News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Isu Soal Dewan Kolonel Hingga Dewan Kopral, Ganjar Pranowo Akui Tak Pernah Dengar Hingga Johan Budi: Itu Tim Mbak Puan

Legislator PDIP Ganjar Pranowo menanggapi terkait kemunculan Dewan Kolonel di DPR yang terdiri dari loyalis Puan Maharani. Ia juga menyinggung soal Dewan Kopral
Rabu, 21 September 2022 - 23:42 WIB
Gedung DPP PDI Perjuangan
Sumber :
  • viva.co.id

Jakarta - Legislator PDIP Ganjar Pranowo menanggapi terkait kemunculan Dewan Kolonel di DPR yang terdiri dari loyalis Puan Maharani. Ia juga menyinggung soal Dewan Kopral yang ramai dibicarakan.

Ganjar mengatakan selama menjadi kader PDIP, ia belum pernah mendengar adanya Dewan Kolonel maupun Dewan Kopral.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, di dalam AD/ART partai juga tidak ada menyebutkan soal kedua organisasi tersebut.

"Terkait soal Dewan Kolonel dan dewan kopral, selama saya di PDI Perjuangan belum pernah kenal. Rasanya dalam AD ART partai juga tidak ada," kata Ganjar kepada tvonenews.com, Rabu (21/9/2022).

Lebih lanjut, Ganjar juga menegaskan dirinya masih menjadi kader PDIP yang mengikuti kaderisasi partai.

"Saya aktif di Badiklat bersama Pak Gunawan Wirosarojo alm, Mas Heri Ahmadi, Mas Bambang Pacul, Mas Daniel dan lain-lain. Setelah itu ditugaskan di Baguna - Badan penanggulangan bencana," ujar dia.

Sementara terkait capres dan cawapres, Gubernur Jawa Tengah itu menekankan bahwa seluruh kader partai patuh kepada keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Dengan demikian terkait dengan relawan atau sejenisnya pasti akan bersinergi dengan partai. Apalagi kalau calon sudah diputuskan," tandas Ganjar.

Dewan Kolonel Sebuah Guyonan

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Dewan Kolonel yang dibentuk loyalis Puan Maharani di DPR hanya guyonan.

Pasalnya, istilah Kolonel hanya terdapat di dalam struktur militer bukan di partai politik. Ia menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga kaget mengetahui adanya Dewan Kolonel itu.

"Bahkan tadi Ibu Mega melihat running text pada saat saya laporan ke beliau dan beliau juga kaget. Sehingga beliau memberikan penjelasan bahwa tidak ada Dewan Kolonel," ungkap Hasto saat ditemui di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022).

Selain itu, Hasto juga menampik keberadaan Dewan Kolonel yang digagas oleh anggota fraksi PDIP Johan Buddy.

"Saya juga sudah memberikan bantahan secara resmi bahwa Dewan Kolonel tidak ada, karena kita adalah partai sebagai suatu institusi yang memperjuangkan kehendak rakyat," tuturnya.

Sementara terkait Puan telah menyetujuinya, Hasto menjelaskan maksud persetujuan itu adalah memberikan ruang kebebasan dalam berserikat dan berkumpul.

"Beliau ini adalah sosok demokrasi, sosok yang dalam pengertian ketua DPR itu melihat berbagai bentuk aspirasi-aspirasi. Adapun Dewan Kolonel tidak masuk dalam hal itu," ujarnya. 

Selain itu, Hasto mengatakan inisiasi Johan Budi itu dinilai tidak sesuai dengan AD/ART partai. 

"Tidak ada yang namanya dewan kolonel karena hal tersebut juga tidak sesuai AD/ART," tutup dia.

Johan Budi: Tim Ini Pendukung Mbak Puan

Anggota Fraksi PDIP Johan Budi mengungkap ada Dewan Kolonel sebagai loyalis Puan Maharani di DPR RI. Sebanyak 12 orang dari fraksi PDIP bergabung dalam pasukan itu.

Adapun tujuan dibentuknya Dewan Kolonel Puan Maharani, yakni sebagai tim khusus untuk menyukseskan Puan di Pilpres 2024, sehingga ketika Puan ditunjuk oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, tim itu telah siap.

Johan mengakui bahwa ia adalah penggagas tim khusus itu dan diberi nama Dewan Kolonel.

"Jadi gini, di fraksi PDIP itu, waktu itu saya lupa 2-3 bulan yang lalu lah. 'Gimana nih kita yang mendukung Mbak Puan, gimana kalau kita bikin tim?'.Tim yang ikut membantu Mbak Puan untuk jadi capres. Ini nggak ada kaitannya sama DPP lho ya. Tapi kami di fraksi ada sekelompok orang, ingin menjadi timnya Mbak Puan untuk persiapan Pilpres itu," jelas Johan Budi saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/9/2022).

Ia menyebut Puan juga telah menyetujui pembentukan Dewan Kolonel itu.

"Berkembang (anggotanya). Trus dilaporkan ke Mbak Puan. Mbak puan setuju," imbuhnya.

Berikut daftar anggota Dewan Kolonel yang terdiri dari anggota Komisi I hingga Komisi XI DPR Fraksi PDIP:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komisi I : Dede Indra Permana dan Sturman Panjaitan
Komisi II : Junimart Girsang
Komisi III : Trimedya Panjaitan dan Johan Budi
Komisi IV : Riezky Aprilia
Komisi V : Lasarus
Komisi VI : Adi Satriyo Sulistyo
Komisi VII : Dony Maryadi Oekon
Komisi VIII : My Esti Wijayati
Komisi IX : Abidin Fikri
Komisi X : Agustin Wilujeng
Komisi XI : Hendrawan Supratikno dan Masinton Pasaribu

(saa/ppk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Fakta Terbaru dari Viralnya Ombudsman Sidak Lapas Cibinong Diduga Punya "Fasilitas Mewah"

3 Fakta Terbaru dari Viralnya Ombudsman Sidak Lapas Cibinong Diduga Punya "Fasilitas Mewah"

Ombudsman melakukan sidak ke Lapas Cibinong. Hasil temuannya jadi viral dimedia sosial hingga mendapatkan respons tegas.dari Menimipas, berikut penjelasannya.
PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Penghormatan Mendiang Guruh Soekarnoputra

PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Penghormatan Mendiang Guruh Soekarnoputra

Rano Karno menyampaikan bahwa masa berkabung ini harus menjadi momentum bersama untuk terus menjaga api semangat dan kepedulian mendiang Guruh Soekarnoputra terhadap rakyat kecil.
Skandal Mesum Pegawai di Dapur MBG, Operasional SPPG Surabayan Lamongan Ditutup Total

Skandal Mesum Pegawai di Dapur MBG, Operasional SPPG Surabayan Lamongan Ditutup Total

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surabayan-Sukodadi, Kabupaten Lamongan, dipastikan bakal dihentikan secara permanen terhitung mulai Senin, ..
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Doa dan Bimbingan Para Ulama untuk Personel Polri

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Doa dan Bimbingan Para Ulama untuk Personel Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo minta doa dan bimbingan para ulama bagi seluruh personel Polri yang menjalankan tugas memberikan pelayanan, perlindungan,
Putusan MK Ubah Wajah Industri Asuransi di Indonesia

Putusan MK Ubah Wajah Industri Asuransi di Indonesia

Kedua putusan tersebut menyentuh dua aspek fundamental dalam hubungan antara perusahaan asuransi dan pemegang polis
Ni Wayan Malana Sukses Amankan Satu Tempat di Babak Final Skateboard Nomor Street Putri Asian Games 2026

Ni Wayan Malana Sukses Amankan Satu Tempat di Babak Final Skateboard Nomor Street Putri Asian Games 2026

Skateboarder muda Indonesia, Ni Wayan malana sukses mengunci satu tempat di babak final nomor Street Putri Asian Games 2026.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral