai karir seperti ini, pasti ada something wrong." ungkapnya.

Dr M Nasser menyebutkan bahwa ada upeti yang diberikan dari kenaikan karir signifikan atau jabatan dari seorang polisi, sambil membeberkan jejak rekam karir dari seorang Ferdy Sambo saat masih jadi AKBP.

"Saya tentu tidak punya data yang valid bahwa ada upeti, tapi begini kalau melihat seseorang naik begitu cepat pada tahun 2015 itu saat Wadir Krimum masih AKBP dua tahun lah." ucapnya.

Selanjutnya, Menurut M Nasser menyoroti kejanggalan pertama dari melejitnya karir Fery Sambo, terhitung pada tahun 2021 telah bintang dua, menuturkan hal itu sesuatu yang luar biasa, kalau sesuatu yang luar biasa itu menimbulkan pertanyaan.

"Yang kedua, kita bisa melihat dengan hasil dan pekerjaan seperti ini, orang ini kan berarti banyak kelemahan dalam kepribadian dan sebagainya, bagaimana dengan orang-orang yang kepribadian sangat mencolok atau prominen seperti ini kok bisa naik ke atas," ucapnya.

Atas dasar itu yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara filter atau seleksi dari Instansi Kepolisian sehingga meloloskan seorang Ferdy Sambo yang karirnya melejit hingga bisa menjadi Kadiv Propam Polri. 

Apakah tidak ada cara lain untuk membuat filter, sehingga orang-orang buruk ini, jangan sampai naik ke atas," pungkasnya.

"Subsistim inilah yang sebetulnya kita persoalkan karena setahu saya polisi di Polri itu sebagian besar itu orang baik, orang bagus dan taat asas."tutupnya.

Video lawas ucapan Ferdy Sambo kepada atasannya yakni Krisnha Murti

Kasus pembunuhan berencana yang didalangi oleh Irjen Ferdy Sambo sebagai otak pembunuhan, mengakibatkan dirinya dicopot jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri, terhitung dari tanggal 4 Agustus 2022 jabatan Ferdy Sambo dimutasi dan menjadi Pati Yanma Polri.

Sedang hangat dibicarakan dan Viral kembali video lawas momen Ferdy Sambo minta kenaikan pangkat sama sosok ini, tuai komentar netizen.

Ternyata sebelum menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo pernah bergurau dengan meminta kenaikan pangkat kepada atasannya saat itu yakni Krisnha Murti pada tahun 2016 silam.

Hal itu terungkap dalam sebuah video lawas yang yang diunggah oleh akun TikTok bernama @pastiviral, pada Minggu 21 Agustus 2022.

Dalam keterangan sematan video, masa tahun 2016 itu Ferdy Sambo masih menjabat sebagai Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), sementara atasannya Krisnha Murti memegang jabatan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).

Terlihat dalam video muka masih muda Ferdy Sambo meminta kepada atasannya Krisnha Murti untuk menaikkan jabatannya menjadi Kombes Pol.

Awalnya suami dari Putri Candrawathi tersebut mengucapkan doa kepada atasannya yang sedang berulang tahun.

"Sayang keluarga dan sukses terus bisa menjadi jenderal," Ferdy Sambo. 

Diakhiri dengan harapannya bisa naik pangkat seraya tertawa ia mengatakan, "Dan bisa meng-Kombes kan saya pak," tuturnya.

"Selamat ulang tahun Komandan,"katanya.

Karier Ferdy Sambo di kepolisian bisa dibilang cemerlang. Pada tahun 2016 ia berpangkat AKBP. Selang kurang lebih lima tahun kemudian atau pada tahun 2021, dirinya sudah menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) Bintang Dua.

Ia juga pernah menangani kasus besar antara lain bom Sarinah Thamrin dan kasus kopi mengandung sianida pada tahun 2016 serta kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung RI pada tahun 2020. (ind)

Jangan Lupa Tonton dan Subscribe tvOneNews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

4 Torehan Bersejarah Ousmane Dembele usai Prancis Permalukan Norwegia di Piala Dunia 2026

4 Torehan Bersejarah Ousmane Dembele usai Prancis Permalukan Norwegia di Piala Dunia 2026

Nama Ousmane Dembele jadi sorotan utama setelah membawa Prancis berpesta gol atas Norwegia pada laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026. Ini 4 torehan rekornya.
Saat Warkop Meraup Omset dari Piala Dunia 2026

Saat Warkop Meraup Omset dari Piala Dunia 2026

Oleh: Temmy Satya Permana, Deputi Usaha Kecil, Kementerian UMKM
Ramalan Finansial Weton Tanggal 28 Juni 2026: Keberuntungan Bisnis Menanti Minggu Legi, Selasa Wage Waspada Pengeluaran Mendadak

Ramalan Finansial Weton Tanggal 28 Juni 2026: Keberuntungan Bisnis Menanti Minggu Legi, Selasa Wage Waspada Pengeluaran Mendadak

Berikut ramalan lima weton yang diprediksi akan mendulang hoki besar, serta lima weton yang harus waspada terhadap potensi kerugian keuangan pada 28 Juni 2026.
3 Tim yang Sukses Bikin Plot Twist Mengejutkan di Piala Dunia 2026 Sejauh Ini, Tanjung Verde Paling Gak Disangka-sangka!

3 Tim yang Sukses Bikin Plot Twist Mengejutkan di Piala Dunia 2026 Sejauh Ini, Tanjung Verde Paling Gak Disangka-sangka!

Ranking FIFA tidak lagi menjadi jaminan, karena tiga tim di Piala Dunia 2026 berikut berhasil mencuri panggung utama dan membuktikan bahwa keajaiban itu nyata.
Resmi Dibuka, Bromo Sky Bridge Tawarkan Sensasi Melayang di Atas Panorama Gunung Bromo

Resmi Dibuka, Bromo Sky Bridge Tawarkan Sensasi Melayang di Atas Panorama Gunung Bromo

Bagi wisatawan yang berlibur ke kawasan Bromo, kini tersedia destinasi baru yang menawarkan pengalaman memacu adrenalin.
10 Weton yang Diprediksi Asmaranya akan Bersemi pada Tanggal 28 Juni 2026: Kamis Wage Besok saatnya Kamu Nembak Si Dia!

10 Weton yang Diprediksi Asmaranya akan Bersemi pada Tanggal 28 Juni 2026: Kamis Wage Besok saatnya Kamu Nembak Si Dia!

Berikut sepuluh weton yang diramal akan bermandikan keberuntungan cinta pada 28 Juni 2026.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral