GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Benarkah 1 Keluarga Tewas di Kalideres Ikut Sekte Sesat? Ini Bukti yang Didapat Polisi

Penyabab kematian 1 keluarga yang ditemukan tewas mengering di rumah berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat, masih misterius, benarkah mengikuti aliran sesat?
Selasa, 15 November 2022 - 11:33 WIB
Bikin geger penemuan satu keluarga tewas di Kalideres.
Sumber :
  • Kolase tvonenews.com / Arief Budiman

Jakarta – Penyabab kematian 1 keluarga yang ditemukan tewas mengering di rumah berlokasi  di Kalideres, Jakarta Barat, masih misterius.

Mulanya polisi merilis hasil outopsi yang menyebutkan para perut para korban kosong mengindikasikan tak makan selama beberapa hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari hasil outopsi itu juga diketahui para korban meninggal dalam waktu yang berbeda-beda. Tak hanya itu, ada kejanggalani dekat mayat terdapat kapur barus dan bedak bayi.

Diduga kapur barus dan bedak bayi itu digunakan untuk menghilangkan bau mayat korban yang telah meninggal dunia.

Muncul spekulasi bahwa 1 keluarga di Kalideres meninggal karena menjalankan ritual sekte sesat hingga menyebabkan kematian.

Namun polisi belum bisa menyimpulka soal dugaan korban merupakan pengikut sekte sesat.

Kepala Unit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Polisi Avrilendi, mengatakan sampai sekarang pihaknya masih mendalami penyebab pasti kematian satu keluarga ini.

 Dia menyebut Pusat Laboratorium Forensik Polri masih memeriksa sampel lambung dan hati korban.

"Secara resmi belum bisa menyimpulkan. Kami masih tunggu itu untuk menyebab kematian," kata dia kepada wartawan dikutip dari Viva.co.id, Selasa, 15 November 2022.

Paham Apokaliptik

Adapun Kriminolog dari Universitas Indonesia, Adrianus Eliasta Meliala, mengatakan adanya satu keluarga ini diduga menganut paham apokaliptik.

Dia menjelaskan kejadian ini hampir sama dengan kematian massal pengikut sekte Peoples Temple pimpinan Jim Jones di Guyana, Amerika Selatan, pada 1978.

"Jadi mungkin mirip dengan kelompok yang mati massal di Guyana. Atau yang melakukan sesajian massal di pinggir laut dan malah disapu ombak semua. Karena kematian adalah tujuan akhir, maka mereka tidak takut," kata Adrianus.

Para Korban Tewas dengan Kondisi Lambung Tidak Terisi

 Polisi sempat mengatakan para korban tewas dalam kondisi lambung tak terisi. Sehingga, Adrianus merasa keempat korban bisa jadi memilih untuk meninggal dengan tak makan, meski cara tersebut tergolong ekstrem.

Adapun, soal temuan keluarga ini sempat menunggak listrik hingga berupaya menjual rumah menurutnya tak serta merta berindikasi ada faktor ekonomi di balik peristiwa ini.

Alasannya, lanjut dia, bisa jadi hal itu merupakan bagian dari cara korban mempersiapkan untuk menuju akhir dunia.

"Mungkin ini konsepsi 'silih', yakni membuat diri menderita demi suatu kenikmatan di kemudian hari. Kalau cuma menunggak listrik atau jual rumah, itu mah kecil. Kemungkinan itu bagian dari persiapan untuk 'berangkat' tersebut," kata dia.

Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti

Sebelumnya diberitakan, polisi menyita sejumlah barang bukti baru terkait kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Kanit Reserse Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Avrilendy, mengatakan barang bukti yang disita ialah sejumlah buku. Ia menegaskan, buku yang disita tidak berkaitan dengan ajaran kepercayaan tertentu.

"Buku-buku ada (diamankan), tapi tidak ada sekte-sekte. Bukan sekte, hanya buku biasa, kami masih pelajari," ujar Avrilendy saat dihubungi wartawan, Senin, 14 November 2022.

Penemuan empat jasad yang merupakan satu keluarga di dalam sebuah rumah, gegerkan warga Kalideres Jakarta Barat pada Kamis 10 November 2022.

Keempat orang yang ditemukan tewas dalam kondisi mengering itu yakni Rudyanto Gunawan (71) dan sang istri bernama Margaretha Gunawan (58), kemudian anak dari keduanya bernama Dian (40) dan yang terakhir yakni Budyanto Gunawan, yakni ipar dari Rudyanto.

Dalam kasus ini, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya keempat orang itu. Namun berdasarkan dari hasil autopsi, tidak ada tanda kekerasan pada 4 orang itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil autopsi juga menunjukkan, waktu meninggal dunia keempat orang itu berbeda-beda. Paling lama, ada yang meninggal dunia sejak tiga pekan lalu.

Dalam proses autosi juga diketahui tidak ada zat atau unsur makanan di organ dalam keempat korban tewas tersebut. (viva/rem)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Calvin Verdonk Dibela Netizen Prancis Karena Cederai Mason Greenwood

Calvin Verdonk Dibela Netizen Prancis Karena Cederai Mason Greenwood

Calvin Verdonk dibela oleh netizen Prancis atas pelanggaran yang dia lakukan pada mantan wonderkid Timnas Inggris, Mason Greenwood ketika tampil di pertandingan Lille melawan Marseille di Stadion Olympique de Marseille, Minggu (22/3/2026).
Wajib Tahu, Polri Berlakukan One Way Nasional dimulai Pukul 14.00 WIB

Wajib Tahu, Polri Berlakukan One Way Nasional dimulai Pukul 14.00 WIB

Pengendara wajib tahu, puncak arus balik Polri berlakukan one way nasional.
Kapolri Minta Jajaran Mitigasi Cuaca Buruk Selama Arus Balik Lebaran

Kapolri Minta Jajaran Mitigasi Cuaca Buruk Selama Arus Balik Lebaran

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajarannya untuk memitigasi potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi selama arus balik Lebaran.
Fabio Di Giananntonio Ceritakan Momen Kalahkan Marc Marquez di MotoGP Brasil 2026

Fabio Di Giananntonio Ceritakan Momen Kalahkan Marc Marquez di MotoGP Brasil 2026

Fabio Di Giannantonio gagal memanfaatkan pole position menjadi kemenangan saat tampil di MotoGP Brasil 2026.
Yaqut dari Tahanan Rumah Balik Lagi ke Rutan, Anggota DPR: KPK Bikin Publik Bertanya-Tanya

Yaqut dari Tahanan Rumah Balik Lagi ke Rutan, Anggota DPR: KPK Bikin Publik Bertanya-Tanya

Anggota Komisi III DPR mempertanyakan keputusan KPK yang menetapkan tersangka kasus korupsi kuota haji, Yaqut Cholil Qoumas dari tahanan rumah kembali ke rutan.
Terpuruknya Red Sparks jadi Berkah untuk Tim Termuda di Liga Voli Korea Ini, Untuk Pertama Kalinya Mereka Bisa...

Terpuruknya Red Sparks jadi Berkah untuk Tim Termuda di Liga Voli Korea Ini, Untuk Pertama Kalinya Mereka Bisa...

Tim termuda di Liga Voli Korea musim ini, AI Peppers menutup babak reguler V League 2025/2026 dengan hasil yang sangat positif.

Trending

Terima Kasih FIFA! Timnas Indonesia Ketiban Untung Jelang Hadapi Saint Kitts and Nevis, Garuda Kini Melejit

Terima Kasih FIFA! Timnas Indonesia Ketiban Untung Jelang Hadapi Saint Kitts and Nevis, Garuda Kini Melejit

Jelang laga kontra Saint Kitts and Nevis, Timnas Indonesia mendapat kabar menggembirakan dari FIFA. Peringkat dunia skuad Garuda dipastikan mengalami kenaikan.
Megawati Hangestri Gagal Comeback, Pesan Tegas PSSI, Keputusan John Herdman Pilih Cahya Supriadi Dipertanyakan

Megawati Hangestri Gagal Comeback, Pesan Tegas PSSI, Keputusan John Herdman Pilih Cahya Supriadi Dipertanyakan

3 berita sport terpopuler: Megawati Hangestri jadi sorotan di Korea, PSSI kirim pesan tegas untuk fans Garuda, hingga keputusan John Herdman dipertanyakan.
Tak Mau Pendam Lagi, Patrick Kluivert Akhirnya Buka Suara soal Kegagalannya Bersama Timnas Indonesia

Tak Mau Pendam Lagi, Patrick Kluivert Akhirnya Buka Suara soal Kegagalannya Bersama Timnas Indonesia

Patrick Kluivert akhirnya buka suara soal kegagalannya bersama Timnas Indonesia. Singgung soal target ke Piala Dunia 2026 sangat berat.
Jay Idzes Kagum Bukan Main, Cara ‘PDKT’ John Herdman Bikin Kapten Timnas Indonesia Langsung Jatuh Hati

Jay Idzes Kagum Bukan Main, Cara ‘PDKT’ John Herdman Bikin Kapten Timnas Indonesia Langsung Jatuh Hati

Jay Idzes dibuat kagum dengan pendekatan personal John Herdman yang aktif mendekati para pemain Timnas Indonesia. Begini katanya.
Update Kasus Paspor WNI Dean James: Petinggi Go Ahead Eagles Tegaskan Bek Timnas Indonesia Tak Bersalah dan Siap Hadapi Tuntutan NAC Breda

Update Kasus Paspor WNI Dean James: Petinggi Go Ahead Eagles Tegaskan Bek Timnas Indonesia Tak Bersalah dan Siap Hadapi Tuntutan NAC Breda

Polemik mengenai status kewarganegaraan milik bek Timnas Indonesia, Dean James, yang diprotes NAC Breda akhirnya mendapat respons tegas dari Go Ahead Eagles.
Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 25 Maret 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces. Simak peluang finansial dan kondisi keuangan besok.
Habis ‘Gelud’ dengan Mason Greenwood, Calvin Verdonk Tampil Garang Bawa Lille Bungkam Marseille

Habis ‘Gelud’ dengan Mason Greenwood, Calvin Verdonk Tampil Garang Bawa Lille Bungkam Marseille

Habis 'gelud' dengan Mason Greenwood, Calvin Verdonk tampil garang dan bawa Lille bungkam Marseille dalam Liga Prancis.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT