News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ternyata Bukan karena Gas Air Mata, Polri Ungkap Penyebab Ratusan Aremania Meninggal Dunia di Tragedi Kanjuruhan

Irjen Dedi Prasetyo mengatakan para korban meninggal di tragedi Kanjuruhan karena kekurangan oksigen, bukan akibat gas air mata yang dilontarkan anggotanya.
Senin, 10 Oktober 2022 - 20:12 WIB
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo jawab soal gas air mata di insiden kanjuruhan.
Sumber :
  • Kolase tvonenews.com / antara

Jakarta - Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa suporter Arema pada Sabtu (1/10/2022) menjadi sorotan dunia. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam tragedi berdarah ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini Mabes Polri kembali mengeluarkan rilis mengenai tragedi Kanjuruhan, Malang. Dalam rilis tersebut, Polri mengungkap penyebab utama ratusan korban meninggal di tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, akibat kekurangan oksigen.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan para korban meninggal di tragedi Kanjuruhan karena kekurangan oksigen, bukan akibat dari gas air mata yang dilontarkan anggotanya.


Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2022). (ANTARA)

Menurut dia, hal tersebut berdasarkan penjelasan dari berbagai ahli dan dokter spesialis yang menangani korban, baik yang meninggal dunia maupun luka.

"Dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit THT, dan juga spesialis penyakit mata, tidak satupun yang menyebutkan penyebab kematian adalah gas air mata. Namun, penyebab kematian adalah kekurangan oksigen," kata Irjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2022).

Irjen Dedi menjelaskan banyaknya korban yang meninggal itu akibat kekurangan oksigen, yang mana karena jumlah penonton yang berkerumun.

Dia mengatakan kerumunan terbanyak terjadi di dekat pintu sehingga terjadi desak-desakan antar penonton yang mengakibatkan terinjak-injak dan bertumpuk.

Kerusuhan terjadi sesuai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, diwarnai aksi serangan gas air mata para aparat pengamanan.

Pemerintah pun bergerak cepat membentuk tim indipenden untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Pihak kepolisian juga tengah melakukan investigasi dan penyidikan kasus tersebut, yang mana Kapolri Jenderal Listyp Sigit Prabowo telah menetapkan enam tersangka akibag tragedi Kanjuruhan, Malang.

Gas Air Mata Kedaluwarsa

Penggunaan gas air mata kedaluarsa pada Tragedi Kanjuruhan. (Kolase tvonenews.com)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkap hasil penyidikan terkait adanya gas air mata kedaluwarsa atau expired yang ditembakan personel polisi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Menurut dia, selongsong gas air mata yang kedaluwarsa itu ditemukan di lapangan ketika kerusuhan terjadi setelah pertandingan Arema FC Vs Persebaya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Siaran Langsung Tinju Dunia: Malam Ini Ada Duel Tyson Fury vs Arslanbek Makhmudov di Kelas Berat

Jadwal Siaran Langsung Tinju Dunia: Malam Ini Ada Duel Tyson Fury vs Arslanbek Makhmudov di Kelas Berat

Rangkaian duel tinju dunia antara Tyson Fury (34-2-1, 24 KO) vs Arslanbek Makhmudov (21-2, 19 KO) di kelas berat, akan berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Inggris pada Sabtu (11/4/2026) mulai malam WIB.
Terungkap Sosok Perawat yang Diduga Nyaris Tukar Bayi, Ternyata Sudah Bekerja 20 Tahun di RS Hasan Sadikin

Terungkap Sosok Perawat yang Diduga Nyaris Tukar Bayi, Ternyata Sudah Bekerja 20 Tahun di RS Hasan Sadikin

Sosok perawat yang diduga nyaris menukar bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akhirnya diungkap oleh Asisten Manajer Keperawatan. Siapakah dia?
Pemprov DKI Ungkap Syarat Pengurangan BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama

Pemprov DKI Ungkap Syarat Pengurangan BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan fasilitas pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 50 persen bagi masyarakat yang membeli rumah pertama di Jakarta.
Manajemen Freeport dan Serikat Pekerja/Buruh Tandatangani Perjanjian Kerja Bersama ke-24 Periode 2026-2028

Manajemen Freeport dan Serikat Pekerja/Buruh Tandatangani Perjanjian Kerja Bersama ke-24 Periode 2026-2028

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas bersama tiga Ketua Serikat Pekerja/Buruh PTFI menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PTFI ke-24 periode 2026-2028, di Jakarta, Jumat (10/4).
Daftar 12 Pejabat Pemkab Tulungagung Turut Diperiksa KPK, Buntut OTT Bupati Gatut Sunu Wibowo

Daftar 12 Pejabat Pemkab Tulungagung Turut Diperiksa KPK, Buntut OTT Bupati Gatut Sunu Wibowo

Sebanyak 12 pejabat Pemkab Tulungagung diboyong KPK ke Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan terkait OTT terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Ekonomi Diisukan Lemas, Seskab Teddy: Dua Kali Lebaran Pemerintahan Prabowo Tetap Stabil

Ekonomi Diisukan Lemas, Seskab Teddy: Dua Kali Lebaran Pemerintahan Prabowo Tetap Stabil

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan daya beli masyarakat tidak terganggu, bahkan dalam momentum krusial seperti Lebaran.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Dedi Mulyadi Pertanyakan Sanksi Tegas untuk Perawat RS Hasan Sadikin Pasca Insiden Bayi Nyaris Tertukar

Dedi Mulyadi Pertanyakan Sanksi Tegas untuk Perawat RS Hasan Sadikin Pasca Insiden Bayi Nyaris Tertukar

Kasus bayi nyaris tertukar di RS Hasan Sadikin disorot Dedi Mulyadi. Ia pertanyakan sanksi tegas untuk perawat, dari pembinaan hingga kemungkinan pemecatan.
Selengkapnya

Viral